alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Dokumen Diantar Kereta Kuda

Keberadaan jasa layanan pengiriman surat di Mojokerto telah ada sejak masa pemerintahan kolonial. Itu ditandai dengan berdirinya Kantor Pos Mojokerto pada kisaran tahun 1864. Sejak saat itu, pelayanan surat sudah bisa menjangkau hingga pelosok desa. Karena didukung adanya kantor pos pembantu di tiap wilayah kawedanan.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menjelaskan, sejak awal berdiri, Kantor Pos Mojokerto masih menjadi kepanjangan tangan dari pelayanan Kantor Pos Surabaya. Dengan status sebagai kantor pembantu, maka transaksi penerimaan dan pengiriman surat harus diestafet dari Surabaya ke Mojokerto sebelum sampai ke alamat penerima. ’’Pengiriman surat saat itu masih menggunakan kereta kuda atau disebut kuda pos,’’ terangnya.

Dalam perjalanan ke Mojokerto, kereta kuda harus melintasi Sungai Mas di Wonokromo. Perjalanan berlanjut ke arah barat hingga melintasi wilayah Kabupaten Mojokerto. Tak berhenti di situ, kuda pos masih tetap melanjutkan perjalanan hingga ke Kediri.

Baca Juga :  Fenomena Super Snow Moon di Perbatasan

Untuk bisa menjangkau pelayanan di wilayah Mojokerto, masing-masing wilayah kawedanan juga didirikan bestelhuis atau rumah pos. Salah satunya dibangun di Mojosari. ’’Kantor pos Mojosari diperkirakan didirikan tahun 1883,’’ tandas pria yang akrab disapa Yuhan ini.

Menurutnya, pembangunan rumah pos tersebut seiring dikeluarkannya Staatsblad Nomor 136 Tahun 1882 oleh pemerintah kolonial Belanda. Regulasi itu dibuat untuk memperluas jaringan pos hingga pelosok daerah.

Tak lama kemudian, layanan antar surat dengan moda kereta kuda dihapus pada dekade 1886. Pasalnya, sejumlah jalur kereta api (KA) mulai tersambung di sejumlah daerah. Termasuk di wilayah Mojokerto. Meski demikian, kereta kuda tetap digunakan untuk mengirim surat dari Kantor Pos Mojokerto ke seluruh wilayah.

Terlebih, pada tahun 1892, keberadaan rumah pos ditingkatkan menjadi pos distrik. Selain di Mojosari, kantor pos distrik juga dibangun di wilayah Gedeg dan Gondang. Kantor pos pembantu itu melayani jasa pengantaran surat di Kawedanan Mojosari, Mojokasri, dan Jabung. Sedangkan Kawedanan Mojokerto berada di bawah wilayah pelayanan Kantor Pos Mojokerto.

Baca Juga :  Peran Krusial Bank di Sektor Pendidikan

Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini menyebutkan, penggunaan kuda pos berlangsung hingga tahun 1909. Moda transportasi itu tergantikan dengan kendaraan bermotor yang dikendari kurir untuk mengantarkan surat.

Yuhan menambahkan, saat itu petugas pos hanya mengantar surat hingga ke onderan atau kantor kecamatan. Selanjutnya, pegawai kecamatan akan meneruskan hingga surat sampai ke alamat yang dituju.

Layanan kantor pos lebih ditingkatkan setelah masa kemerdekaan. Utamanya setelah jalur transportasi darat. Petugas pos mengirimkan surat ke alamat penerima. ’’Dulu petugas pos menggunakan sepeda onthel untuk bisa menjangkau hingga ke pelosok desa. Dokumen disimpan di dalam tas yang ada di sisi kanan dan kiri sepeda,’’ pungkasnya. (ram/abi)

Keberadaan jasa layanan pengiriman surat di Mojokerto telah ada sejak masa pemerintahan kolonial. Itu ditandai dengan berdirinya Kantor Pos Mojokerto pada kisaran tahun 1864. Sejak saat itu, pelayanan surat sudah bisa menjangkau hingga pelosok desa. Karena didukung adanya kantor pos pembantu di tiap wilayah kawedanan.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menjelaskan, sejak awal berdiri, Kantor Pos Mojokerto masih menjadi kepanjangan tangan dari pelayanan Kantor Pos Surabaya. Dengan status sebagai kantor pembantu, maka transaksi penerimaan dan pengiriman surat harus diestafet dari Surabaya ke Mojokerto sebelum sampai ke alamat penerima. ’’Pengiriman surat saat itu masih menggunakan kereta kuda atau disebut kuda pos,’’ terangnya.

Dalam perjalanan ke Mojokerto, kereta kuda harus melintasi Sungai Mas di Wonokromo. Perjalanan berlanjut ke arah barat hingga melintasi wilayah Kabupaten Mojokerto. Tak berhenti di situ, kuda pos masih tetap melanjutkan perjalanan hingga ke Kediri.

Baca Juga :  Peran Krusial Bank di Sektor Pendidikan

Untuk bisa menjangkau pelayanan di wilayah Mojokerto, masing-masing wilayah kawedanan juga didirikan bestelhuis atau rumah pos. Salah satunya dibangun di Mojosari. ’’Kantor pos Mojosari diperkirakan didirikan tahun 1883,’’ tandas pria yang akrab disapa Yuhan ini.

Menurutnya, pembangunan rumah pos tersebut seiring dikeluarkannya Staatsblad Nomor 136 Tahun 1882 oleh pemerintah kolonial Belanda. Regulasi itu dibuat untuk memperluas jaringan pos hingga pelosok daerah.

Tak lama kemudian, layanan antar surat dengan moda kereta kuda dihapus pada dekade 1886. Pasalnya, sejumlah jalur kereta api (KA) mulai tersambung di sejumlah daerah. Termasuk di wilayah Mojokerto. Meski demikian, kereta kuda tetap digunakan untuk mengirim surat dari Kantor Pos Mojokerto ke seluruh wilayah.

- Advertisement -

Terlebih, pada tahun 1892, keberadaan rumah pos ditingkatkan menjadi pos distrik. Selain di Mojosari, kantor pos distrik juga dibangun di wilayah Gedeg dan Gondang. Kantor pos pembantu itu melayani jasa pengantaran surat di Kawedanan Mojosari, Mojokasri, dan Jabung. Sedangkan Kawedanan Mojokerto berada di bawah wilayah pelayanan Kantor Pos Mojokerto.

Baca Juga :  Pemotor Asal Mlaten Rem Blong di Turunan Gotekan Pacet

Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini menyebutkan, penggunaan kuda pos berlangsung hingga tahun 1909. Moda transportasi itu tergantikan dengan kendaraan bermotor yang dikendari kurir untuk mengantarkan surat.

Yuhan menambahkan, saat itu petugas pos hanya mengantar surat hingga ke onderan atau kantor kecamatan. Selanjutnya, pegawai kecamatan akan meneruskan hingga surat sampai ke alamat yang dituju.

Layanan kantor pos lebih ditingkatkan setelah masa kemerdekaan. Utamanya setelah jalur transportasi darat. Petugas pos mengirimkan surat ke alamat penerima. ’’Dulu petugas pos menggunakan sepeda onthel untuk bisa menjangkau hingga ke pelosok desa. Dokumen disimpan di dalam tas yang ada di sisi kanan dan kiri sepeda,’’ pungkasnya. (ram/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/