alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Polda Bali Musnahkan 39 Kilogram Narkoba

DENPASAR – Kepolisian Daerah Bali memusnahkan 39 kilogram narkoba terdiri atas ganja, sabu-sabu, kokain, psikotropika, dan ekstasi di halaman Kantor Direktorat Reserse Narkoba (Ditres narkoba) Polda Bali, Denpasar, Jumat (24/6).

“Selain mengamankan barang bukti, pemusnahan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat. Ini juga menunjukkan keseriusan Polri memerangi narkoba dan menciptakan situasi kondusif bagi masyarakat Bali dan semua wisatawan yang datang ke Bali,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Komisaris Besar Polisi Mochamad Khozin.

Ia mengatakan pemusnahan ini memiliki dasar hukum yang jelas dan asas manfaat untuk masyarakat.

Wakil Kepala Polisi (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. I Ketut Suardana mengatakan 39 kilogram narkoba tersebut dikumpulkan Polda Bali dari Satuan Reserse Narkoba Bali sepanjang 2022.

Baca Juga :  Target Mojokerto FC Gondol Piala di Piala Soeratin

“Berdasarkan hasil pengungkapan kasus selama tahun 2022, total barang bukti berupa sabu-sabu atau metamfetamina seberat 35.179,18 gram, ganja seberat 2.669,4 gram, kokain seberat 133,3 gram, yang dalam bentuk kapsul sebanyak 766 butir dan MDMA berbentuk serbuk seberat 1.335,68 gram. Yang terakhir yaitu dalam bentuk psikotropika yaitu sebanyak 1.000 butir atau 150 gram,” kata Wakapolda Bali.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali telah berhasil menangkap 47 pengedar narkoba dengan total barang bukti yang berhasil disita oleh Polda Bali senilai Rp56 miliar.

Narkoba hasil sitaan Polda Bali dimusnahkan dengan cara dibakar dengan mesin milik Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali yang di dalamnya telah dicampurkan bahan penawar.

Baca Juga :  Direktur PT SMI Beberkan Tata Cara Pencairan Pinjaman PEN saat Pandemi

Pemusnahan 36 kilogram narkoba disaksikan oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), perwakilan dari Dinas kesehatan, Pengadilan negeri Denpasar, Polisi Militer Bali, Kepala Lapas Kerobokan, perwakilan Universitas Mahasaraswati, perwakilan Universitas Dwijendra, Kepala Desa Badung, anggota Polda Bali, dan awak media. (*/antaranews.com)

DENPASAR – Kepolisian Daerah Bali memusnahkan 39 kilogram narkoba terdiri atas ganja, sabu-sabu, kokain, psikotropika, dan ekstasi di halaman Kantor Direktorat Reserse Narkoba (Ditres narkoba) Polda Bali, Denpasar, Jumat (24/6).

“Selain mengamankan barang bukti, pemusnahan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat. Ini juga menunjukkan keseriusan Polri memerangi narkoba dan menciptakan situasi kondusif bagi masyarakat Bali dan semua wisatawan yang datang ke Bali,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Komisaris Besar Polisi Mochamad Khozin.

Ia mengatakan pemusnahan ini memiliki dasar hukum yang jelas dan asas manfaat untuk masyarakat.

Wakil Kepala Polisi (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. I Ketut Suardana mengatakan 39 kilogram narkoba tersebut dikumpulkan Polda Bali dari Satuan Reserse Narkoba Bali sepanjang 2022.

Baca Juga :  MPR Minta Polri Usut Tuntas Dugaan Penggelapan Dana CSR Yayasan ACT

“Berdasarkan hasil pengungkapan kasus selama tahun 2022, total barang bukti berupa sabu-sabu atau metamfetamina seberat 35.179,18 gram, ganja seberat 2.669,4 gram, kokain seberat 133,3 gram, yang dalam bentuk kapsul sebanyak 766 butir dan MDMA berbentuk serbuk seberat 1.335,68 gram. Yang terakhir yaitu dalam bentuk psikotropika yaitu sebanyak 1.000 butir atau 150 gram,” kata Wakapolda Bali.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali telah berhasil menangkap 47 pengedar narkoba dengan total barang bukti yang berhasil disita oleh Polda Bali senilai Rp56 miliar.

- Advertisement -

Narkoba hasil sitaan Polda Bali dimusnahkan dengan cara dibakar dengan mesin milik Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali yang di dalamnya telah dicampurkan bahan penawar.

Baca Juga :  Dinonjob, Kapus Kupang, Jetis, Mojokerto Diberi Kesempatan Ajukan Keberatan

Pemusnahan 36 kilogram narkoba disaksikan oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), perwakilan dari Dinas kesehatan, Pengadilan negeri Denpasar, Polisi Militer Bali, Kepala Lapas Kerobokan, perwakilan Universitas Mahasaraswati, perwakilan Universitas Dwijendra, Kepala Desa Badung, anggota Polda Bali, dan awak media. (*/antaranews.com)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/