alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Hobi Naik Gunung, Pilih Jadi Atlet setelah Ibu Sakit

MOJOKERTO – Tak dinyana, talenta bocah-bocah asal Kota Mojokerto begitu besar. Itu dibuktikan lewat Rizal Farzana Wijaya, bocah 8 tahun yang masih duduk di bangku kelas II SDIT Permata. Atlet cilik cabor panjat tebing ini menggondol juara II dalam ajang kejuaraan tingkat Provinsi Jatim yang digelar baru-baru ini.

Rizal Farzana Wijaya nama lengkapnya. Bocah bertubuh kurus ini anak pasangan Ketut Wijaya dengan Febrina Bayurini. Sehari-hari, dia adalah bocah bau kencur yang belajar di SDIT Permata di kawasan Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Minatnya pada olahraga panjat tebing ini sebenarnya bukan sesuatu yang diinginkannya sebelumnya. Lantaran, hobi bocah berbintang Libra ini adalah naik gunung. Hobi yang seolah ’’berat’’ bagi sosok anak-anak. Akan tetapi, kenyataannya begitulah.

Ketut Wijaya, ayah Rizal sendiri, mengakuinya. Anak pertamanya itu sebelumnya tidak mengenal panjat tebing. Malahan, Rizal awalnya kalau berangkat sekolah selalu menanyakan aneka gunung yang terhampar di kawasan Mojokerto. Dari situ rupanya minat naik gunung tertanam. ’’Dia itu hobi sekali naik gunung. Biasanya naik gunung sama ibunya,’’ kata dia.

Baca Juga :  Sempat Putus Asa setelah Karya Ditolak Belasan Penerbit

Menjadi atlet panjat tebing itu, kata Ketut, bisa disebut sebuah ketidaksengajaan. Suatu ketika, Rizal yang ngebet naik gunung terpaksa mengubur dalam-dalam keinginannya. Lantaran, ibunya yang biasa jadi partner naik gunung mendadak jatuh sakit. ’’Ya lumayan sakitnya. Terpaksa Rizal tidak bisa naik gunung saat itu,’’ sambung pria yang sehari-hari dinas di pemkot ini.

Dari situ, Ketut yang dulunya merupakan penghobi panjat tebing, coba menawari anak lelakinya itu. Gayung pun bersambut. Rizal rupanya tertarik dengan dunia panjat tebing. Sejak usia 6 tahun, Rizal akhirnya dimasukkan dalam klub panjat tebing di kota, RCI Kota Mojokerto.

Latihan demi latihan dilakoni Rizal. Biasanya, dia latihan di papan panjat yang berdiri di samping kantor Disporabudpar Kota Mojokerto Jalan Lawu, Kecamatan Magersari. Di situ, dia biasa dilatih dua pelatih, Alif dan Tian. ’’Pernah turun lomba terbuka di Desember 2016 dan Mei 2017 tapi belum bisa juara,’’ tandas pria beralamat Jalan Muria Raya No 1 Kedundung ini.

Baca Juga :  Buku Dalam Gerobak Impian, Wadahi Anak-Anak Berkreasi

Cukup lama berlatih rupanya Rizal gatal juga untuk merebut trofi juara. Pada bulan Juli ini, kebetulan ada lomba Kejurprov di Surabaya. Kejuaraan itu resmi digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur.

Sebulan penuh Rizal menggembleng diri. Dia setiap hari latihan di papan panjat FPTI Kota Mojokerto. Dia dilatih dua pelatih. Selain itu, ayahnya juga terus mendampingi. Pada kompetisi itu, Rizal akhirnya dapat juara dua pada kategori spyder kid kelompok usia C (7-9 tahun).

Capaian itu betul-betul disyukuri. Lantaran, bagi Rizal sendiri menjadi catatan positif hasil latihannya selama bertahun-tahun. Namun, bagi FPTI Kota Mojokerto, prestasi itu juga menjadi kebanggaan. ’’Ini gelar juara pertama setelah enam tahun, FPTI tanpa juara,’’ sebut Ketut.

Ke depan, dirinya bakal terus mengawal perkembangan anaknya. Khususnya, prestasi di bidang olahraga panjat tebing. Lantaran, potensi Rizal cukup mumpuni untuk dikembangkan. ’’Latihan terus dilakukan. Selain itu, dia juga terus melanjutkan hobi naik gunungnya,’’ timpal pria berkumis lebat ini.

MOJOKERTO – Tak dinyana, talenta bocah-bocah asal Kota Mojokerto begitu besar. Itu dibuktikan lewat Rizal Farzana Wijaya, bocah 8 tahun yang masih duduk di bangku kelas II SDIT Permata. Atlet cilik cabor panjat tebing ini menggondol juara II dalam ajang kejuaraan tingkat Provinsi Jatim yang digelar baru-baru ini.

Rizal Farzana Wijaya nama lengkapnya. Bocah bertubuh kurus ini anak pasangan Ketut Wijaya dengan Febrina Bayurini. Sehari-hari, dia adalah bocah bau kencur yang belajar di SDIT Permata di kawasan Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Minatnya pada olahraga panjat tebing ini sebenarnya bukan sesuatu yang diinginkannya sebelumnya. Lantaran, hobi bocah berbintang Libra ini adalah naik gunung. Hobi yang seolah ’’berat’’ bagi sosok anak-anak. Akan tetapi, kenyataannya begitulah.

Ketut Wijaya, ayah Rizal sendiri, mengakuinya. Anak pertamanya itu sebelumnya tidak mengenal panjat tebing. Malahan, Rizal awalnya kalau berangkat sekolah selalu menanyakan aneka gunung yang terhampar di kawasan Mojokerto. Dari situ rupanya minat naik gunung tertanam. ’’Dia itu hobi sekali naik gunung. Biasanya naik gunung sama ibunya,’’ kata dia.

Baca Juga :  Kepengurusan Dinakhodai Kiai Zainal Alim

Menjadi atlet panjat tebing itu, kata Ketut, bisa disebut sebuah ketidaksengajaan. Suatu ketika, Rizal yang ngebet naik gunung terpaksa mengubur dalam-dalam keinginannya. Lantaran, ibunya yang biasa jadi partner naik gunung mendadak jatuh sakit. ’’Ya lumayan sakitnya. Terpaksa Rizal tidak bisa naik gunung saat itu,’’ sambung pria yang sehari-hari dinas di pemkot ini.

Dari situ, Ketut yang dulunya merupakan penghobi panjat tebing, coba menawari anak lelakinya itu. Gayung pun bersambut. Rizal rupanya tertarik dengan dunia panjat tebing. Sejak usia 6 tahun, Rizal akhirnya dimasukkan dalam klub panjat tebing di kota, RCI Kota Mojokerto.

- Advertisement -

Latihan demi latihan dilakoni Rizal. Biasanya, dia latihan di papan panjat yang berdiri di samping kantor Disporabudpar Kota Mojokerto Jalan Lawu, Kecamatan Magersari. Di situ, dia biasa dilatih dua pelatih, Alif dan Tian. ’’Pernah turun lomba terbuka di Desember 2016 dan Mei 2017 tapi belum bisa juara,’’ tandas pria beralamat Jalan Muria Raya No 1 Kedundung ini.

Baca Juga :  Galian Liar Marak, Gubernur Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Cukup lama berlatih rupanya Rizal gatal juga untuk merebut trofi juara. Pada bulan Juli ini, kebetulan ada lomba Kejurprov di Surabaya. Kejuaraan itu resmi digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur.

Sebulan penuh Rizal menggembleng diri. Dia setiap hari latihan di papan panjat FPTI Kota Mojokerto. Dia dilatih dua pelatih. Selain itu, ayahnya juga terus mendampingi. Pada kompetisi itu, Rizal akhirnya dapat juara dua pada kategori spyder kid kelompok usia C (7-9 tahun).

Capaian itu betul-betul disyukuri. Lantaran, bagi Rizal sendiri menjadi catatan positif hasil latihannya selama bertahun-tahun. Namun, bagi FPTI Kota Mojokerto, prestasi itu juga menjadi kebanggaan. ’’Ini gelar juara pertama setelah enam tahun, FPTI tanpa juara,’’ sebut Ketut.

Ke depan, dirinya bakal terus mengawal perkembangan anaknya. Khususnya, prestasi di bidang olahraga panjat tebing. Lantaran, potensi Rizal cukup mumpuni untuk dikembangkan. ’’Latihan terus dilakukan. Selain itu, dia juga terus melanjutkan hobi naik gunungnya,’’ timpal pria berkumis lebat ini.

Artikel Terkait

Most Read

Polisi Selidiki Dugaan Pencemaran Limbah

Randy Dituntut Ringan

Korban AM Berpotensi Bertambah

Artikel Terbaru


/