alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Anak Gagal Terpilih, Polisi Tutup Jalan

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto- NASIB sepuluh keluarga di Dusun Kenongo, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, terancam terisolir. Sebab, jalan yang selama ini menjadi satu-satunya akses keluar-masuk rumah, bakal ditutup oleh pemilik lahan. Bahkan, kemarin pemiliknya sudah menggali lahan untuk pembangunan pondasi tembok.

Rencana penutupan jalan ini disinyalir akibat buntut kekecewaan pemilik lahan, setelah anaknya gagal terpilih sebagai kepala desa di pilkades serentak. Menyusul, suara yang diperolehnya terpaut jauh dari lawan-lawannya. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, akses jalan selebar 2,5 meter tersebut sudah digali pekerja suruhan dari pemilik lahan, Wy.

Ia adalah ayah dari cakades nomor urut 02, Aprizal WD. ’’Saya pulang, sudah tidak bisa dilewati. Jalan sudah digali,’’ ungkap Heri Muntako.

Cakades di pilkades Desa Mlirip ini diketahui terdapat lima orang. Heri mengaku, sudah berusaha mengklarifikasi Wy, saat itu berada di lokasi galian. Apalagi, enam tahun lalu, Wy pernah mengatakan, tanah selebar sekitar 2,5 meter miliknya akan dihibahkan kepada warga sebagai akses jalan umum.

Baca Juga :  Money Politic Pilkades Berubah Nama Jadi Paket Internet

’’Jawaban dia (Wy, Red) berkali-kali bilang, ini tanahku, ini tanahku,’’ jelas Heri menirukan penjelasan Wy. Jalan tersebut tak lain menjadi akses bagi sepuluh keluarga sebagai penghuni sepuluh rumah berada di belakang jalan. Namun, klarifikasi tersebut tak ditanggapi Wy. Wy, belakangan diketahui juga sebagai anggota kepolisian yang berdinas di Polsek Gedeg.

Akibatnya, warga yang terdampak rencana penutupan jalan ini mengadu ke perangkat desa, dengan mendatangi kantor desa setempat. Mereka menuntut desa agar mencarikan jalan tengah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. ’’Kalautoh itu disebabkan permasalahan anaknya yang kalah dalam pilkades, harusnya tidak sampai menutup jalan seperti itu. Kan dalam pilihan ini harus siap menang, siap kalah,’’ terangnya.

Sementara, untuk keluar-masuk, sepuluh kepala keluarga (KK) ini harus memutar lewat pekarangan warga, yang jaraknya lebih jauh. Bahkan, sulit dilalui dengan kendaraan. ’’Memang, dari dulu kesalahannya, hibahnya tidak ada hitam di atas putih. Hanya berupa lisan saja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Didesak Hitung Ulang, Pemkab Ogah Gegabah

Warga berharap ada toleransi dari Wy, untuk tidak melanjutkan rencana penutupan akses jalan tersebut.’’Jangan sampai ada perselisihan diantara kita yang sama-sama warga setempat,’’ harapnya.

Sementara itu, Plt Desa Mlirip Tri Hendra Wibowo, membenarkan adanya laporan warga terkaitrencana penutupan akses jalan keluar masuk bagi sepuluh KK tersebut. ’’Nanti akan kita mediasi. Kita akan carikan solusi yang terbaik,’’ tuturnya.

Menurutnya, perangkat desa juga belum mengetahui jelas alasan pemilik lahan menutup akses jalan tersebut. 

Namun, Tri Hendra Wibowo tak membantah, jika satu dari lima calon kades adalah putra Wy. Dalam pemilihan, Aprizal WD sekadar meraup 250 suara. Perolehan suara ini menempati urutan empat dari lima calon yang bersaing. Masing-masing, nomor urut 01 Danis O., mengantongi 593 suara, nomor urut 03 Purwanto dengan raihan 1.639 suara, nomor urut 04 Syamsul J., mengumpulkan 1.150 suara, dan nomor urut 05 Joko Santoso dengan 176 suara.

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto- NASIB sepuluh keluarga di Dusun Kenongo, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, terancam terisolir. Sebab, jalan yang selama ini menjadi satu-satunya akses keluar-masuk rumah, bakal ditutup oleh pemilik lahan. Bahkan, kemarin pemiliknya sudah menggali lahan untuk pembangunan pondasi tembok.

Rencana penutupan jalan ini disinyalir akibat buntut kekecewaan pemilik lahan, setelah anaknya gagal terpilih sebagai kepala desa di pilkades serentak. Menyusul, suara yang diperolehnya terpaut jauh dari lawan-lawannya. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, akses jalan selebar 2,5 meter tersebut sudah digali pekerja suruhan dari pemilik lahan, Wy.

Ia adalah ayah dari cakades nomor urut 02, Aprizal WD. ’’Saya pulang, sudah tidak bisa dilewati. Jalan sudah digali,’’ ungkap Heri Muntako.

Cakades di pilkades Desa Mlirip ini diketahui terdapat lima orang. Heri mengaku, sudah berusaha mengklarifikasi Wy, saat itu berada di lokasi galian. Apalagi, enam tahun lalu, Wy pernah mengatakan, tanah selebar sekitar 2,5 meter miliknya akan dihibahkan kepada warga sebagai akses jalan umum.

Baca Juga :  Latih Mental, Perbanyak Sparing Luar Daerah

’’Jawaban dia (Wy, Red) berkali-kali bilang, ini tanahku, ini tanahku,’’ jelas Heri menirukan penjelasan Wy. Jalan tersebut tak lain menjadi akses bagi sepuluh keluarga sebagai penghuni sepuluh rumah berada di belakang jalan. Namun, klarifikasi tersebut tak ditanggapi Wy. Wy, belakangan diketahui juga sebagai anggota kepolisian yang berdinas di Polsek Gedeg.

Akibatnya, warga yang terdampak rencana penutupan jalan ini mengadu ke perangkat desa, dengan mendatangi kantor desa setempat. Mereka menuntut desa agar mencarikan jalan tengah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. ’’Kalautoh itu disebabkan permasalahan anaknya yang kalah dalam pilkades, harusnya tidak sampai menutup jalan seperti itu. Kan dalam pilihan ini harus siap menang, siap kalah,’’ terangnya.

- Advertisement -

Sementara, untuk keluar-masuk, sepuluh kepala keluarga (KK) ini harus memutar lewat pekarangan warga, yang jaraknya lebih jauh. Bahkan, sulit dilalui dengan kendaraan. ’’Memang, dari dulu kesalahannya, hibahnya tidak ada hitam di atas putih. Hanya berupa lisan saja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  PuTik Gowes Bareng ke KPU

Warga berharap ada toleransi dari Wy, untuk tidak melanjutkan rencana penutupan akses jalan tersebut.’’Jangan sampai ada perselisihan diantara kita yang sama-sama warga setempat,’’ harapnya.

Sementara itu, Plt Desa Mlirip Tri Hendra Wibowo, membenarkan adanya laporan warga terkaitrencana penutupan akses jalan keluar masuk bagi sepuluh KK tersebut. ’’Nanti akan kita mediasi. Kita akan carikan solusi yang terbaik,’’ tuturnya.

Menurutnya, perangkat desa juga belum mengetahui jelas alasan pemilik lahan menutup akses jalan tersebut. 

Namun, Tri Hendra Wibowo tak membantah, jika satu dari lima calon kades adalah putra Wy. Dalam pemilihan, Aprizal WD sekadar meraup 250 suara. Perolehan suara ini menempati urutan empat dari lima calon yang bersaing. Masing-masing, nomor urut 01 Danis O., mengantongi 593 suara, nomor urut 03 Purwanto dengan raihan 1.639 suara, nomor urut 04 Syamsul J., mengumpulkan 1.150 suara, dan nomor urut 05 Joko Santoso dengan 176 suara.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/