Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yuk Simak! Makna Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha

I
Penulis: Imron Arlado❯
AIR MAWAR: Umat mengusap bagian kepala patung Buddha saat prosesi pensucian sebelum perayaan Waisak di Maha Vihara Majapahit Trowulan, Rabu (15/5).
AIR MAWAR: Umat mengusap bagian kepala patung Buddha saat prosesi pensucian sebelum perayaan Waisak di Maha Vihara Majapahit Trowulan, Rabu (15/5).

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Hari Raya Waisak atau disebut dengan Tri Suci Waisak adalah hari kebesaran umat Buddha diperingati 23 Mei.


Advertisement

Peringatan hari besar ini menyimpan tiga peristiwa penting yang berkaitan dengan Buddha Gautama.

Ketiga peristiwa tersebut yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, pertapaan Pangeran Siddharta menjadi buddha, dan wafatnya Buddha Gautama Parinibbana.

Selain dijadikan sebagai hari raya,  waisak mempunyai makna sendiri sebagai sebuah festival yang digunakan untuk menyambut Buddha Gautama.

Advertisement

Hari raya ini mengandung berbagai macam nasihat dan juga tradisi yang sering dilakukan.

Khususnya untuk Pangeran Siddharta Gautama dalam perjalanan spiritualnya.

Perlu diketahui bahwasa Buddha Gautama merupakan pendiri ajaran Buddha.

Advertisement

Peristiwa pertama yang berkaitan dengan lahirnya Pangeran Siddharta atau dikenal Buddha Gautama, pada 623 SM di Taman Lumbini.

Menurut catatan sejarah, Taman Lumbini berada di perbatasan Nepal dan juga india, tepatnya berada di Kapilavastu.

Tempat tersebut merupakan tempat lahirnya pangeran Siddharta dari rahim Ratu Mayadevi.

Kemudian peristiwa diangkatnya Pangeran Siddhartha menjadi Buddha Gautama.

Pengangkatan tersebut dilaksanakan saat usia Pangeran Siddhartha 35 tahun, yang sudah memperoleh penerangan agung.

Peristiwa tersebut terjadi pada 588 SM, saat Pangeran Siddhartha bertapa di Bodh Gaya yang merupakan kota di India.

Peristiwa ketiga yang tercatat, adalah berkaitan dengan wafatnya Buddha Gautama pada 543 SM, saat menginjak usia 80 tahun.

Buddha Gautama wafat di negara bagian Uttar Pradesh, India. Tepatnya di Kusinara, yang saat ini dikenal dengan Kushinagar.

Dari tiga peristiwa tersebut, ada pesan yang disampaikan untuk seluruh umat. Terutama dengan diadakannya Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE, mengenai sebuah perbedaan.

Sebuah perbedaan yang selalu ada dalam berbagai hal, bukanlah sesuatu yang perlu untuk diperdebatkan.

Perbedaan lebih baik dianggap sebagai salah satu bentuk keberagaman, sehingga dapat memberikan semangat untuk memperkuat satu dengan yang lain.  (Novita Ainiyyatuz Zakiyyah)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Waisak 2026: Saatnya Menyucikan Hati, Memperkuat Intropeksi Diri, dan Menebar Kebaikan untuk Kehidupan yang Lebih Damai

Waisak 2026: Saatnya Menyucikan Hati, Memperkuat Intropeksi Diri, dan Menebar Kebaikan untuk Kehidupan yang Lebih Damai

Indonesia yang dikenal sebagai negara multikultural memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama. Dalam konteks ini, Hari Waisak menjadi simbol penting untuk memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama.

Diguyur Hujan, Mojokerto Raya Masuki Pancaroba

Diguyur Hujan, Mojokerto Raya Masuki Pancaroba

Wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto mulai diguyur hujan belakangan ini. BMKG menyebut, perubahan cuaca ini seiring memasuki masa pancaroba atau peralihan menuju musim hujan.

Nikmati Sensasi Wisata Kuliner Tepi Sungai di Kedai Kopi Canggu Pacet, dengan Harga Ramah di Kantong

Nikmati Sensasi Wisata Kuliner Tepi Sungai di Kedai Kopi Canggu Pacet, dengan Harga Ramah di Kantong

Kedai Kopi Canggu di Pacet, Mojokerto menawarkan konsep unik makan di tepi Kali Sindu yang sejuk dan ramah anak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer