alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Ikan Arapaima Gigas, Spesies Amazon Muncul di Sungai Brantas

Dua hari terakhir, warga di pinggiran sungai Brantas dihebohkan dengan temuan ikan yang tidak lazim. Ikan yang sering disebut arapaima itu tiba-tiba muncul di permukaan hingga menjadi buruan warga.

SIANG itu, Anas langsung bergegas pulang sesaat setelah pergi ke pinggir sungai Brantas dekat rumahnya. Dengan sedikit tergesa-gesa, dia pun langsung mencari jala yang biasa digunakan mencari ikan.

Dengan dibantu tiga orang kawannya, Anas kemudian mencoba terjun ke bibir sungai, tepatnya di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Tak berselang lama, pria paro baya ini muncul ke permukaan dengan membawa gendongan ikan yang dia tangkap.

Akan tetapi, bukan ikan biasa yang menjadi buruan pria bernama lengkap Anas Purwohari Setiyoko itu. Saat jala dibuka, ternyata dia menangkap seekor ikan langka yang selama ini tidak pernah ada. Saking langkanya, ikan hasil tangkapannya itu pun mengundang warga yang penasaran dan ingin melihat secara dekat ikan yang panjangnya hingga mencapai dua meter itu sejak, Senin (25/6).

Baca Juga :  Purwo Santoso Pasang Target di Atas Incumben

Ya, hasil tangkapan Anas memang bukanlah yang pertama. Sebelumnya, beberapa orang di pinggiran sungai Brantas juga sempat menemukan ikan yang sama. Tepatnya di Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Dari informasi, tak kurang dari tujuh ekor ikan yang sama juga ditemukan hingga diangkat ke permukaan oleh warga. ’’Awalnya, saya lihat ikan itu ngambang di pinggir, saya lihat kok ukurannya besar. Terus minta bantuan teman ikut nangkap,’’ terang Anas.

Dari hasil penelusuran, ikan tersebut memang bukanlah ikan biasa alias bukan endemik sungai Brantas maupun sungai-sungai besar di Jawa. Ikan tersebut adalah ikan arapaima yang merupakan spesies ikan dari sungai Amazon, di hutan belantara Amerika Latin.

Dari informasi pula, ikan tersebut tergolong ikan predator yang ukurannya tubuh cukup besar. Yakni, panjangnya bisa mencapai 3 sampai 4 meter dan bobot bisa sampai 30 kilogram. Namun, tak berselang lama setelah ditangkap, ikan raksasa tersebut kemudian mati.

Baca Juga :  Harlis Belum Final Dampingi Mas'ud Yunus di Pilwali 2018

Anas pun tak mengetahui mengapa ikan tersebut tiba-tiba mengambang minggir. ’’Setelah diangkat ke darat, kondisinya semakin melemah dan akhirnya mati. Ikannya akhirnya dipotong dan dibagi menjadi empat orang untuk dimasak,’’ tambah Anas.

Ya, kemunculan ikan arapaima yang menghebohkan warga sekitar sungai Brantas memang bukan tanpa sebab. Dari penelusuran, ada seseorang yang sengaja melepaskan ikan predator tersebut ke sungai Brantas.

Bahkan jumlahnya cukup banyak hingga 23 ekor. Masing-masing dilepaskan di Taman Brantas Indah (TBI) atau di kompleks Mojokerto Kawasan Pariwisata (MKP) dan pintu air Rolak Songo. Dari informasi pula, ikan bernama lengkap arapaima gigas itu sebelumnya berada di sebuah kolam besar milik salah seorang kolektor ikan asal Kecamatan Jetis.

Informasi itu didukung dengan keberadaan video yang sempat viral di media sosial (medos) facebook. Namun, saat Jawa Pos Radar Mojokerto ini mencoba mengecek di lokasi, tidak seorang pun bisa dikonfirmasi mengenai kebenaran informasi tersebut. 

 

Dua hari terakhir, warga di pinggiran sungai Brantas dihebohkan dengan temuan ikan yang tidak lazim. Ikan yang sering disebut arapaima itu tiba-tiba muncul di permukaan hingga menjadi buruan warga.

SIANG itu, Anas langsung bergegas pulang sesaat setelah pergi ke pinggir sungai Brantas dekat rumahnya. Dengan sedikit tergesa-gesa, dia pun langsung mencari jala yang biasa digunakan mencari ikan.

Dengan dibantu tiga orang kawannya, Anas kemudian mencoba terjun ke bibir sungai, tepatnya di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Tak berselang lama, pria paro baya ini muncul ke permukaan dengan membawa gendongan ikan yang dia tangkap.

Akan tetapi, bukan ikan biasa yang menjadi buruan pria bernama lengkap Anas Purwohari Setiyoko itu. Saat jala dibuka, ternyata dia menangkap seekor ikan langka yang selama ini tidak pernah ada. Saking langkanya, ikan hasil tangkapannya itu pun mengundang warga yang penasaran dan ingin melihat secara dekat ikan yang panjangnya hingga mencapai dua meter itu sejak, Senin (25/6).

Baca Juga :  Jadi Gudang Logistik saat Revolusi Tahun 1946-1947
- Advertisement -

Ya, hasil tangkapan Anas memang bukanlah yang pertama. Sebelumnya, beberapa orang di pinggiran sungai Brantas juga sempat menemukan ikan yang sama. Tepatnya di Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Dari informasi, tak kurang dari tujuh ekor ikan yang sama juga ditemukan hingga diangkat ke permukaan oleh warga. ’’Awalnya, saya lihat ikan itu ngambang di pinggir, saya lihat kok ukurannya besar. Terus minta bantuan teman ikut nangkap,’’ terang Anas.

Dari hasil penelusuran, ikan tersebut memang bukanlah ikan biasa alias bukan endemik sungai Brantas maupun sungai-sungai besar di Jawa. Ikan tersebut adalah ikan arapaima yang merupakan spesies ikan dari sungai Amazon, di hutan belantara Amerika Latin.

Dari informasi pula, ikan tersebut tergolong ikan predator yang ukurannya tubuh cukup besar. Yakni, panjangnya bisa mencapai 3 sampai 4 meter dan bobot bisa sampai 30 kilogram. Namun, tak berselang lama setelah ditangkap, ikan raksasa tersebut kemudian mati.

Baca Juga :  Awalnya Beri Pelatihan Gratis, Kini Tularkan Strategi Manajemen

Anas pun tak mengetahui mengapa ikan tersebut tiba-tiba mengambang minggir. ’’Setelah diangkat ke darat, kondisinya semakin melemah dan akhirnya mati. Ikannya akhirnya dipotong dan dibagi menjadi empat orang untuk dimasak,’’ tambah Anas.

Ya, kemunculan ikan arapaima yang menghebohkan warga sekitar sungai Brantas memang bukan tanpa sebab. Dari penelusuran, ada seseorang yang sengaja melepaskan ikan predator tersebut ke sungai Brantas.

Bahkan jumlahnya cukup banyak hingga 23 ekor. Masing-masing dilepaskan di Taman Brantas Indah (TBI) atau di kompleks Mojokerto Kawasan Pariwisata (MKP) dan pintu air Rolak Songo. Dari informasi pula, ikan bernama lengkap arapaima gigas itu sebelumnya berada di sebuah kolam besar milik salah seorang kolektor ikan asal Kecamatan Jetis.

Informasi itu didukung dengan keberadaan video yang sempat viral di media sosial (medos) facebook. Namun, saat Jawa Pos Radar Mojokerto ini mencoba mengecek di lokasi, tidak seorang pun bisa dikonfirmasi mengenai kebenaran informasi tersebut. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/