alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Menahan Diri agar Tidak Mudik

MOMEN Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi tradisi bagi masyarakat untuk berbagi kasih dan menjalin tali silaturahmi dengan keluarga. Keluarga kami selalu rutin melakukan mudik setiap tahun ke Lingkungan Pangreman IV, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Dari Bekasi, Jabar, perjalanan sepanjang 700 kilometer lebih itu kami tempuh. Bersama keluarga kecil kami, perjalanan panjang itu kerap menghadapi kemacetan panjang. Tetap saja, istri, dan ketiga anak saya, sangat menikmatinya.

Rasa lelah itu terbayar tuntas saat bertemu dengan keluarga besar dan teman-teman di kampung kelahiran. Di Kota Mojokerto, tradisi Lebaran kami lalui dengan indah. Selama bertahun-tahun, sejak tahun 1987 silam meninggalkan Kota Mojokerto, saya selalu pulang kampung.

Baca Juga :  DPW dan DPD PKS Audiensi dengan Bupati Mojokerto

Tetapi, tradisi itu  tak akan kami lakukan tahun ini. Pandemi Covid-19 menjadi ganjalan mudik yang cukup besar. Kami tak ingin menulari. Atau kami tak ingin tertulari. Begitu pula dengan keluarga kami di Kota Mojokerto. Mereka sudah memahami kondisi ini.

Bahkan, keluarga kami di Mojokerto meminta agar menahan diri. Tidak keluar rumah atau bahkan mudik saat lebaran nanti. Bagi kami yang hidup di rantauan, mudik Lebaran menjadi momen yang sangat berharga. Namun, kondisi ini mengganjal semuanya. Keluarga kami di sini (Bekasi), tak akan memaksakan diri mudik.

Saya nggak mau keluarga saya diisolasi setiba di Kota Mojokerto. Untuk tetap menjalin hubungan dengan keluarga besar di Mojokerto, saya pun memanfaatkan teknologi. Bersama keluarga kecil kami, seringkali melakukan video call. Kami akan terasa dekat di saat kondisi Covid-19.

Baca Juga :  Survei INES: Airlangga Hartarto Punya Keterpilihan Paling Tinggi

Video call dirasa sudah mampu mengobati rindu dengan keluarga besar di Mojokerto. Saya juga berharap, perantau yang lain, untuk menahan diri. Menahan agar tak mudik saat momen Lebaran tiba. Kita dukung upaya pemerintah yang tengah berperang melawan wabah korona. 

*Disarikan dari hasil wawancara Jawa Pos Radar Mojokerto.

MOMEN Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi tradisi bagi masyarakat untuk berbagi kasih dan menjalin tali silaturahmi dengan keluarga. Keluarga kami selalu rutin melakukan mudik setiap tahun ke Lingkungan Pangreman IV, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Dari Bekasi, Jabar, perjalanan sepanjang 700 kilometer lebih itu kami tempuh. Bersama keluarga kecil kami, perjalanan panjang itu kerap menghadapi kemacetan panjang. Tetap saja, istri, dan ketiga anak saya, sangat menikmatinya.

Rasa lelah itu terbayar tuntas saat bertemu dengan keluarga besar dan teman-teman di kampung kelahiran. Di Kota Mojokerto, tradisi Lebaran kami lalui dengan indah. Selama bertahun-tahun, sejak tahun 1987 silam meninggalkan Kota Mojokerto, saya selalu pulang kampung.

Baca Juga :  DPW dan DPD PKS Audiensi dengan Bupati Mojokerto

Tetapi, tradisi itu  tak akan kami lakukan tahun ini. Pandemi Covid-19 menjadi ganjalan mudik yang cukup besar. Kami tak ingin menulari. Atau kami tak ingin tertulari. Begitu pula dengan keluarga kami di Kota Mojokerto. Mereka sudah memahami kondisi ini.

Bahkan, keluarga kami di Mojokerto meminta agar menahan diri. Tidak keluar rumah atau bahkan mudik saat lebaran nanti. Bagi kami yang hidup di rantauan, mudik Lebaran menjadi momen yang sangat berharga. Namun, kondisi ini mengganjal semuanya. Keluarga kami di sini (Bekasi), tak akan memaksakan diri mudik.

Saya nggak mau keluarga saya diisolasi setiba di Kota Mojokerto. Untuk tetap menjalin hubungan dengan keluarga besar di Mojokerto, saya pun memanfaatkan teknologi. Bersama keluarga kecil kami, seringkali melakukan video call. Kami akan terasa dekat di saat kondisi Covid-19.

Baca Juga :  Mencuat Permintaan Pembubaran Pemerintahan Kota
- Advertisement -

Video call dirasa sudah mampu mengobati rindu dengan keluarga besar di Mojokerto. Saya juga berharap, perantau yang lain, untuk menahan diri. Menahan agar tak mudik saat momen Lebaran tiba. Kita dukung upaya pemerintah yang tengah berperang melawan wabah korona. 

*Disarikan dari hasil wawancara Jawa Pos Radar Mojokerto.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/