alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Tanpa Rakyat Kita Tidak Ada Apa-Apanya

Terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto sekaligus istri pejabat, tetap membuat Ery Purwanti rendah hati. Mantan karyawan perusahaan swasta ini dikenal sebagai sosok perempuan yang apa adanya. Sebaliknya, intesitasnya bersama wong cilik di Kota Onde-Onde terus meningkat dan makin dekat.

Istri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto Moch Imron ini tetap memberi perhatian kepada keluarga. Baik bagi suami maupun kedua anaknya. Kendati saat ini dirinya tengah menjabat anggota DPRD Kota Mojokerto.

”Sesibuk apapun saya tetap mengutamakan keluarga, karena keluarga adalah segala-galanya bagi saya,” ujar  Ery Purwanti. Selain mengutamakan keluarga, Ery begitu Ery Purwanti akrab disapa, juga sangat aktif mendampingi suaminya dalam bertugas.

Mulai ketika menjabat sebagai lurah, camat,  hingga kepala OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemkot Mojokerto. Bahkan, hal itu sudah dilakoninya saat masih menjadi karyawan swasta. ”Karena pengadian harus diawali dari dalam keluarga,” imbuh politisi PDI Perjuangan Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Tidak Ada Lawan Tim Sepak Bola Porprov Yang Berat

Ery Purwanti pernah menjadi ketua Tim Penggerak (TP) PKK kelurahan selama 12 tahun. Masing-masing di Purwotengah selama 2 tahun, Kelurahan Miji 8 tahun, serta 2 tahun sebagai ketua TP PKK Kecamatan Prajurit kulon.

Ia menceritakan, mendampingi suami menjadi lurah dan camat adalah momentum bagi dirinya untuk belajar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dari berinteraksi, menjalin aspirasi, silaturahmi, hingga mengedukasi demi membangun Kota Mojokerto tercinta.

Blusukan dari tingkatan RT, RW, dan lingkungan sudah biasa ia lakoni semenjak tahun 1999. Manfaatnya, agar Ery dapat mendengarkan langsung aspirasi, saran, masukan, bahkan ide kreatif yang harus dikembangkan demi kemajuan Kota Mojokerto ke depan.

”Dekat dengan wong cilik ini juga menjadi modal penting bagi sata dalam kontestasi pileg tahun 2019 lalu melalui PDIP Perjuangan,’’ ujarnya. Berbekal pengalaman itulah memudahkan langkahnya menuju gedung dewan. Bahkan, dengan mengangkat tagline Menghormati Toleransi, Mengabdi dengan Hati, ia mampu menorehkan suara terbanyak.

Baca Juga :  Tingkatkan Imunitas di Tengah Pandemi dengan Konsumsi Susu dan Telur

Berkat kerja sama dan sinergi relawan dan simpatisan yang tergabung pada dolorkoe, mampu mengantarkan perempuan asal Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan ini terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2019-2024.

Dengan perolehan suara terbanyak di dapil 2 (Kecamatan Kranggan) dengan meraup 2.603 suara. Berkat kepercayaan masyarakat yang tinggi ini, Ery bahkan mendapat amanah dari partai di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri itu untuk menjabat sebagai ketua Fraksi PDIP, dan menduduki sekretaris Komisi III DPRD Kota Mojokerto (bidang kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan kesehatan).

”Saya berpesan kepada masyarakat dan pemerintah daerah, mari bersama sama membangun daerah yang kita cintai ini. Tanpa rakyat kita tidak ada apa-apanya. Prinsipnya adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tegas Ery. (bas)

 

 

Terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto sekaligus istri pejabat, tetap membuat Ery Purwanti rendah hati. Mantan karyawan perusahaan swasta ini dikenal sebagai sosok perempuan yang apa adanya. Sebaliknya, intesitasnya bersama wong cilik di Kota Onde-Onde terus meningkat dan makin dekat.

Istri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto Moch Imron ini tetap memberi perhatian kepada keluarga. Baik bagi suami maupun kedua anaknya. Kendati saat ini dirinya tengah menjabat anggota DPRD Kota Mojokerto.

”Sesibuk apapun saya tetap mengutamakan keluarga, karena keluarga adalah segala-galanya bagi saya,” ujar  Ery Purwanti. Selain mengutamakan keluarga, Ery begitu Ery Purwanti akrab disapa, juga sangat aktif mendampingi suaminya dalam bertugas.

Mulai ketika menjabat sebagai lurah, camat,  hingga kepala OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemkot Mojokerto. Bahkan, hal itu sudah dilakoninya saat masih menjadi karyawan swasta. ”Karena pengadian harus diawali dari dalam keluarga,” imbuh politisi PDI Perjuangan Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Coblosan Berpotensi Tak Serentak

Ery Purwanti pernah menjadi ketua Tim Penggerak (TP) PKK kelurahan selama 12 tahun. Masing-masing di Purwotengah selama 2 tahun, Kelurahan Miji 8 tahun, serta 2 tahun sebagai ketua TP PKK Kecamatan Prajurit kulon.

Ia menceritakan, mendampingi suami menjadi lurah dan camat adalah momentum bagi dirinya untuk belajar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dari berinteraksi, menjalin aspirasi, silaturahmi, hingga mengedukasi demi membangun Kota Mojokerto tercinta.

- Advertisement -

Blusukan dari tingkatan RT, RW, dan lingkungan sudah biasa ia lakoni semenjak tahun 1999. Manfaatnya, agar Ery dapat mendengarkan langsung aspirasi, saran, masukan, bahkan ide kreatif yang harus dikembangkan demi kemajuan Kota Mojokerto ke depan.

”Dekat dengan wong cilik ini juga menjadi modal penting bagi sata dalam kontestasi pileg tahun 2019 lalu melalui PDIP Perjuangan,’’ ujarnya. Berbekal pengalaman itulah memudahkan langkahnya menuju gedung dewan. Bahkan, dengan mengangkat tagline Menghormati Toleransi, Mengabdi dengan Hati, ia mampu menorehkan suara terbanyak.

Baca Juga :  Mengadopsi Desain Hotel di Jepang, Rp 250 Ribu Per Malam

Berkat kerja sama dan sinergi relawan dan simpatisan yang tergabung pada dolorkoe, mampu mengantarkan perempuan asal Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan ini terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2019-2024.

Dengan perolehan suara terbanyak di dapil 2 (Kecamatan Kranggan) dengan meraup 2.603 suara. Berkat kepercayaan masyarakat yang tinggi ini, Ery bahkan mendapat amanah dari partai di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri itu untuk menjabat sebagai ketua Fraksi PDIP, dan menduduki sekretaris Komisi III DPRD Kota Mojokerto (bidang kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan kesehatan).

”Saya berpesan kepada masyarakat dan pemerintah daerah, mari bersama sama membangun daerah yang kita cintai ini. Tanpa rakyat kita tidak ada apa-apanya. Prinsipnya adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tegas Ery. (bas)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/