alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Prioritas Dongkrak Kesejahteraan Guru

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dunia pendidikan menjadi salah satu titik fokus pembangunan pasangan calon nomor Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar). Dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik, maka pembangunan di sektor lain lebih mudah dibenahi.

Namun, untuk membenahi dunia pendidikan, banyak variabel yang harus diperbaiki. ’’Salah satunya tenaga pendidik. Mereka memegang peranan penting untuk kemajuan sektor pendidikan,’’ ungkapnya.

Alumnus Mesir ini menerangkan, selama ini guru di Kabupaten Mojokerto masih jauh dari perhatian pemerintah. Mereka seakan terabaikan meski memiliki peranan sangat penting. ’’Kalau guru sudah tidak ada gairah, ya selesai. Apa yang mau ditransfer ke anak didiknya?’’ tandas Barra.

Untuk memunculkan gairah mendidik murid-muridnya, kata dia, seorang guru harus mendapat perhatian pemerintah. Sementara, selama ini, guru honorer hanya mengandalkan kesejahteraan dari yayasan sebagai tempat mengajar. ’’Pemerintah harus mengalokasikan anggaran itu. Berapa besarannya? Nanti akan kita hitung dulu. Yang jelas, lebih pantas,’’ tambah dia.

Baca Juga :  Ditugaskan Redam Konflik dan Pemberontakan

Perhatian pemerintah terhadap tenaga honorer seharusnya bisa mengaca dengan kebijakan daerah sekitar. Seperti Sidoarjo dan Gresik. Barra menilai, dua daerah ini telah berani memberikan insentif terhadap tenaga honorer.

Dengan perhatian pemerintah, maka guru akan lebih fokus menjadi tenaga pendidik. Mereka tak lagi disibukkan dengan pekerjaan sampingan yang selama ini dilakukan para guru honorer.

Barra menilai, menjadi tenaga pendidik, memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa. ’’Saya berharap, jadilah guru yang baik atau tidak sama sekali. Jadi guru harus benar-benar totalitas. Tidak perlu berpikir pekerjaan sampingan lagi,’’ beber putra Prof. Dr. Asep Saifudin Chalim ini.

Tak hanya guru honorer. Pengasuh PP Amanatul Ummah, Kembangbelor, Pacet ini juga menegaskan, pendidikan yang baik harus mengintegrasikan pendidikan formal dengan pendidikan nonformal.

Baca Juga :  Momentum Kemajuan Riset dan Inovasi Dalam Negeri

Seperti mengintegrasikan pendidikan TPQ dengan sekolah formal. ’’Semisal, syarat untuk masuk SMP, harus menggunakan ijazah yang dikeluarkan TPQ. Sehingga, dua dunia pendidikan ini benar-benar tak terpisah,’’ jelasnya.

Dengan menggabungkan dua ranah pendidikan ini, kata Barra, seorang siswa tak hanya pintar secara intelektual. Namun, juga menjadi generasi dengan moral yang baik.

Perhatian terhadap dunia pendidikan, dinilai Ikbar menjadi salah satu proirotas pembangunan yang akan dijalankan. Meski ia tak memungkiri, masih banyak pekerjaan vital lainnya yang harus dijalankan.

Seperti menggeber pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan wisata, hingga pembangunan sektor ekonomi. ’’Tentunya, perlu dukungan semua elemen untuk memuluskan pekerjaan-pekerjaan itu,’’ pungkas dia. 

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dunia pendidikan menjadi salah satu titik fokus pembangunan pasangan calon nomor Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar). Dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik, maka pembangunan di sektor lain lebih mudah dibenahi.

Namun, untuk membenahi dunia pendidikan, banyak variabel yang harus diperbaiki. ’’Salah satunya tenaga pendidik. Mereka memegang peranan penting untuk kemajuan sektor pendidikan,’’ ungkapnya.

Alumnus Mesir ini menerangkan, selama ini guru di Kabupaten Mojokerto masih jauh dari perhatian pemerintah. Mereka seakan terabaikan meski memiliki peranan sangat penting. ’’Kalau guru sudah tidak ada gairah, ya selesai. Apa yang mau ditransfer ke anak didiknya?’’ tandas Barra.

Untuk memunculkan gairah mendidik murid-muridnya, kata dia, seorang guru harus mendapat perhatian pemerintah. Sementara, selama ini, guru honorer hanya mengandalkan kesejahteraan dari yayasan sebagai tempat mengajar. ’’Pemerintah harus mengalokasikan anggaran itu. Berapa besarannya? Nanti akan kita hitung dulu. Yang jelas, lebih pantas,’’ tambah dia.

Baca Juga :  Tim Ikfina Buru Pendamping

Perhatian pemerintah terhadap tenaga honorer seharusnya bisa mengaca dengan kebijakan daerah sekitar. Seperti Sidoarjo dan Gresik. Barra menilai, dua daerah ini telah berani memberikan insentif terhadap tenaga honorer.

Dengan perhatian pemerintah, maka guru akan lebih fokus menjadi tenaga pendidik. Mereka tak lagi disibukkan dengan pekerjaan sampingan yang selama ini dilakukan para guru honorer.

- Advertisement -

Barra menilai, menjadi tenaga pendidik, memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa. ’’Saya berharap, jadilah guru yang baik atau tidak sama sekali. Jadi guru harus benar-benar totalitas. Tidak perlu berpikir pekerjaan sampingan lagi,’’ beber putra Prof. Dr. Asep Saifudin Chalim ini.

Tak hanya guru honorer. Pengasuh PP Amanatul Ummah, Kembangbelor, Pacet ini juga menegaskan, pendidikan yang baik harus mengintegrasikan pendidikan formal dengan pendidikan nonformal.

Baca Juga :  Berangan Revans di Final

Seperti mengintegrasikan pendidikan TPQ dengan sekolah formal. ’’Semisal, syarat untuk masuk SMP, harus menggunakan ijazah yang dikeluarkan TPQ. Sehingga, dua dunia pendidikan ini benar-benar tak terpisah,’’ jelasnya.

Dengan menggabungkan dua ranah pendidikan ini, kata Barra, seorang siswa tak hanya pintar secara intelektual. Namun, juga menjadi generasi dengan moral yang baik.

Perhatian terhadap dunia pendidikan, dinilai Ikbar menjadi salah satu proirotas pembangunan yang akan dijalankan. Meski ia tak memungkiri, masih banyak pekerjaan vital lainnya yang harus dijalankan.

Seperti menggeber pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan wisata, hingga pembangunan sektor ekonomi. ’’Tentunya, perlu dukungan semua elemen untuk memuluskan pekerjaan-pekerjaan itu,’’ pungkas dia. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/