alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Khofifah Masih Sembunyikan Calon Pendamping di Pilgub

MOJOKERTO – Siapa nama bakal calon wakil gubernur (bacawagub) yang mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim masih jadi tanda tanya. Menteri Sosial (Mensos) aktif itu rupanya masih belum mau terburu-buru menyebutkan  siapa calon pasangan yang akan diusung dalam pilkada tahun depan itu.

Hal itu diungkapkannya di sela agenda Kementerian Sosial (Kemensos) di Pondok Pesantren (ponpes) Ammanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Minggu (22/10). Dia mengaku masih melakukan survei terhadap nama-nama bacawagub yang disodorkan oleh para kiai yang disebut sebagai Tim 17.

’’Komunikasi dengan partai tetap jalan. Saya menyampaikan ke semua partai, bahwa saya akan meminta pertimbangan dan rekomendasi para kiai,’’ terangnya. Untuk diketahui, Tim 17 sendiri dibentuk saat melekukan pertemuan tertutup di Ponpes Tebuireng, Jombang pada (15/10) lalu.

Kemudian dilanjutkan pertemuan di kediaman Kiai Asep Saifuddin Chalim di Ponpes Ammanatul Ummah, Surabaya, Kamis (19/10). Ketua Umum PP Muslimat NU ini, menuturkan, hasil dari pertemuan itu, sedikitnya muncul 8 nama calon pendamping yang direkomendasikan oleh para kiai.

Baca Juga :  Tinggal Siapkan Papan Catur

’’Paling tidak ada 8 nama yang para kiai minta disurvei,’’ ujarnya. Saat ini proses survei tengah dia lakukan. ’’(Sekarang) baru turun surveinya sesuai dengan nama yang direkomendasi oleh kiai itu,’’ ulas dia.

Lagi-lagi Khofifah tetap memilih untuk merahasiakan siapa saja nama kandidat yang disulkan tersebut. Menurutnya, dia hanya menyebutkan bahwa wakilnya berlatar belakang santri nasionalis. Dia memisalkan, dari kalangan santri sudah terinterpresentasikan dari dirinya. ’’Maka gandengannya ini akan menjadi bagian dari aliansi santri nasionalis,’’ cetusnya.

Dia memberi sinyal dalam dua pekan ini bakal mengumumkan siapa calon wakil yang mendampinginya untuk bertarung melawan pasangan Saifullah Yusuf-Azwar Anas dalam Pilkada Jatim tahun depan. Sebab, para kiai memberikan deadline hingga 5 November mendatang. ’’Kiai Salahudin Wahid (Gus Solah) menarget survei untuk calon wakil diharapkan tanggal 5 November sudah selesai,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Komposisi Pemain U-19 Masih Kurang

Sementara itu, salah satu kiai yang hadir dalam pertemuan tim 17, KH Asep Saifuddin Chalim, menambahkan, dia menyerahkan sepenuhnya pemilihan cawagub kepada Khofifah. Menurutnya, para kiai akan melakukan pertemuan kembali pada 5 November untuk membahas terkait siapa nama yang dipilih.

’’Sekali lagi, hasil survei tidak harus berarti yang nomor satu, juga bukan yang paling akhir. Karena akan dikonsultasikan dengan partai pendukung,’’ paparnya.Setali tiga uang dengan Khofifah, Pengasuh Ponpes Ammanatul Ummah, Pacet ini, juga enggan membeberkan siapa pasangan yang disodorklan oleh para kiai.

Disinggung terkait sejumlah nama yang dipasangkan dengan Khofifah, seperti Bupati Trenggalek Emil Dardak maupun Agus Harimurti Yudhoyono, Kiai Asep memilih tetap merahasiakannya. ’’Saya tidak boleh menjawab itu. (Cawagub) dari bupati ada. Kita terus bermusyawarah dan istikharah, dan isya Allah tidak akan lama,’’ tandasnya.

MOJOKERTO – Siapa nama bakal calon wakil gubernur (bacawagub) yang mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim masih jadi tanda tanya. Menteri Sosial (Mensos) aktif itu rupanya masih belum mau terburu-buru menyebutkan  siapa calon pasangan yang akan diusung dalam pilkada tahun depan itu.

Hal itu diungkapkannya di sela agenda Kementerian Sosial (Kemensos) di Pondok Pesantren (ponpes) Ammanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Minggu (22/10). Dia mengaku masih melakukan survei terhadap nama-nama bacawagub yang disodorkan oleh para kiai yang disebut sebagai Tim 17.

’’Komunikasi dengan partai tetap jalan. Saya menyampaikan ke semua partai, bahwa saya akan meminta pertimbangan dan rekomendasi para kiai,’’ terangnya. Untuk diketahui, Tim 17 sendiri dibentuk saat melekukan pertemuan tertutup di Ponpes Tebuireng, Jombang pada (15/10) lalu.

Kemudian dilanjutkan pertemuan di kediaman Kiai Asep Saifuddin Chalim di Ponpes Ammanatul Ummah, Surabaya, Kamis (19/10). Ketua Umum PP Muslimat NU ini, menuturkan, hasil dari pertemuan itu, sedikitnya muncul 8 nama calon pendamping yang direkomendasikan oleh para kiai.

Baca Juga :  Diperkuat Tiga Pemain Senior
- Advertisement -

’’Paling tidak ada 8 nama yang para kiai minta disurvei,’’ ujarnya. Saat ini proses survei tengah dia lakukan. ’’(Sekarang) baru turun surveinya sesuai dengan nama yang direkomendasi oleh kiai itu,’’ ulas dia.

Lagi-lagi Khofifah tetap memilih untuk merahasiakan siapa saja nama kandidat yang disulkan tersebut. Menurutnya, dia hanya menyebutkan bahwa wakilnya berlatar belakang santri nasionalis. Dia memisalkan, dari kalangan santri sudah terinterpresentasikan dari dirinya. ’’Maka gandengannya ini akan menjadi bagian dari aliansi santri nasionalis,’’ cetusnya.

Dia memberi sinyal dalam dua pekan ini bakal mengumumkan siapa calon wakil yang mendampinginya untuk bertarung melawan pasangan Saifullah Yusuf-Azwar Anas dalam Pilkada Jatim tahun depan. Sebab, para kiai memberikan deadline hingga 5 November mendatang. ’’Kiai Salahudin Wahid (Gus Solah) menarget survei untuk calon wakil diharapkan tanggal 5 November sudah selesai,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Sapa Kota Padang dan Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan

Sementara itu, salah satu kiai yang hadir dalam pertemuan tim 17, KH Asep Saifuddin Chalim, menambahkan, dia menyerahkan sepenuhnya pemilihan cawagub kepada Khofifah. Menurutnya, para kiai akan melakukan pertemuan kembali pada 5 November untuk membahas terkait siapa nama yang dipilih.

’’Sekali lagi, hasil survei tidak harus berarti yang nomor satu, juga bukan yang paling akhir. Karena akan dikonsultasikan dengan partai pendukung,’’ paparnya.Setali tiga uang dengan Khofifah, Pengasuh Ponpes Ammanatul Ummah, Pacet ini, juga enggan membeberkan siapa pasangan yang disodorklan oleh para kiai.

Disinggung terkait sejumlah nama yang dipasangkan dengan Khofifah, seperti Bupati Trenggalek Emil Dardak maupun Agus Harimurti Yudhoyono, Kiai Asep memilih tetap merahasiakannya. ’’Saya tidak boleh menjawab itu. (Cawagub) dari bupati ada. Kita terus bermusyawarah dan istikharah, dan isya Allah tidak akan lama,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Bentuk Karakter lewat Bermain Peran

Tahun 2024 Akan Diusulkan ke Unesco

Polisi Buru Knalpot Brong

Artikel Terbaru


/