alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Berlangsung Meriah, Bakal Dijadikan Event Tahunan

Kirab Budaya Mojo Bangkit Berhasil Gaet Antusiasme Masyarakat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kirab Budaya Mojo Bangkit yang menjadi rangkaian Hari Jadi Kota yang ke-104 berlangsung meriah. Terbukti, acara tersebut berhasil menggaet antusiasme ribuan warga untuk menyaksikan beragam pentas seni yang ditampilkan.

Acara yang rencananya akan digelar tiap tahun ini dibuka langsung oleh Wali Kota Ika Puspitasari pada Sabtu (25/06) di Lapangan Raden Wijaya Surodinawan. Berbagai seni budaya dan sejarah dihadirkan dalam gelaran Kirab Budaya Mojo Bangkit kali ini.

Di antaranya seni karawitan, drama kolosal, tari tradisional, barongsai, bantengan, reog ponorogo, komunitas dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Ning Ita, panggilan akrab Wali Kota, mengatakan Kirab Budaya Mojo Bangkit ini merupakan rangkaian hari jadi kota Mojokerto yang telah disiapkan bagi warga Kota Mojokerto.

Terlebih dalam dua tahun ini, pemerintah dan masyarakat menghadapi Wabah Covid-19 dan meniadakan acara-acara yang bersifat kerumunan. ’’Maka dari itu, pada hari jadi kali ini merupakan hal yang dinantikan bersama. Kegiatan seni budaya hingga acara keagamaan bisa dilaksanakan dalam momen hari jadi Kota Mojokerto,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Siksa Istri sampai Mati, Disundut Gelas Panas, Tendang Bagian Ulu Hati

Wali Kota mengatakan, dalam parade Kirab Budaya Mojo Bangkit kali ini turut diikuti sebanyak 700 peserta yang semuanya terdiri dari warga Kota Mojokerto. Pihaknya juga menyampaikan memberikan apresiasi terhadap pihak yang terlibat dalam suksesnya acara ini.
Terlebih, Pemkot telah menetapkan Kirab Budaya Mojo Bangkit ini sebagai event tahunan yang akan terus dilakukan. ’’Kirab Budaya Mojo Bangkit ini telah dijadikan event tahunan. Dimana setiap tahun melalui kegiatan kolosal ini akan melibatkan masyarakat dalam kirab budaya ini,’’ sebutnya.

Selain itu, Kirab Budaya Mojo Bangkit ini juga terdapat pembelajaran yang berharga yang bisa diambil yakni sejarah tentang berdirinya kota Mojokerto yakni Spirit of Majapahit. ’’Semoga melalui kirab budaya ini masyarakat kota Mojokerto ini bisa terhibur dan juga mendapat pelajaran tentang sejarah,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wahid menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kemajuan budaya di era serba teknologi terlebih searah dengan program Wali Kota yang mengusung Spirit of Majapahit.

Baca Juga :  Desak Bapenda Blak-blakan, Dewan Minta Buka Data Petugas Pemungut Pajak

Dimana, pada awal kerajaan Majapahit pernah dipimpin oleh ratu perempuan bernama Ratu Tribuana Tunggadewi lalu dilanjutkan oleh Prabu Hayam Wuruk. ’’Kami berupaya mengingatkan masyarakat dengan uri uri budaya bahwa Nusantara pernah menjadi satu di bawah Raja Majapahit. Untuk itu, kami pada zaman teknologi serba canggih ini, kita memanfaatkan atau kolaborasi dengan kemajuan kebudayaan di Mojokerto ini,’’ bebernya.

Berbagai tari-tarian, drama kolosal hingga kegiatan budaya, seperti bantengan, liang-liong, tarian yang melibatkan masyarakat banyak dan drama Tribuana Tunggadewi yang diperagakan oleh Wali Kota Mojokerto dilaksanakan.

Tujuan dalam Kirab Budaya Mojo Bangkit kali ini, tidak lain untuk menghibur warga kota Mojokerto di momen hari Jadi Kota Mojokerto yang Ke-104. ’’Ini juga sebagai pengingat kembali apapun yang terjadi terlebih dalam kemajuan teknologi masyarakat agar tidak lupa akan budaya,’’ tandasnya. (oce/fen/adv)

Kirab Budaya Mojo Bangkit Berhasil Gaet Antusiasme Masyarakat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kirab Budaya Mojo Bangkit yang menjadi rangkaian Hari Jadi Kota yang ke-104 berlangsung meriah. Terbukti, acara tersebut berhasil menggaet antusiasme ribuan warga untuk menyaksikan beragam pentas seni yang ditampilkan.

Acara yang rencananya akan digelar tiap tahun ini dibuka langsung oleh Wali Kota Ika Puspitasari pada Sabtu (25/06) di Lapangan Raden Wijaya Surodinawan. Berbagai seni budaya dan sejarah dihadirkan dalam gelaran Kirab Budaya Mojo Bangkit kali ini.

Di antaranya seni karawitan, drama kolosal, tari tradisional, barongsai, bantengan, reog ponorogo, komunitas dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Ning Ita, panggilan akrab Wali Kota, mengatakan Kirab Budaya Mojo Bangkit ini merupakan rangkaian hari jadi kota Mojokerto yang telah disiapkan bagi warga Kota Mojokerto.

Terlebih dalam dua tahun ini, pemerintah dan masyarakat menghadapi Wabah Covid-19 dan meniadakan acara-acara yang bersifat kerumunan. ’’Maka dari itu, pada hari jadi kali ini merupakan hal yang dinantikan bersama. Kegiatan seni budaya hingga acara keagamaan bisa dilaksanakan dalam momen hari jadi Kota Mojokerto,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Desak Bapenda Blak-blakan, Dewan Minta Buka Data Petugas Pemungut Pajak

Wali Kota mengatakan, dalam parade Kirab Budaya Mojo Bangkit kali ini turut diikuti sebanyak 700 peserta yang semuanya terdiri dari warga Kota Mojokerto. Pihaknya juga menyampaikan memberikan apresiasi terhadap pihak yang terlibat dalam suksesnya acara ini.
Terlebih, Pemkot telah menetapkan Kirab Budaya Mojo Bangkit ini sebagai event tahunan yang akan terus dilakukan. ’’Kirab Budaya Mojo Bangkit ini telah dijadikan event tahunan. Dimana setiap tahun melalui kegiatan kolosal ini akan melibatkan masyarakat dalam kirab budaya ini,’’ sebutnya.

- Advertisement -

Selain itu, Kirab Budaya Mojo Bangkit ini juga terdapat pembelajaran yang berharga yang bisa diambil yakni sejarah tentang berdirinya kota Mojokerto yakni Spirit of Majapahit. ’’Semoga melalui kirab budaya ini masyarakat kota Mojokerto ini bisa terhibur dan juga mendapat pelajaran tentang sejarah,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wahid menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kemajuan budaya di era serba teknologi terlebih searah dengan program Wali Kota yang mengusung Spirit of Majapahit.

Baca Juga :  Pengukuhan Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Mojokerto

Dimana, pada awal kerajaan Majapahit pernah dipimpin oleh ratu perempuan bernama Ratu Tribuana Tunggadewi lalu dilanjutkan oleh Prabu Hayam Wuruk. ’’Kami berupaya mengingatkan masyarakat dengan uri uri budaya bahwa Nusantara pernah menjadi satu di bawah Raja Majapahit. Untuk itu, kami pada zaman teknologi serba canggih ini, kita memanfaatkan atau kolaborasi dengan kemajuan kebudayaan di Mojokerto ini,’’ bebernya.

Berbagai tari-tarian, drama kolosal hingga kegiatan budaya, seperti bantengan, liang-liong, tarian yang melibatkan masyarakat banyak dan drama Tribuana Tunggadewi yang diperagakan oleh Wali Kota Mojokerto dilaksanakan.

Tujuan dalam Kirab Budaya Mojo Bangkit kali ini, tidak lain untuk menghibur warga kota Mojokerto di momen hari Jadi Kota Mojokerto yang Ke-104. ’’Ini juga sebagai pengingat kembali apapun yang terjadi terlebih dalam kemajuan teknologi masyarakat agar tidak lupa akan budaya,’’ tandasnya. (oce/fen/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/