alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Alamak, Istriku Suka Ngiri Mobil Tetanggaku

Dulin awan-awan diajak rujakan

Arep gowo timun adakno kari

Dadi wong ojo kakean penjalukan

Opo sing ono yo disyukuri

Mukiyo, 40, warga Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terpaksa harus mengakhiri cerita indah pernikahannya. Gara-garanya, ia sudah tak tahan lagi dengan sikap yang ditunjukkan Tulkiyem, 35, istrinya, yang selalu meminta lebih dari apa yang dipunyai oleh Mukiyo. Meski Mukiyo ini adalah seorang pengusaha mebel, namun usahanya ini tidak terlalu berkembang pesat. Sehingga pendapatan setiap harinya bisa dibilang pas-pasan, tidak kurang dan tidak pula ada lebihnya.

Tulkiyem, sebagai wanita sosialita menuntut dirinya harus selalu tampil glamor dan mewah. Tidak jarang dia meminta dibelikan tas bermerek atau pun perhiasan-perhiasan emas. ’’Setiap bulan, dia (Tulkiyem) minta dibelikan kalung baru kalau gak gitu ya gelang emas baru,’’ ujar Mukiyo. Hal ini membuat Mukiyo merasa kesal. Karena ia tidak dapat menikmati hasil jerih payah usahanya dan hanya dihabiskan sendiri oleh istrinya.

Baca Juga :  Mendag RI: Ekonomi Indonesia Maju Karena UKM Kuat

Pasangan yang sudah menikah selama  10 tahun dan dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 9 tahun ini memang sudah sering cekcok untuk urusan ekonomi. Sampai pada puncaknya, yaitu Tulkiyem meminta untuk dibelikan mobil baru. ’’Padahal di rumah sudah ada mobil, tapi dia (Tulkiyem) bilang modelnya sudah zadul dan ingin dibelikan mobil seperti punya tetangga saya yang baru beli itu,’’ imbuhnya.

Jadi, Tulkiyem ingin dibelikan mobil dengan model terbaru seperti yang dimiliki oleh tetangganya. Hal itu membuat kesabaran Mukiyo habis dan memilih untuk menjatuhkan talak pada istrinya itu. ’’Sudah saya bilangin kalau usaha saya ini belum terlalu berkembang. Jadi, kalau mau minta yang aneh-aneh sabar dulu saja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ikfina; Jadi Kepala Daerah itu, Tak Pantas Mencalonkan

Namun, Tulkiyem malah ngambek dan memilih pulang ke rumah orang tuanya. Anaknya juga diabaikan begitu saja di rumah. Tanpa pikir panjang, Mukiyo lebih memilih untuk mencari ibu pengganti dari anak semata wayangnya tersebut yang lebih baik lagi. ’’Sekarang dia (Tulkiyem) nangis-nangis minta jangan diceraikan, tapi keputusan saya sudah bulat,’’ katanya.

Proses sidangnya di Pengadilan Agama juga tinggal menunggu putusan. Dan, ia tidak bersedia untuk rujuk kembali setelah beberapa proses mediasi. ’’Semoga hak asuh anak jatuh ke tangan saya. Soalnya kalau ke ibunya takutnya malah gak keurus,’’ tandasnya. (din/abi)

Dulin awan-awan diajak rujakan

Arep gowo timun adakno kari

Dadi wong ojo kakean penjalukan

Opo sing ono yo disyukuri

Mukiyo, 40, warga Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terpaksa harus mengakhiri cerita indah pernikahannya. Gara-garanya, ia sudah tak tahan lagi dengan sikap yang ditunjukkan Tulkiyem, 35, istrinya, yang selalu meminta lebih dari apa yang dipunyai oleh Mukiyo. Meski Mukiyo ini adalah seorang pengusaha mebel, namun usahanya ini tidak terlalu berkembang pesat. Sehingga pendapatan setiap harinya bisa dibilang pas-pasan, tidak kurang dan tidak pula ada lebihnya.

Tulkiyem, sebagai wanita sosialita menuntut dirinya harus selalu tampil glamor dan mewah. Tidak jarang dia meminta dibelikan tas bermerek atau pun perhiasan-perhiasan emas. ’’Setiap bulan, dia (Tulkiyem) minta dibelikan kalung baru kalau gak gitu ya gelang emas baru,’’ ujar Mukiyo. Hal ini membuat Mukiyo merasa kesal. Karena ia tidak dapat menikmati hasil jerih payah usahanya dan hanya dihabiskan sendiri oleh istrinya.

Baca Juga :  Muay Thai, Olahraga Pengawal Raja, Efektif Bakar Lemak
- Advertisement -

Pasangan yang sudah menikah selama  10 tahun dan dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 9 tahun ini memang sudah sering cekcok untuk urusan ekonomi. Sampai pada puncaknya, yaitu Tulkiyem meminta untuk dibelikan mobil baru. ’’Padahal di rumah sudah ada mobil, tapi dia (Tulkiyem) bilang modelnya sudah zadul dan ingin dibelikan mobil seperti punya tetangga saya yang baru beli itu,’’ imbuhnya.

Jadi, Tulkiyem ingin dibelikan mobil dengan model terbaru seperti yang dimiliki oleh tetangganya. Hal itu membuat kesabaran Mukiyo habis dan memilih untuk menjatuhkan talak pada istrinya itu. ’’Sudah saya bilangin kalau usaha saya ini belum terlalu berkembang. Jadi, kalau mau minta yang aneh-aneh sabar dulu saja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dongkrak Gairah Positif Penggunanya

Namun, Tulkiyem malah ngambek dan memilih pulang ke rumah orang tuanya. Anaknya juga diabaikan begitu saja di rumah. Tanpa pikir panjang, Mukiyo lebih memilih untuk mencari ibu pengganti dari anak semata wayangnya tersebut yang lebih baik lagi. ’’Sekarang dia (Tulkiyem) nangis-nangis minta jangan diceraikan, tapi keputusan saya sudah bulat,’’ katanya.

Proses sidangnya di Pengadilan Agama juga tinggal menunggu putusan. Dan, ia tidak bersedia untuk rujuk kembali setelah beberapa proses mediasi. ’’Semoga hak asuh anak jatuh ke tangan saya. Soalnya kalau ke ibunya takutnya malah gak keurus,’’ tandasnya. (din/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/