Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ganjar Optimistis Indonesia Bisa Keluar dari Middle Income Trap

F
Penulis: Fendy Hermansyah❯

BERI SOLUSI: Ganjar Pranowo menghadiri acara US-Indonesia Investment Summit ke-11 yang diselenggarakan AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce di Jakarta, Selasa (24/10).
BERI SOLUSI: Ganjar Pranowo menghadiri acara US-Indonesia Investment Summit ke-11 yang diselenggarakan AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce di Jakarta, Selasa (24/10).
CALON presiden (capres) Ganjar Pranowo optimistis Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).


Advertisement

Itu merupakan istilah ekonomi yang mengacu pada keadaan suatu negara yang berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah, tetapi tidak dapat meningkat lagi menjadi negara maju.

’’Soal middle income trap, sebenarnya yang mesti dilakukan adalah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan memberikan layanan kesehatannya. Aksesnya harus gampang,’’ ujar Ganjar usai menghadiri acara tahunan US-Indonesia Investment Summit ke-11 yang diselenggarakan AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce di Jakarta, Selasa (24/10).

Ganjar menjelaskan untuk menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerintah perlu menyiapkan akses pendidikan yang mudah.

Advertisement

Dengan begitu, bonus demografi yang terjadi di Indonesia bisa dimanfaatkan dengan baik, bukan malah menjadi ancaman.

’’Kita punya kesempatan bonus demografi yang tinggi. Ini masyarakat produktifnya banyak,’’ tuturnya.

Langkah kedua yang harus dilakukan untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah adalah mengoptimalisasi potensi ekonomi.

Advertisement

’’Dengan waktu kurang lebih 10-13 tahun maka mesti gaspol, harus cepat. Kita tidak bisa urut kacang atau perlahan-lahan geraknya. Maka seluruh kekuatan kita siapkan,’’ tegasnya.

Upaya-upaya tersebut harus didukung dengan sistem anggaran yang tepat. ’’Kalau bahasanya Pak Jokowi, kalau sudah dilantik langsung gaspol dan dieksekusi saja. Salah satunya pangan harus berdaulat dan tahan. Kedua, kita bicara transisi energi, yang ketiga kesehatan dan pendidikan. Itu bisa dilakukan jadi anggaran kita mesti bisa naik dan optimal. Saya yakin semua pasti mampu,’’ tukasnya.

Menurut mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu, bonus demografi akan menjadi bencana apabila tidak diikuti dengan peningkatan kualitas manusia Indonesia dan penguasaan sains dan teknologi. Padahal, dengan jumlah penduduk lebih dari 278 juta jiwa atau terbesar keempat di dunia dapat menjadi potensi sekaligus kekuatan besar bagi Indonesia untuk melompat menjadi negara maju.

’’Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dapat menjadi kutukan sumber daya alam jika tidak dikelola secara optimal. Potensi sumber daya alam seperti energi, mineral, pertanian, perkebunan, perikanan, serta keanekaragaman hayati adalah kunci bagi Indonesia dalam bersaing di dunia internasional dan menghadirkan kesejahteraan rakyat,’’ katanya.

Menurut Ganjar, potensi digital Indonesia juga harus dimanfaatkan dengan bersandar pada kekuatan dan sumber daya nasional.

Sementara itu, perubahan iklim yang telah bergeser menjadi krisis iklim mengharuskan adanya pergeseran paradigma dalam pembangunan. ’’Lingkungan hidup atau planetary boundaries harus menjadi batasan bagi seluruh aktivitas, utamanya aktivitas ekonomi,’’ jelasnya. (*/fen)

 

 

 

Advertisement
Editor : Fendy Hermansyah

Artikel Terkait

Citra Satelit NASA Tampilkan Sebaran Karbon Monoksida Pekat di Indonesia

Citra Satelit NASA Tampilkan Sebaran Karbon Monoksida Pekat di Indonesia

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Gas ini bisa dihasilkan dari pembakaran bahan bakar serta biomassa, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Kepulan Kabut Asap Karhutla Memburuk, Kualitas Udara Palembang Masuk Level Berbahaya

Kepulan Kabut Asap Karhutla Memburuk, Kualitas Udara Palembang Masuk Level Berbahaya

Lonjakan polusi udara di ibu kota Sumatra Selatan ini dipicu oleh konsentrasi $PM_{2.5}$ dan $PM_{10}$ yang sangat tinggi, jauh melampaui batas aman panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kualitas Udara Indonesia Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla hingga Emisi Perkotaan

Kualitas Udara Indonesia Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla hingga Emisi Perkotaan

Kondisi paling mengkhawatirkan melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, di mana kabut asap pekat memicu lonjakan tingkat polusi ke level yang tergolong berbahaya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer