alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Menjaga ”Imunitas” Takwa

MESKIPUN dalam diri dan perasaan kita bahagia atas selesainya melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Ramadan, tapi di sisi lain kita merasa sedih adanya wabah virus korona yang merambah  seluruh dunia.

Di negara kita.Dan, bahkan mungkin di sekeliling kita. Namun, kita sebagai umat Islam jangan sampai kesedihan itu mengkaburkan keimanan kita kepada Allah SWT. Sebab, Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita dalam hadis qudsinya. Allah SWT pernah berkata.

”Siapa saja yang tidak rela menerima ketetapan-Ku (takdir-Ku) dan tidak sabar menghadapi ujian-ujian-Ku kepada dirinya, silahkan dia mencari Tuhan selain Aku.” (HR Ath-Thabrani dan Ibnu Asakir).

Sehingga dalam kondisi apa pun, senang maupun susah, lapang atau sempit, kita wajib berusaha untuk menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan dan kesabaran adalah modal utama untuk menghadapi kondisi pandemi saat ini.

Takwa adalah istiqamah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Allah SWT telah berjanji, bahwa barangsiapa bertakwa pasti akan diberikan solusi dan jalan keluar atas segala persoalan kehidupan, termasuk pandemi virus korona ini.

Baca Juga :  Ya Olahraga, Ya Herbal

Kesabaran sangat perlu kita pupuk, karena ujian akan berakhir dengan kemuliaan jika diiringi dengan kesabaran. Para kekasih Allah, para Nabi dan orang-orang saleh banyak menghadapi ujian berat, dengan kesabaran yang kuat, akhirnya mereka mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.

Sebagai solusi agar kita dan saudara-saudara kita diselamatkan Allah SWT dari virus korona ini, pertama, kita harus ikhtiar dengan mengikuti anjuran ulama dan pemerintah, yaitu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang halalan thayyiban untuk menjaga imunitas tubuh kita.

Memakai masker, menjaga kebersihan, dengan sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dari kerumunan massa yang berlebihan, lebih-lebih dengan orang yang belum kita kenal.

Baca Juga :  Tingkatkan Imunitas di Tengah Pandemi dengan Konsumsi Susu dan Telur

Kedua, kita pasrahkan semuanya kepada Allah SWT dengan memperbanyak membaca istighfar dan salawat kepada Nabi kita Muhammad SAW. Sebagaimana Allah berfirman surah Al Munafiqun, ayat 5: ”Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”

Dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT niscaya kita dihindarkan dari wabah virus korona ini. Adapun memperbanyak membaca salawat, insya Allah Rasulullah SAW akan hadir di sekeliling kita. Semoga dengan tetap menjaga ”imunitas” takwa, Allah SWT akan senantiasa menjauhkan kita dari azab dan siksa.

Semoga kita, keluarga kita, saudara-saudara kita diselamatkan dan dijauhkan dari wabah Covid-19 ini untuk senantiasa hidup aman, damai dan sejahtera dunia dan akhirat. Aamiin yaa rabbal aalamiin. (*)

 

MESKIPUN dalam diri dan perasaan kita bahagia atas selesainya melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Ramadan, tapi di sisi lain kita merasa sedih adanya wabah virus korona yang merambah  seluruh dunia.

Di negara kita.Dan, bahkan mungkin di sekeliling kita. Namun, kita sebagai umat Islam jangan sampai kesedihan itu mengkaburkan keimanan kita kepada Allah SWT. Sebab, Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita dalam hadis qudsinya. Allah SWT pernah berkata.

”Siapa saja yang tidak rela menerima ketetapan-Ku (takdir-Ku) dan tidak sabar menghadapi ujian-ujian-Ku kepada dirinya, silahkan dia mencari Tuhan selain Aku.” (HR Ath-Thabrani dan Ibnu Asakir).

Sehingga dalam kondisi apa pun, senang maupun susah, lapang atau sempit, kita wajib berusaha untuk menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan dan kesabaran adalah modal utama untuk menghadapi kondisi pandemi saat ini.

Takwa adalah istiqamah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Allah SWT telah berjanji, bahwa barangsiapa bertakwa pasti akan diberikan solusi dan jalan keluar atas segala persoalan kehidupan, termasuk pandemi virus korona ini.

Baca Juga :  Ya Olahraga, Ya Herbal

Kesabaran sangat perlu kita pupuk, karena ujian akan berakhir dengan kemuliaan jika diiringi dengan kesabaran. Para kekasih Allah, para Nabi dan orang-orang saleh banyak menghadapi ujian berat, dengan kesabaran yang kuat, akhirnya mereka mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.

- Advertisement -

Sebagai solusi agar kita dan saudara-saudara kita diselamatkan Allah SWT dari virus korona ini, pertama, kita harus ikhtiar dengan mengikuti anjuran ulama dan pemerintah, yaitu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang halalan thayyiban untuk menjaga imunitas tubuh kita.

Memakai masker, menjaga kebersihan, dengan sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dari kerumunan massa yang berlebihan, lebih-lebih dengan orang yang belum kita kenal.

Baca Juga :  Coblosan Kali Ini Pakai Bilik Bekas

Kedua, kita pasrahkan semuanya kepada Allah SWT dengan memperbanyak membaca istighfar dan salawat kepada Nabi kita Muhammad SAW. Sebagaimana Allah berfirman surah Al Munafiqun, ayat 5: ”Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”

Dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT niscaya kita dihindarkan dari wabah virus korona ini. Adapun memperbanyak membaca salawat, insya Allah Rasulullah SAW akan hadir di sekeliling kita. Semoga dengan tetap menjaga ”imunitas” takwa, Allah SWT akan senantiasa menjauhkan kita dari azab dan siksa.

Semoga kita, keluarga kita, saudara-saudara kita diselamatkan dan dijauhkan dari wabah Covid-19 ini untuk senantiasa hidup aman, damai dan sejahtera dunia dan akhirat. Aamiin yaa rabbal aalamiin. (*)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/