alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Tuangkan Ekspresi dengan Quotes Motivasi

SENI bisa dituangkan lewat berbagai media. Tak terkecuali dengan perabotan rumah tangga seperti halnya tampah. Perkakas dari anyaman bambu itu bisa dijadikan media menuangkan ekspresi berupa lukisan yang bernilai seni.

Hal itu seperti yang tengah dikembangkan siswa di SMPN 5 Kota Mojokerto. Melalui tangan terampil peserta didik, perabotan yang biasa untuk menampi atau membersihkan beras itu dijadikan sebagai media lukis layaknya kanvas.

Dhany Eka Prasetya, 15, salah satu siswa mengungkapkan, ide melukis di atas tampah bermula dari kegiatan untuk mendekorasi lingkungan sekolah. Untuk memperindah perabotan berbentuk lingkaran itu, siswa kemudian berinisiasi memberi sentuhan warna dengan beragam lukisan. ’’Awalnya memang dijadikan untuk mempercantik lingkungan sekolah,’’ ulasnya.

Siswa kelas IX ini menjelaskan, tampah yang digunakan media lukisan adalah tampah yang dijual di pasar pada umumnya. Namun, ada beberapa teknik untuk membuatnya menjadi sebuah karya lukisan. Pertama adalah menentukan objek yang dilukis.

Baca Juga :  "Meretas" Rupiah dari Kreativitas Youtuber dan Influencer Instagram

Biasanya, kata dia, objek tersebut berasal dari imajinasi dan kreativitas masing-masing pelukis. Bisa berupa pemandangan, flora, fauna, hingga abstrak. ’’Setelah itu dibuat sketsanya dulu sebelum diblok warna,’’ ulasnya.

Siswa asal Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari ini menyebut, proses pewarnaan dilakukan menggunakan cat minyak. Sedangkan untuk detail lukisan dibubuhkan menggunakan kuas dengan ukuran sesuai kebutuhan. ’’Jadi hampir sama dengan lukis di kanvas, cuma ini diterapkan di atas tampah,’’ tandasnya.

Tak sekadar membuat seni lukis, tetapi karya tersebut juga diselipkan pesan-pesan moral melalui quotes dan berbagai kalimat motivasi. Sehingga, hasil karya dipajang di berbagai sudut yang mudah dipandang dan dibaca banyak orang.

Baca Juga :  Menko Airlangga Buka Peluang Kolaborasi dengan International Energy Agency

Diakui Dhany, melukis dengan media tampah memiliki tantangan tersendiri. Karena permukaan yang cenderung tidak merata, sehingga terdapat celah anyaman yang kadang harus dilakukan pewarnaan ulang. Namun, lukisan tampah saat ini sudah mulai dikembangkan. Dari yang semula untuk dekorasi sekolah, beberapa waktu lalu karya lukis siswa sudah dijadikan sebagai pameran karya.

Sehingga, ajang tersebut menjadi motivasi bagi siswa penghobi menggambar dan melukis untuk terus berkreasi dengan membuat karya dan inovasi lainnya. Tak menutup kemungkinan, imbuh dia, karya juga berpeluang untuk dipasarkan ke luar sekolah. (ram/fen)

 

 

SENI bisa dituangkan lewat berbagai media. Tak terkecuali dengan perabotan rumah tangga seperti halnya tampah. Perkakas dari anyaman bambu itu bisa dijadikan media menuangkan ekspresi berupa lukisan yang bernilai seni.

Hal itu seperti yang tengah dikembangkan siswa di SMPN 5 Kota Mojokerto. Melalui tangan terampil peserta didik, perabotan yang biasa untuk menampi atau membersihkan beras itu dijadikan sebagai media lukis layaknya kanvas.

Dhany Eka Prasetya, 15, salah satu siswa mengungkapkan, ide melukis di atas tampah bermula dari kegiatan untuk mendekorasi lingkungan sekolah. Untuk memperindah perabotan berbentuk lingkaran itu, siswa kemudian berinisiasi memberi sentuhan warna dengan beragam lukisan. ’’Awalnya memang dijadikan untuk mempercantik lingkungan sekolah,’’ ulasnya.

Siswa kelas IX ini menjelaskan, tampah yang digunakan media lukisan adalah tampah yang dijual di pasar pada umumnya. Namun, ada beberapa teknik untuk membuatnya menjadi sebuah karya lukisan. Pertama adalah menentukan objek yang dilukis.

Baca Juga :  Kenal Teater sejak Kelas III, Kepincut Ludruk

Biasanya, kata dia, objek tersebut berasal dari imajinasi dan kreativitas masing-masing pelukis. Bisa berupa pemandangan, flora, fauna, hingga abstrak. ’’Setelah itu dibuat sketsanya dulu sebelum diblok warna,’’ ulasnya.

Siswa asal Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari ini menyebut, proses pewarnaan dilakukan menggunakan cat minyak. Sedangkan untuk detail lukisan dibubuhkan menggunakan kuas dengan ukuran sesuai kebutuhan. ’’Jadi hampir sama dengan lukis di kanvas, cuma ini diterapkan di atas tampah,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Tak sekadar membuat seni lukis, tetapi karya tersebut juga diselipkan pesan-pesan moral melalui quotes dan berbagai kalimat motivasi. Sehingga, hasil karya dipajang di berbagai sudut yang mudah dipandang dan dibaca banyak orang.

Baca Juga :  Ramadan di Tengah Lockdown Jerman

Diakui Dhany, melukis dengan media tampah memiliki tantangan tersendiri. Karena permukaan yang cenderung tidak merata, sehingga terdapat celah anyaman yang kadang harus dilakukan pewarnaan ulang. Namun, lukisan tampah saat ini sudah mulai dikembangkan. Dari yang semula untuk dekorasi sekolah, beberapa waktu lalu karya lukis siswa sudah dijadikan sebagai pameran karya.

Sehingga, ajang tersebut menjadi motivasi bagi siswa penghobi menggambar dan melukis untuk terus berkreasi dengan membuat karya dan inovasi lainnya. Tak menutup kemungkinan, imbuh dia, karya juga berpeluang untuk dipasarkan ke luar sekolah. (ram/fen)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/