alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Terkesan Simpel nan Elegan

Arloji Analog Ngetren Lagi

DI tengah gempuran promosi jam tangan digital maupun smartwatch, arloji analog justru makin digandrungi. Meski tidak dilengkapi dengan seabrek fitur canggih, kesan klasik dan elegan jadi nilai plus tersendiri. Terlebih bagi kaum hawa, fungsi jam tangan analog bisa sekaligus sebagai perhiasan.

Jamak kita dapati desain jam tangan analog yang dijual di pasaran berkonsep sederhana. Jumlah tombol di bagian kepala jam tangan tampak minim. Berbanding lurus dengan fitur yang ada, sehingga background kepala jam pun tampak minimalis. Seperti arloji besutan brand kenamaan Seiko, Casio, hingga Daniel Wellington. Namun, konsep sederhana itu jadi nilai plus tersendiri. Justru, kesan rapi semakin menonjol.

’’Tombolnya nggak banyak dan njelimet. Jadi kesannya simpel tapi elegan. Beda sama jam digital yang banyak tombolnya dan background-nya ini sampai penuh,’’ ujar Dini, salah seorang pengguna arlogi analog.

Baca Juga :  Jadi Laga Pertaruhan Gengsi Empat Besar

Menurutnya, kesan elegan pada arloji analog kian menonjol saat tali jam tangan atau strap berbahan stainless. Itu karena kesan glossy yang membuat jam tangan tampak mewah.

Dikatakannya, hal tersebut berbanding terbalik dengan jam tangan digital yang belakangan ini desainnya cenderung sporty. Dengan tali berbahan karet beserta sejumlah tombol yang memenuhi kepala jam tangan. ’’Kalau ketahanannya mungkin hampir sama. Banyak yang bilang bisa sampai 10 tahun atau lebih. Yang analog ini kelihatan lebih real karena ada wujud fisiknya, bukan display angka saja,’’ ungkap perempuan asal Desa/Kecamatan Sooko yang mengkoleksi enam arloji analog itu.

Lantaran punya look rapi dan mewah, jam tangan analog biasa dipilih untuk kegiatan formal. Baik untuk ke kantor hingga kondangan. ’’Karena desainnya simpel, menyesuaikan kebutuhan saja. Biasanya buat acara formal,’’ sebut Nikmatus, 39.

Baca Juga :  Dewan Pers Paling Berwenang Sertifikasi Wartawan

Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Mojosari mengaku punya kedua jenis jam tangan analog dan digital. Untuk kegiatan santai atau olahraga, ia biasa menggunakan arloji digital. Lantaran ada sejumlah fitur penunjang layaknya stopwatch dan heart meter.

Meski begitu, untuk kegiatan sehari-hari, ia cenderung menggunkan arlogi analog. Tak lain karena desainnya yang simpel dan tampak elegan.’’Tujuan utamanya memang penunjuk waktu. Tapi saat tertentu memang bisa sekaligus perhiasan. Karena (desain) simplenya ini cukup dikombinasi sama satu gelang saja. Sudah bagus di tangan,’’ tandasnya ibu satu anak itu. (vad/fen)

Arloji Analog Ngetren Lagi

DI tengah gempuran promosi jam tangan digital maupun smartwatch, arloji analog justru makin digandrungi. Meski tidak dilengkapi dengan seabrek fitur canggih, kesan klasik dan elegan jadi nilai plus tersendiri. Terlebih bagi kaum hawa, fungsi jam tangan analog bisa sekaligus sebagai perhiasan.

Jamak kita dapati desain jam tangan analog yang dijual di pasaran berkonsep sederhana. Jumlah tombol di bagian kepala jam tangan tampak minim. Berbanding lurus dengan fitur yang ada, sehingga background kepala jam pun tampak minimalis. Seperti arloji besutan brand kenamaan Seiko, Casio, hingga Daniel Wellington. Namun, konsep sederhana itu jadi nilai plus tersendiri. Justru, kesan rapi semakin menonjol.

’’Tombolnya nggak banyak dan njelimet. Jadi kesannya simpel tapi elegan. Beda sama jam digital yang banyak tombolnya dan background-nya ini sampai penuh,’’ ujar Dini, salah seorang pengguna arlogi analog.

Baca Juga :  Wisata Baru, Lembah Indah di Sudut Desa

Menurutnya, kesan elegan pada arloji analog kian menonjol saat tali jam tangan atau strap berbahan stainless. Itu karena kesan glossy yang membuat jam tangan tampak mewah.

Dikatakannya, hal tersebut berbanding terbalik dengan jam tangan digital yang belakangan ini desainnya cenderung sporty. Dengan tali berbahan karet beserta sejumlah tombol yang memenuhi kepala jam tangan. ’’Kalau ketahanannya mungkin hampir sama. Banyak yang bilang bisa sampai 10 tahun atau lebih. Yang analog ini kelihatan lebih real karena ada wujud fisiknya, bukan display angka saja,’’ ungkap perempuan asal Desa/Kecamatan Sooko yang mengkoleksi enam arloji analog itu.

- Advertisement -

Lantaran punya look rapi dan mewah, jam tangan analog biasa dipilih untuk kegiatan formal. Baik untuk ke kantor hingga kondangan. ’’Karena desainnya simpel, menyesuaikan kebutuhan saja. Biasanya buat acara formal,’’ sebut Nikmatus, 39.

Baca Juga :  Daun Sungkai Tengah Diteliti Sebagai Obat COVID-19

Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Mojosari mengaku punya kedua jenis jam tangan analog dan digital. Untuk kegiatan santai atau olahraga, ia biasa menggunakan arloji digital. Lantaran ada sejumlah fitur penunjang layaknya stopwatch dan heart meter.

Meski begitu, untuk kegiatan sehari-hari, ia cenderung menggunkan arlogi analog. Tak lain karena desainnya yang simpel dan tampak elegan.’’Tujuan utamanya memang penunjuk waktu. Tapi saat tertentu memang bisa sekaligus perhiasan. Karena (desain) simplenya ini cukup dikombinasi sama satu gelang saja. Sudah bagus di tangan,’’ tandasnya ibu satu anak itu. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/