30.8 C
Mojokerto
Thursday, February 9, 2023

Incumbent Trauma Diisukan Tak Berijazah

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Langkah Pungkasiadi mewujudkan koalisi gemuk dalam pencalonannya di pilkada 2020 nanti, kian gencar dilakukan. Kemarin (27/12), ia resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon bupati (cabup) melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di partai berlambang Kakbah ini, Pung melabuhkan harapannya untuk mengantongi dukungan berupa rekomendasi pencalonan. Setelah sebelumnya ia telah mendaftar ke sejumlah parpol. ’’Ini adalah partai ke empat,’’ ujarnya usai menyerahkan berkas pendaftaran.

Partai lain yang telah dihinggapi ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto ini adalah PDIP, Nasdem, dan Gerindra. Dalam waktu dekat, ia akan melamar parpol lain dalam proses penjaringan cabup. ’’Tentunya, yang lain juga. Saya akan daftar,’’ imbuhnya.

Dalam berkas pendaftaran itu, Pung mengaku sudah menyerahkan seluruh berkas yang disyaratkan. Di antaranya, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat, keterangan bebas narkoba, hingga ijazah. ’’Ijazah juga ada. Kenapa saya sebutkan, karena saat pencalonan lima tahun lalu, saya diisukan tidak memiliki ijazah,’’ kata plt Bupati Mojokerto ini.

Baca Juga :  Ukuran Lebih Besar, Daging Buahnya Juga Lebih Tebal

Prosesi pendaftaran incumbent ke kantor DPC PPP ini mendapat pengawalan sejumlah fungsionaris PDIP. Mereka disambut dengan salawat. Gema takbir dan pekikan kata Merdeka! terus menggema di ruang kantor yang berdiri di Jalan Raya Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar ini. Sementara itu, ketua DPC PPP Kabupaten Mojokerto Kusairin, mengatakan, Pungkasiadi merupakan kandidat kedua yang mengembalikan formulir dan kelengkapan berkas pendafataran. Sebelumnya, ketua majelis pakar DPC PPP Kabupaten Mojokerto KH Abdul Rokhim telah melakukan hal serupa.

Kusairin menjelaskan, seluruh pendaftar akan mendapat peluang yang sama mengantongi rekom partai. Termasuk incumbent atau newcomers. ’’Karena, banyak hal yang akan menjadi pertimbangan DPP untuk mengeluarkan rekom dalam pilbup,’’ ujarnya. Di antaranya, terkait dengan popularitas, aksepbilitas, hingga elektabilitas kandidat. Tiga faktor ini menjadi salah satu penentu lolosnya seorang bakal calon mengantongi dukungan partai. ’’Dan, unsur-unsur itu ditentukan oleh survei dan uji publik,’’ tandas Kusairin. Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, survei hingga uji publik itu akan digelar usai rapat pimpinan cabang (Rapimcab) DPC PPP yang rencananya digelar pertengahan Januari nanti.

Baca Juga :  Masker Outfit: Stylish, Healthy, and Comfortable

Saat ini, tim penjaringan cabup-cawabup di partainya masih menunggu calon lain untuk mengembalikan formulir. Dikabarkan, pagi ini, Yoko Priyono dan Choirunnisa akan bersamaan mengembalikan formulir. DPC PPP Kabupaten Mojokerto telah membuka penjaringan bacabup-bacawabup sejak 10 Desember lalu. Sepuluh nama telah mengambil formulir.

Mereka adalah Kusnan Hariadi. PNS aktif di BKKBN Kabupaten Mojokerto ini, tercatat sebagai pendaftar pertama. Ia terdata telah mengambil formulir pendaftaran, Kamis (12/12). Menyusul leason officer (LO) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Yoko Priyono juga telah ambil formulir, Sabtu (14/12).

Figur lainnya adalah pensiunan PNS Pemprov Jatim Purwo Santoso, dan incumbent plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Serta dua tokoh di internal partai berlambang Kakbah ini. Mereka adalah KH Abdurrokhim dan Zainul Arifin. Keduanya adalah mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto. Proses penjaringan akan berakhir 31 Desember nanti. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/