alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Sri : Sadari Pentingnya JKN Ketika Rutin Kontrol Dan Jalani Rawat Inap

MOJOKERTO – Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula darah. Salah satu peserta Program JKN-KIS yang sudah memanfaatkan program ini adalah Sri Rahayu Wilujeng (54) yang merupakan Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PPBU) atau mandiri.

“Sebelum ikut BPJS Kesehatan, Saya mengalami rawat inap bisa menghabiskan biaya sangat banyak. Sekarang sudah merasa lega dan nyaman karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN, beberapa kali berobat dan membeli obat sudah tidak lagi diminta biaya,” ujarnya.

Sri panggilan akrabnya, awal mulai terkena penyakit diabetes mellitus ini mulai umur 50 tahun keluhan yang dirasakan saat itu hampir setiap hari kebangun dari tidur di tengah malam, efeknya berat badan jadi turun drastis. Selain itu Ia mengaku sering merasakan lemas, badan gemetar, hingga keluar keringat dingin.

“Setelah saya memeriksakan diri Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan dirujuk ke Rumah Sakit Emma Mojokerto. Dari hasil pemeriksaan dan indikasi medis didapatkan kadar gula yang cukup tinggi. Mulai saat itu saya langsung disarankan untuk kontrol rutin, tidak menyangka sebelumnya akan menderita penyakit diabetes mellitus dan tak terpikirkan waktu itu akan biaya yang mahal,” ungkap Sri.

Baca Juga :  Dipanggil Komdis PSSI, Jamal Yastro Sakit

Ia menambahkan, rutin kontrol untuk menjaga kestabilan tubuhnya. Ia pun menceritakan bahwa tak jarang keluarga harus berpikir keras mencari cara untuk memulihkan keadaannya.

“Ini baru pertama kali menjalani rawat inap karena kadar gulanya tinggi dan pingsan. Biasanya cukup dengan rawat jalan saja” tambahnya.

Ia mengaku, Ia merasa tidak sanggup harus menanggung sendiri biaya rawat inap dan rutin kontrol yang secara terus menerus digunakannya, seandainya tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Ia menambahkan, dari semua layanan yang diterima di rumah sakit tidak ada biaya yang diminta kepadanya.

“Saya sudah habis ratusan obat dan kalau mau dihitung sudah puluhan juta juga dana BPJS Kesehatan yang saya gunakan selama 4 (empat) tahun ini. Dalam mendapatkan pelayanan rawat inap dan kontrol di rumah sakit tidak ada perbedaan peserta, dalam melayani peserta dan gratis,” ungkapnya.

Baca Juga :  Vettel Dukung Mick Schumacher Gantikan Dia di Aston Martin

Suci juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat, khususnya peserta JKN, agar benar-benar menjaga kartu JKN agar selalu aktif. Selalu menjaga pola makan, olah raga dan hidup sehat.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan yang merupakan program mulia semua masyarakat dan berharap program JKN ini harus dijaga bersama agar manfaatnya bisa berkelanjutan bagi semua orang. Penyakit tidak pernah kita undang dan tidak dapat kita tolak sehingga kewaspadaan dengan memiliki kartu JKN sangat diperlukan. Semoga BPJS Kesehatan terus jaya dan semakin maju dari tahun ke tahun karena yang bergantung sangat banyak sekali,” tutupnya.
(*)

MOJOKERTO – Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula darah. Salah satu peserta Program JKN-KIS yang sudah memanfaatkan program ini adalah Sri Rahayu Wilujeng (54) yang merupakan Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PPBU) atau mandiri.

“Sebelum ikut BPJS Kesehatan, Saya mengalami rawat inap bisa menghabiskan biaya sangat banyak. Sekarang sudah merasa lega dan nyaman karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN, beberapa kali berobat dan membeli obat sudah tidak lagi diminta biaya,” ujarnya.

Sri panggilan akrabnya, awal mulai terkena penyakit diabetes mellitus ini mulai umur 50 tahun keluhan yang dirasakan saat itu hampir setiap hari kebangun dari tidur di tengah malam, efeknya berat badan jadi turun drastis. Selain itu Ia mengaku sering merasakan lemas, badan gemetar, hingga keluar keringat dingin.

“Setelah saya memeriksakan diri Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan dirujuk ke Rumah Sakit Emma Mojokerto. Dari hasil pemeriksaan dan indikasi medis didapatkan kadar gula yang cukup tinggi. Mulai saat itu saya langsung disarankan untuk kontrol rutin, tidak menyangka sebelumnya akan menderita penyakit diabetes mellitus dan tak terpikirkan waktu itu akan biaya yang mahal,” ungkap Sri.

Baca Juga :  Pemkot Mojokerto Borong Tiga Penghargaan BKN Award

Ia menambahkan, rutin kontrol untuk menjaga kestabilan tubuhnya. Ia pun menceritakan bahwa tak jarang keluarga harus berpikir keras mencari cara untuk memulihkan keadaannya.

“Ini baru pertama kali menjalani rawat inap karena kadar gulanya tinggi dan pingsan. Biasanya cukup dengan rawat jalan saja” tambahnya.

- Advertisement -

Ia mengaku, Ia merasa tidak sanggup harus menanggung sendiri biaya rawat inap dan rutin kontrol yang secara terus menerus digunakannya, seandainya tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Ia menambahkan, dari semua layanan yang diterima di rumah sakit tidak ada biaya yang diminta kepadanya.

“Saya sudah habis ratusan obat dan kalau mau dihitung sudah puluhan juta juga dana BPJS Kesehatan yang saya gunakan selama 4 (empat) tahun ini. Dalam mendapatkan pelayanan rawat inap dan kontrol di rumah sakit tidak ada perbedaan peserta, dalam melayani peserta dan gratis,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tensi Pilkades Canggu Mojokerto Naik, Panitia Dituding Tak Transparan

Suci juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat, khususnya peserta JKN, agar benar-benar menjaga kartu JKN agar selalu aktif. Selalu menjaga pola makan, olah raga dan hidup sehat.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan yang merupakan program mulia semua masyarakat dan berharap program JKN ini harus dijaga bersama agar manfaatnya bisa berkelanjutan bagi semua orang. Penyakit tidak pernah kita undang dan tidak dapat kita tolak sehingga kewaspadaan dengan memiliki kartu JKN sangat diperlukan. Semoga BPJS Kesehatan terus jaya dan semakin maju dari tahun ke tahun karena yang bergantung sangat banyak sekali,” tutupnya.
(*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/