alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Kalah Pilkades, Lapor Bupati dan Polisi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kekhawatiran sejumlah kalangan atas potensi konflik pasca pilkades, akhirnya terbukti. Kali ini, terjadi di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Hasil yang tak memuaskan bagi salah satu kandidat membuatnya mengambil langkah.

Bambang Heri Sutoko, kades incumbent yang kalah dari rivalnya, Andik Wibowo, akan melaporkan panitia pilkades kepada bupati dan polisi. Ia menilai, panitia tidak netral saat menjalankan tugasnya. Hasil pilkades diketahui, Bambang Heri meraih 1.034 suara, sedangkan Andik Wibowo sebagai penantang, meraup 1.204 suara. ’’Panitia tidak netral,’’ ungkap Bambang kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dikatakan dia, dugaan kecenderungan panitia terhadap salah satu calon terlihat saat salah satu panitia diduga melakukan bagi-bagi uang terhadap calon pemilih. Pembagian itu dilakukan malam hari jelang pencoblosan. Dugaan ini bukan sekadar menebar isu kosong. Bambang menjelaskan, tudingan itu dibuktikan dengan rekaman video saat yang bersangkutan melakukan bagi-bagi uang. ’’Video itu akan kami buka saat di pengadilan nanti,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tetangga Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Calon nomor 4 ini menambahkan, selain munculnya kecurangan berupa money politics, panitia juga dinilai melakukan kecurangan saat rekapitulasi berlangsung. Di desa ini, penghitungan hasil coblosan berlangsung hingga pukul 01.00 dinihari. Ia menceritakan, tudingan kecurangan terlihat saat perhitungan kotak kedua. Terjadi selisih antara daftar hadir pemilih dan DPT (daftar pemilih tetap). ’’Makanya, saya laporkan ke bupati dan polres atas peristiwa ini,’’ pungkas dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto, menyatakan, semua protes atas hasil pilkades yang dilaporkan ke pemda, akan dikaji lebih dalam. Yang ia pelototi, di antaranya prosedur panitia. ’’Kalau pemda, hanya proses administrasi. Apakah benar telah terjadi penetapan yang cacat prosedur, substansi atau kewenangan,’’ jelasnya.

Soal sanksi, akan ditentukan pasca dilakukan kajian nanti. ’’Kita ada tim. Tim inilah yang akan mengkajinya. Apakah ada kesalahan yang dilakukan panitia, atau tidak,’’ tegasnya. Jika memang muncul dugaan politik uang, Ardi menyebut, sudah bukan ranah pemda. Melainkan harus dialihkan ke aparat penegak hukum.  Selain Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, polemik pilkades juga terjadi di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Munculnya protes di desa ini disebabkan tingginya suara tidak sah. Dari 3.222 pemilih yang hadir, suara tidak sah mencapai 946.  Dari dua kandidat yang bertarung, dimenangkan Khamim Gozali, dengan perolehan 1.191 suara.

Baca Juga :  Pacu Kerja Sama Ekonomi Digital ASEAN-AS untuk Berdayakan UMKM

Terkait hal ini, Ardi mengaku, akan membahas secara utuh dan mengevaluasi proses pilkades secara menyeluruh. ’’Surat suara banyak yang nggak sah. Nah, apakah panitia sudah sesuai aturan, atau belum,’’ pungkasnya. Perlu diketahui, di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, pilkades diikuti empat kandidat. Selain Bambang Heri dan Andik Wibowo, juga ada dua kandidat lainnya. Masing-masing Sunali dengan 428 suara, dan Mulyo Supriyatno dengan perolehan 79 suara.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kekhawatiran sejumlah kalangan atas potensi konflik pasca pilkades, akhirnya terbukti. Kali ini, terjadi di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Hasil yang tak memuaskan bagi salah satu kandidat membuatnya mengambil langkah.

Bambang Heri Sutoko, kades incumbent yang kalah dari rivalnya, Andik Wibowo, akan melaporkan panitia pilkades kepada bupati dan polisi. Ia menilai, panitia tidak netral saat menjalankan tugasnya. Hasil pilkades diketahui, Bambang Heri meraih 1.034 suara, sedangkan Andik Wibowo sebagai penantang, meraup 1.204 suara. ’’Panitia tidak netral,’’ ungkap Bambang kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dikatakan dia, dugaan kecenderungan panitia terhadap salah satu calon terlihat saat salah satu panitia diduga melakukan bagi-bagi uang terhadap calon pemilih. Pembagian itu dilakukan malam hari jelang pencoblosan. Dugaan ini bukan sekadar menebar isu kosong. Bambang menjelaskan, tudingan itu dibuktikan dengan rekaman video saat yang bersangkutan melakukan bagi-bagi uang. ’’Video itu akan kami buka saat di pengadilan nanti,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pengajuan Gugatan Pilkades Dibatasi Tiga Hari

Calon nomor 4 ini menambahkan, selain munculnya kecurangan berupa money politics, panitia juga dinilai melakukan kecurangan saat rekapitulasi berlangsung. Di desa ini, penghitungan hasil coblosan berlangsung hingga pukul 01.00 dinihari. Ia menceritakan, tudingan kecurangan terlihat saat perhitungan kotak kedua. Terjadi selisih antara daftar hadir pemilih dan DPT (daftar pemilih tetap). ’’Makanya, saya laporkan ke bupati dan polres atas peristiwa ini,’’ pungkas dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto, menyatakan, semua protes atas hasil pilkades yang dilaporkan ke pemda, akan dikaji lebih dalam. Yang ia pelototi, di antaranya prosedur panitia. ’’Kalau pemda, hanya proses administrasi. Apakah benar telah terjadi penetapan yang cacat prosedur, substansi atau kewenangan,’’ jelasnya.

Soal sanksi, akan ditentukan pasca dilakukan kajian nanti. ’’Kita ada tim. Tim inilah yang akan mengkajinya. Apakah ada kesalahan yang dilakukan panitia, atau tidak,’’ tegasnya. Jika memang muncul dugaan politik uang, Ardi menyebut, sudah bukan ranah pemda. Melainkan harus dialihkan ke aparat penegak hukum.  Selain Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, polemik pilkades juga terjadi di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Munculnya protes di desa ini disebabkan tingginya suara tidak sah. Dari 3.222 pemilih yang hadir, suara tidak sah mencapai 946.  Dari dua kandidat yang bertarung, dimenangkan Khamim Gozali, dengan perolehan 1.191 suara.

Baca Juga :  Pilkades di Banyulegi, Dawarblandong Berpotensi Diulang
- Advertisement -

Terkait hal ini, Ardi mengaku, akan membahas secara utuh dan mengevaluasi proses pilkades secara menyeluruh. ’’Surat suara banyak yang nggak sah. Nah, apakah panitia sudah sesuai aturan, atau belum,’’ pungkasnya. Perlu diketahui, di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, pilkades diikuti empat kandidat. Selain Bambang Heri dan Andik Wibowo, juga ada dua kandidat lainnya. Masing-masing Sunali dengan 428 suara, dan Mulyo Supriyatno dengan perolehan 79 suara.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/