alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Terkendala Cuaca Ekstrem

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perjalanan pemusatan latihan tim sepak bola Kota Mojokerto di lapangan Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon tidak selamanya mulus. Tim yang diarsiteki Komariyono ini dihantui cuaca ekstrem yang mengguyur Kota Mojokerto sebulan terakhir. Akibatnya, proses pemantapan skill dan permainan tim kurang berjalan sempurna hingga terpaksa diliburkan. Padahal, kurang sebulan kedepan sepak bola bakal dihadapkan pada persaingan sengit, yakni praporprov atau babak kualifikasi untuk merebut 12 tiket ke babak utama Porprov.

Ketua Umum Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto mengakui, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota onde-onde akhir-akhir ini cukup mengganggu proses Training Center (TC). Tim pelatih takut kondisi fisik pemain ngedrop atau rentan terserang penyakit jika latihan tetap dipaksakan saat hujan. Bahkan ancaman cedera bisa saja terjadi jika tidak ada kontrol ketat dari pemain maupun offisial selama proses latihan. Nah, ancaman inilah yang tidak ingin terjadi selama masa TC berlangsung. Sehingga proses latihan terpaksa dihentikan ketika hujan datang.

Baca Juga :  Airlangga Hartanto: Selamat KH Yahya Staquf, Terima Kasih KH Said Agil

’’Ya terpaksa latihan kami liburkan jika cuacanya tidak mendukung. Karena sebagian besar pemain usianya juga masih dalam proses pertumbuhan dan kebanyakan berstatus pelajar. Jadi kami juga menjaga kondisi fisik mereka agar tetap prima,’’ terangnya. Meski begitu, Ook optimis performa anak asuhnya tetap bisa dikembangkan. Cuaca disebutnya bukan menjadi kendala utama yang mempengaruhi stabilitas permainan tim. Tim pelatih sudah menyiapkan program latihan pengganti sebagai antisipasi ketika latihan diliburkan akibat cuaca yang kurang mendukung.

’’Kalau sore hari hujan, biasanya latihan diganti saat pagi harinya. Jadi tidak ada waktu kosong bagi pemain untuk tidak mengembangkan potensi dirinya. Atau bisa juga diganti dengan latihan kebugaran di rumah untuk menjaga fisiknya agar tetap prima,’’ tandasnya. Saat ini, tim yang dibentuk Juni 2021 ini dihuni 25 pemain asli warga Kota Mojokerto. Mereka berasal dari beberapa klub internal yang terpilih dari hasil seleksi. Bahkan, beberapa pemain sempat merasakan sengitnya persaingan kompetisi saat ikut dalam komposisi skuad Persem di Liga 3 musim 2021 lalu.

Baca Juga :  Suara Ledakan Jadi Acuan Waktu Berbuka Puasa

Meski saat ini, status mereka belum bisa dipastikan turun di Porprov, namun Askot PSSI tetap mempertahankan mereka utuh dan tidak bubar. Askot PSSI meyakini, mereka adalah aset penting yang bisa diproyeksikan untuk kejuaraan lain yang mengatasnamakan Kota Mojokerto. Seperti ikut serta dalam komposisi skuad Persem di Liga 3 musim 2022 atau Liga Remaja musim 2022. (far/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perjalanan pemusatan latihan tim sepak bola Kota Mojokerto di lapangan Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon tidak selamanya mulus. Tim yang diarsiteki Komariyono ini dihantui cuaca ekstrem yang mengguyur Kota Mojokerto sebulan terakhir. Akibatnya, proses pemantapan skill dan permainan tim kurang berjalan sempurna hingga terpaksa diliburkan. Padahal, kurang sebulan kedepan sepak bola bakal dihadapkan pada persaingan sengit, yakni praporprov atau babak kualifikasi untuk merebut 12 tiket ke babak utama Porprov.

Ketua Umum Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto mengakui, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota onde-onde akhir-akhir ini cukup mengganggu proses Training Center (TC). Tim pelatih takut kondisi fisik pemain ngedrop atau rentan terserang penyakit jika latihan tetap dipaksakan saat hujan. Bahkan ancaman cedera bisa saja terjadi jika tidak ada kontrol ketat dari pemain maupun offisial selama proses latihan. Nah, ancaman inilah yang tidak ingin terjadi selama masa TC berlangsung. Sehingga proses latihan terpaksa dihentikan ketika hujan datang.

Baca Juga :  Andalkan Gurih dari Rempah dan Olahan Ikan

’’Ya terpaksa latihan kami liburkan jika cuacanya tidak mendukung. Karena sebagian besar pemain usianya juga masih dalam proses pertumbuhan dan kebanyakan berstatus pelajar. Jadi kami juga menjaga kondisi fisik mereka agar tetap prima,’’ terangnya. Meski begitu, Ook optimis performa anak asuhnya tetap bisa dikembangkan. Cuaca disebutnya bukan menjadi kendala utama yang mempengaruhi stabilitas permainan tim. Tim pelatih sudah menyiapkan program latihan pengganti sebagai antisipasi ketika latihan diliburkan akibat cuaca yang kurang mendukung.

’’Kalau sore hari hujan, biasanya latihan diganti saat pagi harinya. Jadi tidak ada waktu kosong bagi pemain untuk tidak mengembangkan potensi dirinya. Atau bisa juga diganti dengan latihan kebugaran di rumah untuk menjaga fisiknya agar tetap prima,’’ tandasnya. Saat ini, tim yang dibentuk Juni 2021 ini dihuni 25 pemain asli warga Kota Mojokerto. Mereka berasal dari beberapa klub internal yang terpilih dari hasil seleksi. Bahkan, beberapa pemain sempat merasakan sengitnya persaingan kompetisi saat ikut dalam komposisi skuad Persem di Liga 3 musim 2021 lalu.

Baca Juga :  Suara Ledakan Jadi Acuan Waktu Berbuka Puasa

Meski saat ini, status mereka belum bisa dipastikan turun di Porprov, namun Askot PSSI tetap mempertahankan mereka utuh dan tidak bubar. Askot PSSI meyakini, mereka adalah aset penting yang bisa diproyeksikan untuk kejuaraan lain yang mengatasnamakan Kota Mojokerto. Seperti ikut serta dalam komposisi skuad Persem di Liga 3 musim 2022 atau Liga Remaja musim 2022. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/