alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Dicoret KPU, Kandidat Alami Syok

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto – KEPUTUSAN diskualifikasi yang dilakukan KPU sempat membuat bapaslon perseorangan Subagya-Abdi Subhan syok. Meski begitu, mereka memastikan tak akan diam atas keputusan pencoretan oleh KPU tersebut. Liaison officer (LO) bapaslon Subagya-Abdi Subhan, Defri Ervanda Krismianto mengatakan, para pendukung, tim pemenangan, hingga bapaslon sempat mengalami syok atas keputusan penyelenggara pilkada tersebut. ’’Tadi (kemarin, Red) sempat kaget. Dan, paling tidak, besok (hari ini, Red) akan ambil langkah-langkah untuk jalan keluar,’’ ungkapnya.

Tim pemenangan di bagian legal, kata Defri, akan melakukan kajian atas pencoretan tersebut. ’’Kita akan membaca berita acara pencoretan itu. Bagaimana kronologinya,’’ tandasnya. Meski memastikan tak akan diam atas putusan KPU, namun tim Subagya-Abdi Subhan mengakui, jika jumlah dukungan hard copy yang dikirimkan ke kantor KPU di pengujung penutupan penyerahan berkas tak sesuai dengan soft copy dukungan yang diunggah di Silon.

Defri beralasan, banyaknya dukungan yang tak sesuai dengan soft copy karena kecelakaan selama proses pemberkasan. ’’Terkena hujan. Sehingga rusak dan belum sempat diperbaiki,’’ tegas dia. Proses memasukkan data dukungan hard copy ke soft copy memang dilakukan di Perumahan Lawang Asri, Kecamatan Puri. Dilakukan di sebuah teras rumah milik Subagya. Saat hujan tiba, empasan air tak bisa dihindari.

Baca Juga :  Bukan Parpol Penentu, PAN Hanya Lirik Calon Potensial

Bagi tim Subagya-Abdi Subhan, kerusakan berkas dukungan, mencapai ribuan. Dan belum sempat dilakukan perbaikan. Bahkan, timnya sempat berpikir jika KPU akan memberikan waktu untuk memperbaiki bukti dukungan. ’’Ternyata, apa yang kita bawa ke KPU, ya itu yang akan dihitung. Sehingga bukti fisik, tidak sesuai dengan jumlah Silon,’’ paparnya.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif menambahkan, perbaikan dan penambahan syarat dukungan calon independen bisa dilakukan sebelum 23 Februari. Namun, Subagya justru baru memasukkan saat menit terakhir sebelum penutupan. ’’Last minutes. Tepat di pukul 00.00,’’ jelas dia. KPU baru memberikan waktu perbaikan, jika kandidat menyerahkan dukungan sebelum 23 Februari. ’’Nah, batas perbaikan bisa sampai penutupan,’’ jelasnya. Penerimaan berkas di detik-detik terakhir itu lantaran proses mengunggah data dukungan di Silon berjalan sangat lambat.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Menurun Tajam, Penerapan PPKM DIlanjutkan

Pergerakan Silon yang sangat lambat, sempat membuat para kandidat dan puluhan pendukungnya deg-degan. Bahkan, pasangan calon Subagya-Subhan berulangkali terlihat mengusap peluh yang terus mengucur deras. Suasana kian tegang saat pukul 23.57. Komisioner KPU yang berada di barisan depan bakal paslon terus mengumumkan waktu mundur. ’’Kurang 3 menit,’’ katanya. Semua terdiam. Semua tegang. Sementara, sejumlah operator Silon dari bakal paslon terus mengotak-atik komputer. Adalah ketua LO) Defri Ervanda Krismianto. Ia terus mencoba menjejalkan data ke aplikasi Silon dengan laptop di pangkuannya.

Waktu kurang 2 menit. Sementara data di aplikasi online masih belum tuntas. Jumlah dukungan masih mencapai 61.000-an. Masih kurang seribuan dukungan lebih. Di menit terakhir, komisioner KPU langsung meminta pendapat Bawaslu. Dihadiri dua komisioner Bawaslu, Afidatusholihah dan Dody Faisal, keduanya langsung mengecek pergerakan dukungan melalui ponselnya. Ternyata, pergerakan lebih cepat. Melalui jaringan telepon seluler, jumlah dukungan yang masuk dari pasangan Subagya-Abdi Subhan sudah melebihi batas minimal dukungan. 

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto – KEPUTUSAN diskualifikasi yang dilakukan KPU sempat membuat bapaslon perseorangan Subagya-Abdi Subhan syok. Meski begitu, mereka memastikan tak akan diam atas keputusan pencoretan oleh KPU tersebut. Liaison officer (LO) bapaslon Subagya-Abdi Subhan, Defri Ervanda Krismianto mengatakan, para pendukung, tim pemenangan, hingga bapaslon sempat mengalami syok atas keputusan penyelenggara pilkada tersebut. ’’Tadi (kemarin, Red) sempat kaget. Dan, paling tidak, besok (hari ini, Red) akan ambil langkah-langkah untuk jalan keluar,’’ ungkapnya.

Tim pemenangan di bagian legal, kata Defri, akan melakukan kajian atas pencoretan tersebut. ’’Kita akan membaca berita acara pencoretan itu. Bagaimana kronologinya,’’ tandasnya. Meski memastikan tak akan diam atas putusan KPU, namun tim Subagya-Abdi Subhan mengakui, jika jumlah dukungan hard copy yang dikirimkan ke kantor KPU di pengujung penutupan penyerahan berkas tak sesuai dengan soft copy dukungan yang diunggah di Silon.

Defri beralasan, banyaknya dukungan yang tak sesuai dengan soft copy karena kecelakaan selama proses pemberkasan. ’’Terkena hujan. Sehingga rusak dan belum sempat diperbaiki,’’ tegas dia. Proses memasukkan data dukungan hard copy ke soft copy memang dilakukan di Perumahan Lawang Asri, Kecamatan Puri. Dilakukan di sebuah teras rumah milik Subagya. Saat hujan tiba, empasan air tak bisa dihindari.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Menurun Tajam, Penerapan PPKM DIlanjutkan

Bagi tim Subagya-Abdi Subhan, kerusakan berkas dukungan, mencapai ribuan. Dan belum sempat dilakukan perbaikan. Bahkan, timnya sempat berpikir jika KPU akan memberikan waktu untuk memperbaiki bukti dukungan. ’’Ternyata, apa yang kita bawa ke KPU, ya itu yang akan dihitung. Sehingga bukti fisik, tidak sesuai dengan jumlah Silon,’’ paparnya.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif menambahkan, perbaikan dan penambahan syarat dukungan calon independen bisa dilakukan sebelum 23 Februari. Namun, Subagya justru baru memasukkan saat menit terakhir sebelum penutupan. ’’Last minutes. Tepat di pukul 00.00,’’ jelas dia. KPU baru memberikan waktu perbaikan, jika kandidat menyerahkan dukungan sebelum 23 Februari. ’’Nah, batas perbaikan bisa sampai penutupan,’’ jelasnya. Penerimaan berkas di detik-detik terakhir itu lantaran proses mengunggah data dukungan di Silon berjalan sangat lambat.

Baca Juga :  Yoko Baru Konsultasi Mundur dari ASN

Pergerakan Silon yang sangat lambat, sempat membuat para kandidat dan puluhan pendukungnya deg-degan. Bahkan, pasangan calon Subagya-Subhan berulangkali terlihat mengusap peluh yang terus mengucur deras. Suasana kian tegang saat pukul 23.57. Komisioner KPU yang berada di barisan depan bakal paslon terus mengumumkan waktu mundur. ’’Kurang 3 menit,’’ katanya. Semua terdiam. Semua tegang. Sementara, sejumlah operator Silon dari bakal paslon terus mengotak-atik komputer. Adalah ketua LO) Defri Ervanda Krismianto. Ia terus mencoba menjejalkan data ke aplikasi Silon dengan laptop di pangkuannya.

- Advertisement -

Waktu kurang 2 menit. Sementara data di aplikasi online masih belum tuntas. Jumlah dukungan masih mencapai 61.000-an. Masih kurang seribuan dukungan lebih. Di menit terakhir, komisioner KPU langsung meminta pendapat Bawaslu. Dihadiri dua komisioner Bawaslu, Afidatusholihah dan Dody Faisal, keduanya langsung mengecek pergerakan dukungan melalui ponselnya. Ternyata, pergerakan lebih cepat. Melalui jaringan telepon seluler, jumlah dukungan yang masuk dari pasangan Subagya-Abdi Subhan sudah melebihi batas minimal dukungan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/