alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Jika Berlebihan Bisa Mengganggu Mental

SEMENTARA itu, seseorang hobi bermain atau mengoleksi boneka secara berlebihan hingga menganggapnya sebagai teman hidup bisa dikatakan sebagai gangguan kejiwaan. Apalagi, jika terjadi sesuatu terhadap barang yang ia sayangi itu, mulai dari cemas, sedih, hingga depresi berlebihan. Orang tersebut justru perlu dilakukan terapi khusus, baik secara mental maupun medis.

’’Karena sejatinya boneka itu kan fungsinya adalah alat bermain. Bukan teman hidup, seperti diajak ngobrol, dikasih makan, atau sampai dikenakan pakaian, justru itu akan mengganggu kejiwaan si pemilik itu sendiri,’’ ujar psilokog Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto, Salis Khoiriyati kemarin.

Salis juga menerangkan jika memelihara boneka berlebihan berpotensi memunculkan perilaku anti sosial. Di mana, peluang tersebut kini telah menjadi lifestyle dengan sejumlah gelaja. Mulai dari sering menyendiri, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya atau sibuk dengan dunianya sendiri.

Baca Juga :  Jazz Lambo Door; Makin Sporty dan Mewah

Nah, jika sudah demikian, biasanya akan muncul kegelisahan berlebih ketika boneka kesayangannya tidak ada. Atau bahkan tidak bisa tidur dan selalu cemas. Jika sudah berlebihan seperti itu, maka sudah masuk kategori gangguan mental.

Sehingga harus diperlakukan dengan tenaga ahlinya baik psikolog atau psikiater. ’’Kalau cemas masuk kategori Anxiety Disorder, ada juga yang mood disorder, dan ketika sudah masuk Skizofrenia atau sering halusinasi, harus ditanganike psikiater dengan dosis obat yang sudah ditentukan’’ tegasnya. (far/fen)

 

SEMENTARA itu, seseorang hobi bermain atau mengoleksi boneka secara berlebihan hingga menganggapnya sebagai teman hidup bisa dikatakan sebagai gangguan kejiwaan. Apalagi, jika terjadi sesuatu terhadap barang yang ia sayangi itu, mulai dari cemas, sedih, hingga depresi berlebihan. Orang tersebut justru perlu dilakukan terapi khusus, baik secara mental maupun medis.

’’Karena sejatinya boneka itu kan fungsinya adalah alat bermain. Bukan teman hidup, seperti diajak ngobrol, dikasih makan, atau sampai dikenakan pakaian, justru itu akan mengganggu kejiwaan si pemilik itu sendiri,’’ ujar psilokog Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto, Salis Khoiriyati kemarin.

Salis juga menerangkan jika memelihara boneka berlebihan berpotensi memunculkan perilaku anti sosial. Di mana, peluang tersebut kini telah menjadi lifestyle dengan sejumlah gelaja. Mulai dari sering menyendiri, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya atau sibuk dengan dunianya sendiri.

Baca Juga :  Jazz Lambo Door; Makin Sporty dan Mewah

Nah, jika sudah demikian, biasanya akan muncul kegelisahan berlebih ketika boneka kesayangannya tidak ada. Atau bahkan tidak bisa tidur dan selalu cemas. Jika sudah berlebihan seperti itu, maka sudah masuk kategori gangguan mental.

Sehingga harus diperlakukan dengan tenaga ahlinya baik psikolog atau psikiater. ’’Kalau cemas masuk kategori Anxiety Disorder, ada juga yang mood disorder, dan ketika sudah masuk Skizofrenia atau sering halusinasi, harus ditanganike psikiater dengan dosis obat yang sudah ditentukan’’ tegasnya. (far/fen)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/