alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Nanda : Tunjukkan KIS Digital Pneumonia Buah Hati Terlayani

MOJOKERTO – Hal paling menakutkan bagi orangtua adalah melihat buah hati kesayangan tergolek lemah, sesak napas, demam tinggi dan tak mau menyusu. Kekhawatiran melihat buah hati yang biasanya ceria harus ditusuk dengan jarum dan terus mengenakan selang oksigen tentu tak akan ada habisnya.

Nanda Prasetyo,29, dirinya merupakan salah seorang Peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Bukan Upah (PPBU) atau mandiri yang telah merasakan dan sedih saat sang buah hatinya mengalami pneumonia. Nanda menceritakan awal mula putrinya terkena pneumonia dan harus rawat inap saat ditemui di Rumah Sakit Reksa Waluya Mojokerto.

“Seperti biasanya buah hati selalu ceria, tiba-tiba sering menangis dan rewel dibandingkan biasanya, badannya panas sampai napasnya berbunyi disertai mual dan muntah.

Keadaan sang buah hati yang semakin pucat, lemas dan hanya bisa terbaring di tempat tidur, ia semakin khawatir. nanda bergegas membawa ke rumah sakit dengan berbekal KIS Digital.

Baca Juga :  Pemda DIY Daftarkan "Jogja Mark" sebagai Merek Internasional

“Dengan gerak cepat (gercep) perawat dan dokter langsung menangani buah hatinya di UGD. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan dan atas indikasi medis untuk menjalani rawat inap. Saat itu juga langsung mendapat kamar inap sesuai dengan haknya,” ujarnya.

Ia mengakui pelayanan yang diterima cukup memuaskan dan ruang inap nyaman sekali salama menjalani rawat inap. Tidak ada perbedaan peserta yang didapatkan dan tidak ada iur biaya. Tim medisnya sangat ramah serta sabar dan ruangan yang selalu dalam kondisi bersih dan administrasipun cukup mudah dengan menunjukkan KIS Digital dapat terlayani.

“Saya merasa tenang karena perawatan sudah tidak mengeluarkan biaya. Pelayanan yang gercep dalam melayani, administasipun mudah dan semua biaya gratis sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, Nanda juga menceritakan pengalaman lainnya memanfaatkan kepesertaan JKN-nya ketika sang istri melahirkan di rumah sakit yang sama.

Baca Juga :  Karyanya Diminati Pasar Malaysia dan Jerman

“Banyak sekali keuntungan menjadi Peserta JKN. Manfaatnya banyak yang sudah saya rasakan, diantaranya istri melahirkan dan buah hari terkena pneumonia,” ungkap Nanda
Ia mengakui, berpartisipasi dalam Program JKN menjadi keuntungan sendiri bagi siapa pun yang mendapatkan pelayanan baik.

Terlebih saat peserta tersebut mengalami sakit mendadak dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dan harus selalu diingat tepat waktu membayar iurannya agar kartu JKN-nya selalu aktif.

“Kehadiran BPJS Kesehatan merupakan harapan masyarakat dalam menjamin pelayanan kesehatannya dan bisa terus terjaga sampai kapan pun. Oleh itu, memastikan diri dan keluarga telah terlindungi jaminan kesehatannya melalui Program JKN. Semoga bisa terus berjalan sebagaimana mestinya dan semakin banyak lagi kemudahan yang dirasakan dari ikut BPJS Kesehatan seperti sekarang,” tutup Nanda. (*)

MOJOKERTO – Hal paling menakutkan bagi orangtua adalah melihat buah hati kesayangan tergolek lemah, sesak napas, demam tinggi dan tak mau menyusu. Kekhawatiran melihat buah hati yang biasanya ceria harus ditusuk dengan jarum dan terus mengenakan selang oksigen tentu tak akan ada habisnya.

Nanda Prasetyo,29, dirinya merupakan salah seorang Peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Bukan Upah (PPBU) atau mandiri yang telah merasakan dan sedih saat sang buah hatinya mengalami pneumonia. Nanda menceritakan awal mula putrinya terkena pneumonia dan harus rawat inap saat ditemui di Rumah Sakit Reksa Waluya Mojokerto.

“Seperti biasanya buah hati selalu ceria, tiba-tiba sering menangis dan rewel dibandingkan biasanya, badannya panas sampai napasnya berbunyi disertai mual dan muntah.

Keadaan sang buah hati yang semakin pucat, lemas dan hanya bisa terbaring di tempat tidur, ia semakin khawatir. nanda bergegas membawa ke rumah sakit dengan berbekal KIS Digital.

Baca Juga :  Bangun Pembelajaran Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif

“Dengan gerak cepat (gercep) perawat dan dokter langsung menangani buah hatinya di UGD. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan dan atas indikasi medis untuk menjalani rawat inap. Saat itu juga langsung mendapat kamar inap sesuai dengan haknya,” ujarnya.

Ia mengakui pelayanan yang diterima cukup memuaskan dan ruang inap nyaman sekali salama menjalani rawat inap. Tidak ada perbedaan peserta yang didapatkan dan tidak ada iur biaya. Tim medisnya sangat ramah serta sabar dan ruangan yang selalu dalam kondisi bersih dan administrasipun cukup mudah dengan menunjukkan KIS Digital dapat terlayani.

- Advertisement -

“Saya merasa tenang karena perawatan sudah tidak mengeluarkan biaya. Pelayanan yang gercep dalam melayani, administasipun mudah dan semua biaya gratis sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, Nanda juga menceritakan pengalaman lainnya memanfaatkan kepesertaan JKN-nya ketika sang istri melahirkan di rumah sakit yang sama.

Baca Juga :  Menko Airlangga Hartarto Beber Keberhasilan Program Kartu Prakerja

“Banyak sekali keuntungan menjadi Peserta JKN. Manfaatnya banyak yang sudah saya rasakan, diantaranya istri melahirkan dan buah hari terkena pneumonia,” ungkap Nanda
Ia mengakui, berpartisipasi dalam Program JKN menjadi keuntungan sendiri bagi siapa pun yang mendapatkan pelayanan baik.

Terlebih saat peserta tersebut mengalami sakit mendadak dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dan harus selalu diingat tepat waktu membayar iurannya agar kartu JKN-nya selalu aktif.

“Kehadiran BPJS Kesehatan merupakan harapan masyarakat dalam menjamin pelayanan kesehatannya dan bisa terus terjaga sampai kapan pun. Oleh itu, memastikan diri dan keluarga telah terlindungi jaminan kesehatannya melalui Program JKN. Semoga bisa terus berjalan sebagaimana mestinya dan semakin banyak lagi kemudahan yang dirasakan dari ikut BPJS Kesehatan seperti sekarang,” tutup Nanda. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/