alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Tiap Nyoblos, Maksimal 5 Menit

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kurang 17 hari jelang pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, 9 Desember, KPU Kabupaten terus menyempurnakan persiapannya. Selain logistik, KPU juga menyiapkan mekanisme coblosan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Mekanisme ini yang wajib ditaati pemilih dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) nanti untuk menghindari munculnya klaster baru penularan Covid-19 selama proses pemungutan suara berlangsung.

Nah, untuk bisa menerapkan mekanisme itu dengan sempurna, KPU turut mensimulasikan proses coblosan di wisata Ladang anggrek, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Sabtu (21/11). Dalam simulasi itu, kedatangan pemilih turut dibatasi berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan untuk menghindari kerumunan masa besar di tempat pemungutan suara (TPS).

Bahkan, pemilih nantinya tidak bisa seenaknya bergerak. Mereka harus menaati setiap aturan mulai dari wajib cuci tangan, wajib diukur suhu tubuh, hingga mendapat tinta tanda telah memilih yang wajib diteteskan KPPS. Aturan ini tak pelak turut berdampak pada padatnya jadwal hingga molornya proses coblosan dari waktu yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Ada Kampung Ternak di Pacet, Dihuni Ribuan Ekor Kambing

Ditanya soal ancaman itu, Komisioner divisi teknis KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif mengaku sudah mengestimasi waktu pemilihan. Setiap pemilih nantinya bisa menggunakan hak pilihnya paling cepat 3 menit dan paling lambat 5 menit. Meski harus menaati aturan prokes, tetapi Arif mengaku estimasi itu sudah tepat dengan jadwal coblosan yang dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 13.00 WIB. ’’Kemarin kita ilustrasikan sekitar 3 menitan dengan maksimal 5 menit,’’ terangnya.

Arif menegaskan, pengaturan jam kehadiran tak lepas dari PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan di Masa Pandemi Covid-19. Di mana, setiap pemilih nantinya akan mendapat surat undangan berupa form C1 pemberitahuan yang sudah ditentukan jam memilihnya. Sehingga dalam proses pemilihannya, kerumunan masa di TPS bisa diminimalisir untuk menghindari adanya penularan Covid-19. ’’Ada satu hal yang baru di situ, yaitu jam kehadiran. Di situ nanti dicantumkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pengabdian Adalah Ibadah

Pada simulasi kemarin, KPU menjadwalkan 261 DPT di TPS 04 Desa Lebaksono menjadi enam termin. Dengan setiap termin diestimasikan sekitar 1 jam untuk 50 pemilih maksimal. Dan tepat pukul 12.35 WIB, proses pencoblosan sudah diakhiri untuk kemudian dilanjutkan dengan proses penghitungan yang juga menerapkan prokes. ’’Prinsipnya prokes harus dipatuhi oleh KPPS, saksi, PTPS, hingga pemilih. Kami perkirakan selancar mungkin alurnya, makanya setiap TPS kami kasih 3 bilik dari yang semula hanya 2 bilik,’’ tegasnya.

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kurang 17 hari jelang pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, 9 Desember, KPU Kabupaten terus menyempurnakan persiapannya. Selain logistik, KPU juga menyiapkan mekanisme coblosan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Mekanisme ini yang wajib ditaati pemilih dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) nanti untuk menghindari munculnya klaster baru penularan Covid-19 selama proses pemungutan suara berlangsung.

Nah, untuk bisa menerapkan mekanisme itu dengan sempurna, KPU turut mensimulasikan proses coblosan di wisata Ladang anggrek, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Sabtu (21/11). Dalam simulasi itu, kedatangan pemilih turut dibatasi berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan untuk menghindari kerumunan masa besar di tempat pemungutan suara (TPS).

Bahkan, pemilih nantinya tidak bisa seenaknya bergerak. Mereka harus menaati setiap aturan mulai dari wajib cuci tangan, wajib diukur suhu tubuh, hingga mendapat tinta tanda telah memilih yang wajib diteteskan KPPS. Aturan ini tak pelak turut berdampak pada padatnya jadwal hingga molornya proses coblosan dari waktu yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Dicibir karena Kental Agenda Politis

Ditanya soal ancaman itu, Komisioner divisi teknis KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif mengaku sudah mengestimasi waktu pemilihan. Setiap pemilih nantinya bisa menggunakan hak pilihnya paling cepat 3 menit dan paling lambat 5 menit. Meski harus menaati aturan prokes, tetapi Arif mengaku estimasi itu sudah tepat dengan jadwal coblosan yang dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 13.00 WIB. ’’Kemarin kita ilustrasikan sekitar 3 menitan dengan maksimal 5 menit,’’ terangnya.

Arif menegaskan, pengaturan jam kehadiran tak lepas dari PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan di Masa Pandemi Covid-19. Di mana, setiap pemilih nantinya akan mendapat surat undangan berupa form C1 pemberitahuan yang sudah ditentukan jam memilihnya. Sehingga dalam proses pemilihannya, kerumunan masa di TPS bisa diminimalisir untuk menghindari adanya penularan Covid-19. ’’Ada satu hal yang baru di situ, yaitu jam kehadiran. Di situ nanti dicantumkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Istriku Kecantol Pria Lain karena Harta

Pada simulasi kemarin, KPU menjadwalkan 261 DPT di TPS 04 Desa Lebaksono menjadi enam termin. Dengan setiap termin diestimasikan sekitar 1 jam untuk 50 pemilih maksimal. Dan tepat pukul 12.35 WIB, proses pencoblosan sudah diakhiri untuk kemudian dilanjutkan dengan proses penghitungan yang juga menerapkan prokes. ’’Prinsipnya prokes harus dipatuhi oleh KPPS, saksi, PTPS, hingga pemilih. Kami perkirakan selancar mungkin alurnya, makanya setiap TPS kami kasih 3 bilik dari yang semula hanya 2 bilik,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/