alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Berlaga di Pra PON Bandung, Lifter Optimistis Masuk Tiga Besar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya Mateus Handika, satu-satunya lifter Kota Mojokerto yang terpilih masuk di Puslatda angkat berat Jatim untuk PON 2020 tak boleh setengah-setengah.

Setelah menjalani latihan berat di Puslatda, Mateus bakal kembali dihadapkan pada tantangan yang lebih keras. Yakni, bersaing di Pra PON yang berlangsung mulai hari ini di Bandung. Turun di kelas 59 kg, Mateus ditargetkan mampu menggapai posisi tiga besar sebagai syarat lolos ke babak utama PON di Papua 2020 mendatang.

’’Minimal dia (Mateus Handika, red) bisa menggapai tiga besar. Karena statusnya atlet debutan, jadi dia harus bisa mengalahkan lawan-lawannya dari provinsi lain,’’ tutur Indro Tjahyono, ketua umum Pengkot PABBSI Mojokerto.

Selama hampir dua pekan di Puslatda, Mateus telah berusaha keras menggapai angkatan tertinggi. Bahkan, telah melebihi total angkatannya saat turun di Porprov VI 2019 lalu. Hasil tersebut menjadi modal besar tim puslatda dalam menyertakan atlet lebih banyak di PON 2020 nanti.

Baca Juga :  Marching Band Diusulkan Jadi Cabor, KONI Komunikasikan dengan Polisi

Sehingga, peluang meraih medali emas bagi kontingen Jatim terbuka lebar. Hal ini sesuai dengan target yang dibebankan Pengprov PABBSI Jatim sejak awal puslatda berjalan. ’’Sesuai arahan pelatih Marhasim, seharusnya Mateus punya peluang besar di PON. Tinggal meningkatkan konsentrasi dan total angkatan saja. Secara teknik angkatan, dia sudah cukup mumpuni,’’ tandasnya.

Di porprov lalu, Mateus sukses menjadi yang terbaik setelah berhasil mengangkat total beban 512 kg. Jumlah angkatan tersebut dibarengi dengan angkatan subtotal yang mampu menembus 317 kg atau terbaik kedua. Sehingga, Mateus Andika berhak menggondol dua medali sekaligus, emas dan perak.

Ia unggul atas Tri Handoko, lifter asal Kota Kediri yang hanya mampu mengangkat total beban 506 kg. Padahal, Tri Handoko sebelumnya diunggulkan setelah melihat track record-nya yang sangat memukau selama 2018. Bahkan, ia menjadi lifter andalan Jatim di Kejurnas angkat berat.

Baca Juga :  Mas Dibyo dan Pelukis Mojokerto Unjuk Diri Lewat OTS

Namun, harus kandas dari Mateus yang baru berusia 20 tahun. ’’Ini emas pertama bagi Mateus. Meskipun sempat tidak diunggulkan di awal pertandingan, namun anak-anak selalu fokus untuk bisa mendapatkan medali,’’ ujarnya. 

Atas raihan itu, Mateus juga berpeluang menjadi andalan Jatim di Kejurnas tahun depan. Peluang tersebut setelah Pengprov PABBSI Jatim memberikan isyarat ploting atlet puslatda Jatim. Ia menggantikan seniornya sendiri, Dwi Prasetyo, yang pada Porprov Jatim 2015 lalu sukses merebut perak dan perunggu.

’’Pelatih tadi (kemarin, Red) bilang, jika Mateus segera masuk karantina Puslatda Jatim yang akan diterjunkan di kejurnas tahun depan,’’ pungkasnya. 

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya Mateus Handika, satu-satunya lifter Kota Mojokerto yang terpilih masuk di Puslatda angkat berat Jatim untuk PON 2020 tak boleh setengah-setengah.

Setelah menjalani latihan berat di Puslatda, Mateus bakal kembali dihadapkan pada tantangan yang lebih keras. Yakni, bersaing di Pra PON yang berlangsung mulai hari ini di Bandung. Turun di kelas 59 kg, Mateus ditargetkan mampu menggapai posisi tiga besar sebagai syarat lolos ke babak utama PON di Papua 2020 mendatang.

’’Minimal dia (Mateus Handika, red) bisa menggapai tiga besar. Karena statusnya atlet debutan, jadi dia harus bisa mengalahkan lawan-lawannya dari provinsi lain,’’ tutur Indro Tjahyono, ketua umum Pengkot PABBSI Mojokerto.

Selama hampir dua pekan di Puslatda, Mateus telah berusaha keras menggapai angkatan tertinggi. Bahkan, telah melebihi total angkatannya saat turun di Porprov VI 2019 lalu. Hasil tersebut menjadi modal besar tim puslatda dalam menyertakan atlet lebih banyak di PON 2020 nanti.

Baca Juga :  Es Dawet Kakao, Terinspirasi dari Hasil Perkebunan

Sehingga, peluang meraih medali emas bagi kontingen Jatim terbuka lebar. Hal ini sesuai dengan target yang dibebankan Pengprov PABBSI Jatim sejak awal puslatda berjalan. ’’Sesuai arahan pelatih Marhasim, seharusnya Mateus punya peluang besar di PON. Tinggal meningkatkan konsentrasi dan total angkatan saja. Secara teknik angkatan, dia sudah cukup mumpuni,’’ tandasnya.

Di porprov lalu, Mateus sukses menjadi yang terbaik setelah berhasil mengangkat total beban 512 kg. Jumlah angkatan tersebut dibarengi dengan angkatan subtotal yang mampu menembus 317 kg atau terbaik kedua. Sehingga, Mateus Andika berhak menggondol dua medali sekaligus, emas dan perak.

- Advertisement -

Ia unggul atas Tri Handoko, lifter asal Kota Kediri yang hanya mampu mengangkat total beban 506 kg. Padahal, Tri Handoko sebelumnya diunggulkan setelah melihat track record-nya yang sangat memukau selama 2018. Bahkan, ia menjadi lifter andalan Jatim di Kejurnas angkat berat.

Baca Juga :  Komposisi Tim Basket Kabupaten Belum Ideal

Namun, harus kandas dari Mateus yang baru berusia 20 tahun. ’’Ini emas pertama bagi Mateus. Meskipun sempat tidak diunggulkan di awal pertandingan, namun anak-anak selalu fokus untuk bisa mendapatkan medali,’’ ujarnya. 

Atas raihan itu, Mateus juga berpeluang menjadi andalan Jatim di Kejurnas tahun depan. Peluang tersebut setelah Pengprov PABBSI Jatim memberikan isyarat ploting atlet puslatda Jatim. Ia menggantikan seniornya sendiri, Dwi Prasetyo, yang pada Porprov Jatim 2015 lalu sukses merebut perak dan perunggu.

’’Pelatih tadi (kemarin, Red) bilang, jika Mateus segera masuk karantina Puslatda Jatim yang akan diterjunkan di kejurnas tahun depan,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Istri Polah, Suami Murka

Kasus Guru Cerai Meningkat

Artikel Terbaru

/