alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Jadwal Penyerahan Rekomendasi Meleset

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – PPP memastikan bakal mengusung bakal pasangan calon (bapaslon) Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoni) di Pilkada Mojokerto 2020 nanti. Sayangnya, rencana menyerahkan rekomendasi yang diagendakan pada Jumat (24/7) meleset dan mendadak urung digelar.

Semula agenda menyerahkan rekom itu dilakukan di kantor DPC PPP Kabupaten Mojokerto, di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, pukul 13.00. Akan tetapi, pagi hari, kabar pembatalan mulai dilakukan. Ketua DPC PPP Kabupaten Mojokerto Kusairin membenarkan urungnya agenda penyerahkan SK penetapan partainya ke bapaslon tersebut.

’’Kita tunda acaranya,’’ ungkapnya, kemarin. Kusairin beralasan, penundaan itu bukan disebabkan oleh pembatalan dukungan ke Yoni. Melainkan, disebabkan kesibukan yang dialami sejumlah pengurus parpol. ’’Hari Jumat, banyak sekali pengurus yang sibuk. Jadi, kita tunda dulu,’’ beber dia.

Baca Juga :  Kakak Kembang Bayang, Adik Harus Rutin Berobat

Politisi asal Dawarblandong ini menilai, meski dilakukan penundaan, namun parpolnya akan menggelar penyerahan rekom ke bapaslon Yoni itu hari ini. ’’Besok (hari ini, Red) pukul 10.00. Kami akan menyerahkan rekom ke Yoni di kantor DPC,’’ jelas Kusairin.

Penyerahan rekom ke tangan bapaslon Yoni, bakal menghapus isu miring yang kian menyebar belakangan ini. Isu itu menyebutkan, running-nya Yoko hanya sekedar check sound. Padahal, Yoko yang berpasangan dengan mantan wakil bupati Mojokerto itu, selalu rutin turun ke pelosok-pelosok perkampungan untuk menggaet simpati masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, rekomendasi PPP di pilkada Mojokerto, dipastikan tak meleset. Nama yang diusulkan tak berubah dan partainya menjatuhkan pilihan ke Yoni.  

Baca Juga :  Al-Junuunu Funuunu

Kusairin menilai, rekom di pilkada sejatinya tak dibutuhkan mendesak oleh para kandidat. Karena selembar surat ini baru dibutuhkan saat pendaftaran pencalonan di KPU, September nanti. ’’Kan tidak butuh sekarang, hanya butuh kepastian saja,’’ ungkapnya.

Meski belum di tangan Yoko, namun Kusairin memastikan, urusan rekom parpol dengan lima kursi di DPRD ini sudah final. Dan, memastikan, Yoni running di pilkada 2020 nanti. Karena partai berlambang Kakbah ini telah menjalin koalisi dengan Golkar yang notabene memiliki 6 kursi dan telah mengeluarkan rekom dua pekan lalu. 

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – PPP memastikan bakal mengusung bakal pasangan calon (bapaslon) Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoni) di Pilkada Mojokerto 2020 nanti. Sayangnya, rencana menyerahkan rekomendasi yang diagendakan pada Jumat (24/7) meleset dan mendadak urung digelar.

Semula agenda menyerahkan rekom itu dilakukan di kantor DPC PPP Kabupaten Mojokerto, di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, pukul 13.00. Akan tetapi, pagi hari, kabar pembatalan mulai dilakukan. Ketua DPC PPP Kabupaten Mojokerto Kusairin membenarkan urungnya agenda penyerahkan SK penetapan partainya ke bapaslon tersebut.

’’Kita tunda acaranya,’’ ungkapnya, kemarin. Kusairin beralasan, penundaan itu bukan disebabkan oleh pembatalan dukungan ke Yoni. Melainkan, disebabkan kesibukan yang dialami sejumlah pengurus parpol. ’’Hari Jumat, banyak sekali pengurus yang sibuk. Jadi, kita tunda dulu,’’ beber dia.

Baca Juga :  PPP Pastikan Yoni Running Pilkada Mojokerto

Politisi asal Dawarblandong ini menilai, meski dilakukan penundaan, namun parpolnya akan menggelar penyerahan rekom ke bapaslon Yoni itu hari ini. ’’Besok (hari ini, Red) pukul 10.00. Kami akan menyerahkan rekom ke Yoni di kantor DPC,’’ jelas Kusairin.

Penyerahan rekom ke tangan bapaslon Yoni, bakal menghapus isu miring yang kian menyebar belakangan ini. Isu itu menyebutkan, running-nya Yoko hanya sekedar check sound. Padahal, Yoko yang berpasangan dengan mantan wakil bupati Mojokerto itu, selalu rutin turun ke pelosok-pelosok perkampungan untuk menggaet simpati masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, rekomendasi PPP di pilkada Mojokerto, dipastikan tak meleset. Nama yang diusulkan tak berubah dan partainya menjatuhkan pilihan ke Yoni.  

Baca Juga :  Beratnya Mencari Setetes Air Bersih
- Advertisement -

Kusairin menilai, rekom di pilkada sejatinya tak dibutuhkan mendesak oleh para kandidat. Karena selembar surat ini baru dibutuhkan saat pendaftaran pencalonan di KPU, September nanti. ’’Kan tidak butuh sekarang, hanya butuh kepastian saja,’’ ungkapnya.

Meski belum di tangan Yoko, namun Kusairin memastikan, urusan rekom parpol dengan lima kursi di DPRD ini sudah final. Dan, memastikan, Yoni running di pilkada 2020 nanti. Karena partai berlambang Kakbah ini telah menjalin koalisi dengan Golkar yang notabene memiliki 6 kursi dan telah mengeluarkan rekom dua pekan lalu. 

Artikel Terkait

Most Read

Hindari Bayi Rewel

Puluhan Siswa dan Guru Antusias Bertanya

Dipecat lalu Disidangkan

Artikel Terbaru


/