alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Butuh Pembinaan Lebih Intensif

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sirkuit atau selekda arung jeram Jatim di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto, 10 November lalu menjadi pelajaran penting bagi Pengkab FAJI Mojokerto. Betapa tidak, meski berstatus tuan rumah, namun tiga atlet junior yang diturunkan gagal mendominasi kejuaraan.

Prestasi tertinggi yang mereka raih hanya ada di peringkat 3 nomor sprint kategori Open Man. Dengan hasil itu, Pengkab FAJI langsung mengevaluasi program pembinaan guna memperbaiki kualitas dan prestasi atlet. Perbaikan ini untuk menatap Kejurda Arung Jeram yang akan digelar Maret tahun depan.

’’Karena selekda kemarin adalah yang pertama kali kami ikuti, jadi hasilnya memang hanya ada di peringkat 3 di kategori open man. Untuk kategori lain, akan kami evaluasi secepatnya berdasarkan pengalaman di kejuaraan kemarin,’’ tegas Ketua Harian Pengkab FAJI Mojokerto, Arif Kustanto kemarin.

Baca Juga :  Nyaman Karena Kekar

Arif mengakui, pembinaan yang baru berjalan kurang dari setahun terakhir belum bisa dijadikan patokan dalam menentukan prestasi. Selain minimnya pengalaman, kualitas skill atlet juga belum terbentuk utuh. Sehingga butuh pembinaan lebih intens lagi untuk bisa memperbaiki prestasi.

Nah, waktu empat bulan kedepan bakal menjadi waktu efektif untuk pembenahan. Termasuk kembali turun di kejuaraan arung jeram open di Jember, Januari nanti. Turnamen tersebut nantinya bisa menjadi tolak ukur Pengkab FAJI sebelum turun di Kejurda sebagai pertarungan resmi antaratlet daerah se-Jatim, Maret 2022 nanti. ’’Kami akan turun di open dulu sebagai acuan untuk menentukan target prestasi di Kejurda,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, sebagai modal pembenahan, pengkab FAJI juga memberangkatkan salah seorang juri untuk mengikuti penataran lisensi D. Keberangkatan Tekat Purwantoro di penataran dan Kejurnas Lampung pekan depan diharapkan bisa membawa banyak ilmu yang bisa diterapkan untuk pembinaan atlet di Mojokerto. ’’Kami mendelegasikan satu orang di pelatihan juri di Lampung dengan kategori lisensi D,’’ pungkasnya. (far/fen)

Baca Juga :  Ulama-Umara Sampaikan Ucapan Selamat kepada Pasangan Jokowi-Ma'ruf

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sirkuit atau selekda arung jeram Jatim di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto, 10 November lalu menjadi pelajaran penting bagi Pengkab FAJI Mojokerto. Betapa tidak, meski berstatus tuan rumah, namun tiga atlet junior yang diturunkan gagal mendominasi kejuaraan.

Prestasi tertinggi yang mereka raih hanya ada di peringkat 3 nomor sprint kategori Open Man. Dengan hasil itu, Pengkab FAJI langsung mengevaluasi program pembinaan guna memperbaiki kualitas dan prestasi atlet. Perbaikan ini untuk menatap Kejurda Arung Jeram yang akan digelar Maret tahun depan.

’’Karena selekda kemarin adalah yang pertama kali kami ikuti, jadi hasilnya memang hanya ada di peringkat 3 di kategori open man. Untuk kategori lain, akan kami evaluasi secepatnya berdasarkan pengalaman di kejuaraan kemarin,’’ tegas Ketua Harian Pengkab FAJI Mojokerto, Arif Kustanto kemarin.

Baca Juga :  Ulama-Umara Sampaikan Ucapan Selamat kepada Pasangan Jokowi-Ma'ruf

Arif mengakui, pembinaan yang baru berjalan kurang dari setahun terakhir belum bisa dijadikan patokan dalam menentukan prestasi. Selain minimnya pengalaman, kualitas skill atlet juga belum terbentuk utuh. Sehingga butuh pembinaan lebih intens lagi untuk bisa memperbaiki prestasi.

Nah, waktu empat bulan kedepan bakal menjadi waktu efektif untuk pembenahan. Termasuk kembali turun di kejuaraan arung jeram open di Jember, Januari nanti. Turnamen tersebut nantinya bisa menjadi tolak ukur Pengkab FAJI sebelum turun di Kejurda sebagai pertarungan resmi antaratlet daerah se-Jatim, Maret 2022 nanti. ’’Kami akan turun di open dulu sebagai acuan untuk menentukan target prestasi di Kejurda,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, sebagai modal pembenahan, pengkab FAJI juga memberangkatkan salah seorang juri untuk mengikuti penataran lisensi D. Keberangkatan Tekat Purwantoro di penataran dan Kejurnas Lampung pekan depan diharapkan bisa membawa banyak ilmu yang bisa diterapkan untuk pembinaan atlet di Mojokerto. ’’Kami mendelegasikan satu orang di pelatihan juri di Lampung dengan kategori lisensi D,’’ pungkasnya. (far/fen)

Baca Juga :  64 Tim Rumah Sakit Se-Jatim Berebut Gelar Juara Arsinu Cup 2019

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/