alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Calon Independen Berpotensi Gugur di Tengah Jalan

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto- Pasangan calon independen Subagya Martasentana-Abdi Subhan menjadi satu-satunya bakal pasangan calon kepala daerah dari jalur independen di Kabupaten Mojokerto. Ia telah menyetorkan berkas dukungan mencapai 63.395 dari batas minimal 62.338 dukungan.

Berkas dukungan paslon ini diterima KPU Kabupaten Mojokerto, di saat injury time. Yakni hari Minggu, pukul 00.00. Penerimaan berkas di detik-detik terakhir itu lantaran proses mengunggah data dukungan di Sistem Informasi Pencalonan (Silon) berjalan sangat lambat.

Pergerakan Silon yang sangat lambat itu, sempat membuat para kandidat dan puluhan pendukungnya, deg-degan. Bahkan, pasangan calon Subagya-Subhan, berulangkali terlihat mengusap peluh yang terus mengucur deras.

Suasana kian tegang saat pukul 23.57. Komisioner KPU yang berada di barisan depan bakal paslon, terus mengumumkan waktu mundur. ’’Kurang 3 menit,’’ katanya.

Semua terdiam. Semua tegang. Sementara, sejumlah operator Silon dari bakal paslon terus mengotak-atik komputer. Adalah ketua liaison officer (LO) Defri Ervanda Krismianto. Ia terus mencoba menjejalkan data ke aplikasi Silon dengan laptop di pangkuannya.

Baca Juga :  BPCB Jatim Mengaku Belum Temukan Bukti Arkeologi

Waktu kurang dua menit. Sementara, data di aplikasi online masih belum tuntas. Jumlah dukungan masih mencapai 61.000-an. Masih kurang seribuan dukungan lebih.

Di menit terakhir, komisioner KPU langsung meminta pendapat Bawaslu. Dihadiri dua komisioner Bawaslu, Afidatusholihah dan Dody Faisal, keduanya langsung mengecek pergerakan dukungan melalui ponselnya.

Ternyata, pergerakan lebih cepat. Melalui jaringan telepon seluler, jumlah dukungan yang masuk dari pasangan Subagya-Abdi Subhan, sudah melebihi batas minimal dukungan. ’’Sudah cukup. Data yang masuk 63.395 dukungan. Cepat-cepat untuk tanda tangan,’’ teriak komisioner KPU, Achmad Arif. Tepat pukul 00.00, paslon perseorangan itu akhirnya menanda tangani berita acara.

Pasca data online rampung, KPU tak langsung diam. Pengecekan dan penghitungan dukungan secara faktual langsung dilakukan. Proses ini berlangsung hingga 26 Februari nanti.

Hingga kemarin sore, proses perhitungan masih berlangsung. Arif menegaskan, berkas dukungan paslon perseorangan ini masih belum rapi. Sehingga, petugas masih harus melakukan penataan.

Baca Juga :  Usai Tenggak Jamu Herbal, PDIP Mendadak ''Masuk Angin''

Arif menambahkan, selama sehari melakukan pengecekan, petugas menemukan hampir dua ribu dukungan yang invalid. Diantaranya, kependudukan yang bukan dengan e-KTP, berkas dukungan yang tak disertai dengan tanda tangan, hingga dukungan yang menggunakan SIM. ’’Data yang tidak sesuai dengan ketentuan, akan kami masukkan di kategori TMS (tidak memenuhi syarat),’’ tegas dia.

Lalu bagaimana jika jumlah dukungan yang sah, kurang dari batas minimal? Arif tak ragu-ragu, jika KPU akan tegas dan mengembalikan ke bakal paslon. ’’Tentu saja. Kami akan mengembalikan. Dan di Pilkada kali ini, kabupaten Mojokerto tanpa calon independen,’’ pungkas Arif.

Perlu diketahui, dari empat bakal pasangan calon yang mengambil username dan password Silon di KPU Kabupaten Mojokerto, hanya Subagya Martasentana-Abdi Subhan yang mengirim jumlah dukungan. Sementara, tiga lainnya, yakni Edi Weliang-Eka Setya Hari Suci, Daimatul Alfiah-Ismail, dan Supardi-Aslikhatul Mahmudah, tak mengirimkan dukungan hingga penutupan.

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto- Pasangan calon independen Subagya Martasentana-Abdi Subhan menjadi satu-satunya bakal pasangan calon kepala daerah dari jalur independen di Kabupaten Mojokerto. Ia telah menyetorkan berkas dukungan mencapai 63.395 dari batas minimal 62.338 dukungan.

Berkas dukungan paslon ini diterima KPU Kabupaten Mojokerto, di saat injury time. Yakni hari Minggu, pukul 00.00. Penerimaan berkas di detik-detik terakhir itu lantaran proses mengunggah data dukungan di Sistem Informasi Pencalonan (Silon) berjalan sangat lambat.

Pergerakan Silon yang sangat lambat itu, sempat membuat para kandidat dan puluhan pendukungnya, deg-degan. Bahkan, pasangan calon Subagya-Subhan, berulangkali terlihat mengusap peluh yang terus mengucur deras.

Suasana kian tegang saat pukul 23.57. Komisioner KPU yang berada di barisan depan bakal paslon, terus mengumumkan waktu mundur. ’’Kurang 3 menit,’’ katanya.

Semua terdiam. Semua tegang. Sementara, sejumlah operator Silon dari bakal paslon terus mengotak-atik komputer. Adalah ketua liaison officer (LO) Defri Ervanda Krismianto. Ia terus mencoba menjejalkan data ke aplikasi Silon dengan laptop di pangkuannya.

Baca Juga :  Berdiri Federasi MOVU, Gulirkan Kompetisi Antarklub

Waktu kurang dua menit. Sementara, data di aplikasi online masih belum tuntas. Jumlah dukungan masih mencapai 61.000-an. Masih kurang seribuan dukungan lebih.

- Advertisement -

Di menit terakhir, komisioner KPU langsung meminta pendapat Bawaslu. Dihadiri dua komisioner Bawaslu, Afidatusholihah dan Dody Faisal, keduanya langsung mengecek pergerakan dukungan melalui ponselnya.

Ternyata, pergerakan lebih cepat. Melalui jaringan telepon seluler, jumlah dukungan yang masuk dari pasangan Subagya-Abdi Subhan, sudah melebihi batas minimal dukungan. ’’Sudah cukup. Data yang masuk 63.395 dukungan. Cepat-cepat untuk tanda tangan,’’ teriak komisioner KPU, Achmad Arif. Tepat pukul 00.00, paslon perseorangan itu akhirnya menanda tangani berita acara.

Pasca data online rampung, KPU tak langsung diam. Pengecekan dan penghitungan dukungan secara faktual langsung dilakukan. Proses ini berlangsung hingga 26 Februari nanti.

Hingga kemarin sore, proses perhitungan masih berlangsung. Arif menegaskan, berkas dukungan paslon perseorangan ini masih belum rapi. Sehingga, petugas masih harus melakukan penataan.

Baca Juga :  Cabor Bulu Tangkis Intip Kekuatan Lawan

Arif menambahkan, selama sehari melakukan pengecekan, petugas menemukan hampir dua ribu dukungan yang invalid. Diantaranya, kependudukan yang bukan dengan e-KTP, berkas dukungan yang tak disertai dengan tanda tangan, hingga dukungan yang menggunakan SIM. ’’Data yang tidak sesuai dengan ketentuan, akan kami masukkan di kategori TMS (tidak memenuhi syarat),’’ tegas dia.

Lalu bagaimana jika jumlah dukungan yang sah, kurang dari batas minimal? Arif tak ragu-ragu, jika KPU akan tegas dan mengembalikan ke bakal paslon. ’’Tentu saja. Kami akan mengembalikan. Dan di Pilkada kali ini, kabupaten Mojokerto tanpa calon independen,’’ pungkas Arif.

Perlu diketahui, dari empat bakal pasangan calon yang mengambil username dan password Silon di KPU Kabupaten Mojokerto, hanya Subagya Martasentana-Abdi Subhan yang mengirim jumlah dukungan. Sementara, tiga lainnya, yakni Edi Weliang-Eka Setya Hari Suci, Daimatul Alfiah-Ismail, dan Supardi-Aslikhatul Mahmudah, tak mengirimkan dukungan hingga penutupan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/