alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

142 TPS Pilgub Jatim di Kabupaten Mojokerto Rawan

MOJOKERTO – Sebanyak 520 personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan seluruh rangkaian proses pilkada serentak yang berlangsung hari ini. Pernyataan itu diungkapkan Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata seusai memimpin gelar pasukan di mapolres.

Menurut Leonardus, ratusan personel terdiri dari polisi laki-laki (polki) dan polwan ini disebar di 14 kecamatan. ’’Dari hasil pemetaan ada 142 TPS yang rawan,’’ ungkap Leonardus. Dengan demikian, penebalan personel dan patroli secara mobile harus dilakukan di tengah berlangsungnya proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim hingga tahap pungut dan hitung usai.

’’Pokoknya, kami siap pengawalan penuh untuk mewujudnya pilkada aman,’’ tambahnya. Dia menegaskan, kategori rawan tersebut bukan merupakan rawan keamanan maupun ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan rawan secara geografis.

Baca Juga :  Saatnya Kota Mojokerto Punya Rehabilitasi Narkoba Sendiri

Dia mencontohkan, seperti di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo dan Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro. Dua desa yang letak geografisnya cukup jauh dari perkotaan membuat pendistribusian ke dua desa tersebut tergolong tak mudah.

Nah, dengan jarak tempuh yang jauh, tentu menjadikan wilayah tersebut berpotensi rawan. ’’Apalagi, jaringan dan aksesnya juga sulit,’’ tuturnya. Kendati demikian, hal itu tidak menjadi persoalan serius bagi petugas kepolisian. Pasalnya, jauh-jauh hari kesiapan personel sudah dipersiapkan.

Baik fisik atau strategi pengamanan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Sehingga selain pemetaan lokasi, pendekatan dan sinergitas secara personel dengan pihak keamanan lainnya turut ditingkatkan. Demi untuk mengawal pesta demokrasi tetap kondusif.

Baca Juga :  Target Tembus Tiga Besar

 ’’Termasuk, personel harus tahu bagaimana komunikasi dengan linmas dan ketua PPS. Dari situ, begitu ada kejadian (kecurangan) bisa langsung ditangani sesuai prosedur,’’ paparnya. ’’Di luar itu kan juga ada panwaslu dan anggota (polisi) kita yang patroli secara mobile,’’ tandas Leonardus. 

 

MOJOKERTO – Sebanyak 520 personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan seluruh rangkaian proses pilkada serentak yang berlangsung hari ini. Pernyataan itu diungkapkan Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata seusai memimpin gelar pasukan di mapolres.

Menurut Leonardus, ratusan personel terdiri dari polisi laki-laki (polki) dan polwan ini disebar di 14 kecamatan. ’’Dari hasil pemetaan ada 142 TPS yang rawan,’’ ungkap Leonardus. Dengan demikian, penebalan personel dan patroli secara mobile harus dilakukan di tengah berlangsungnya proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim hingga tahap pungut dan hitung usai.

’’Pokoknya, kami siap pengawalan penuh untuk mewujudnya pilkada aman,’’ tambahnya. Dia menegaskan, kategori rawan tersebut bukan merupakan rawan keamanan maupun ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan rawan secara geografis.

Baca Juga :  ASN, Jangan Nakal Ya

Dia mencontohkan, seperti di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo dan Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro. Dua desa yang letak geografisnya cukup jauh dari perkotaan membuat pendistribusian ke dua desa tersebut tergolong tak mudah.

- Advertisement -

Nah, dengan jarak tempuh yang jauh, tentu menjadikan wilayah tersebut berpotensi rawan. ’’Apalagi, jaringan dan aksesnya juga sulit,’’ tuturnya. Kendati demikian, hal itu tidak menjadi persoalan serius bagi petugas kepolisian. Pasalnya, jauh-jauh hari kesiapan personel sudah dipersiapkan.

Baik fisik atau strategi pengamanan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Sehingga selain pemetaan lokasi, pendekatan dan sinergitas secara personel dengan pihak keamanan lainnya turut ditingkatkan. Demi untuk mengawal pesta demokrasi tetap kondusif.

Baca Juga :  Dulu Setahun Manggung 70 Kali, Kini Hanya Tiga Kali

 ’’Termasuk, personel harus tahu bagaimana komunikasi dengan linmas dan ketua PPS. Dari situ, begitu ada kejadian (kecurangan) bisa langsung ditangani sesuai prosedur,’’ paparnya. ’’Di luar itu kan juga ada panwaslu dan anggota (polisi) kita yang patroli secara mobile,’’ tandas Leonardus. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/