alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Jelajah Nusantara lewat Secangkir Kopi

Persahabatan yang terjalin sekian lama mengawali perjalanan dua pemilik Kedai Kopi Nagari, Mochamad Artanto, 29, dan Mochamad Abil Dimasyqy alias Abil, 23, berkecimpung di dunia perkopian.

Abil lebih dominan sebagai peracik kopi bagi pelanggan yang datang langsung ke kedai. Sementara Artanto fokus di pemilihan biji kopi matang merah serta penyangraian.

SECARA harfiah, nama Nagari sendiri bisa diartikan sebagai negeri. Nama ini sengaja dipilih karena biji kopi di kedai mereka berasal dari segala penjuru nusantara. Mulai biji kopi pilihan dari Trawas, Wonosalam, Aceh, hingga Kalimantan.

Menariknya, konsep berbeda coba disajikan Artanto dan Abil dalam mengelola Kedai Kopi Nagari. Di antara kian menjamurnya kafe modern, mereka tetap mengusung konsep pengolahan serta penyajian secara manual. Namun, inilah yang menjadi ciri khas tersendiri bagi para penikmat kopi.

Baca Juga :  Business Buffet Lunch: Hadirkan 50 Menu Nusantara

’’Mulai dari roasting atau penyangraian hingga brewing atau penyeduhan dilakukan secara manual demi menjaga cita rasa khas kopi Indonesia,’’ kata Artanto.

Menurut Artanto, beberapa pelanggan mengakui, teknik penyajian kopi sangatlah berpengaruh pada cita rasa kopi yang dihasilkan.Selain itu, teknik manual brewing juga bisa menjadi tontonan serta daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Keahlian para barista juga dipertontonkan lewat teknik manual brewing.  ’’Manual brewing kebanyakan disukai para pencinta kopi yang memburu perbedaan taste yang dihasilkan dari setiap olahan varian biji kopi,’’ imbuh Abil.

Meski baru berdiri tahun 2015, kedai kopi yang terletak di Jalan Raya Surodinawan tersebut merupakan jujukan bagi penikmat kopi serta mereka yang belajar kopi di Mojokerto.

Baca Juga :  Atensi Ketersediaan Pupuk bagi Petani

Bahkan, selain menyajikan kopi di tempat, kedai yang buka setiap sore hingga menjelang malam ini juga menyuplai kopi hasil sangrai maupun bubuk kopi ke beberapa kafe serta kedai kopi di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. (dwi/abi)  

 

Persahabatan yang terjalin sekian lama mengawali perjalanan dua pemilik Kedai Kopi Nagari, Mochamad Artanto, 29, dan Mochamad Abil Dimasyqy alias Abil, 23, berkecimpung di dunia perkopian.

Abil lebih dominan sebagai peracik kopi bagi pelanggan yang datang langsung ke kedai. Sementara Artanto fokus di pemilihan biji kopi matang merah serta penyangraian.

SECARA harfiah, nama Nagari sendiri bisa diartikan sebagai negeri. Nama ini sengaja dipilih karena biji kopi di kedai mereka berasal dari segala penjuru nusantara. Mulai biji kopi pilihan dari Trawas, Wonosalam, Aceh, hingga Kalimantan.

Menariknya, konsep berbeda coba disajikan Artanto dan Abil dalam mengelola Kedai Kopi Nagari. Di antara kian menjamurnya kafe modern, mereka tetap mengusung konsep pengolahan serta penyajian secara manual. Namun, inilah yang menjadi ciri khas tersendiri bagi para penikmat kopi.

Baca Juga :  Aroma dan Taste-nya Berbeda

’’Mulai dari roasting atau penyangraian hingga brewing atau penyeduhan dilakukan secara manual demi menjaga cita rasa khas kopi Indonesia,’’ kata Artanto.

Menurut Artanto, beberapa pelanggan mengakui, teknik penyajian kopi sangatlah berpengaruh pada cita rasa kopi yang dihasilkan.Selain itu, teknik manual brewing juga bisa menjadi tontonan serta daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

- Advertisement -

Keahlian para barista juga dipertontonkan lewat teknik manual brewing.  ’’Manual brewing kebanyakan disukai para pencinta kopi yang memburu perbedaan taste yang dihasilkan dari setiap olahan varian biji kopi,’’ imbuh Abil.

Meski baru berdiri tahun 2015, kedai kopi yang terletak di Jalan Raya Surodinawan tersebut merupakan jujukan bagi penikmat kopi serta mereka yang belajar kopi di Mojokerto.

Baca Juga :  Sulap Vespa Jadi Gerobak, Hadirkan Sensasi Ngopi ala Malioboro

Bahkan, selain menyajikan kopi di tempat, kedai yang buka setiap sore hingga menjelang malam ini juga menyuplai kopi hasil sangrai maupun bubuk kopi ke beberapa kafe serta kedai kopi di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. (dwi/abi)  

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/