alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Bikin si Pitung Makin Pede

SALAH SATU motor produksi Honda yang sukses di pasaran Tanah Air adalah bebek Honda C70. Bahkan sebagian besar penggemarnya mempunyai julukan sendiri buat motor bebek legendaris ini, yakni si Pitung. Mengacu pada jumlah volume silinder yang hanya 70 cc (pitung puluh-Jawa).

Ketenaran si Pitung menerobos segala lapisan generasi. Tak ketinggalan pula generasi milenial juga ikut menggandrunginya. Bentuk desain yang unik, nilai historis serta ketangguhan mesin membuat si Pitung menjadi semacam ikon dan kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Seperti halnya Yang Yang Manunggal Joyonegoro. Meski termasuk generasi milenial, tapi kecintaan pria yang akrab disapa Yayang ini pada si Pitung seakan tak tergantikan. Bahkan oleh motor modern keluaran kekinian.

Baca Juga :  Gelar Flashmob Wayang Kulit, Keprihatinan Para Dalang di Era Milenial

’’Bentuknya unik. Juga asyik dikendarai pas nyantai,’’ kata Yayang mengenai alasannya mengkoleksi Honda C70 lansiran tahun 1981 tersebut. Yayang membuktikannya dengan merestorasi si Pitungnya agar tampil muda kembali.

Konsep original vintage menjadi pilihannya. Bagian bodi yang kusam langsung dibenahinya. Warna merah asli bawaan motor ini kembali dibikin cerah dengan laburan cat berkualitas. Sayap bawaan aslinya pun tak ketinggalan dibikin putih cerah kembali.

Sedangkan bagian yang berlapis krom, seperti cover mesin, knalpot, teromol depan dan belakang juga tak luput dari pembaruan. Sementara itu bagian mesin tak mengalami sentuhan berarti. Yayang hanya mengganti seal dan gasket yang sudah tidak layak dipakai.

Volume mesin asli 71,8 cc tetap dipertahankan Yayang. Pun demikian dengan sistem pengapian platina bawaan aslinya. Meski terkesan jadul, namun Yayang tak mau mengubah menjadi pengapian CDI yang lebih modern. ’’Masih normal dan biar tetap orisinil,’’ kilahnya.      

Baca Juga :  Dua Kecamatan Rawan Konflik

Pernik-pernik asli bawaan motor ini juga kembali dilengkapi Yayang. Spion orisinil, sayap depan putih dan lapisan jok kembali utuh seperti semula. Menyempurnakan penampilan, Yayang menempatkan keranjang kecil di buritan serta lapisan strip pada ban depan dan belakang. Menambah aura kesan klasik ala Eropa.

Hasil restorasi tersebut membuat Si Pitung seakan lahir kembali. Bahkan terkesan jauh lebih menarik. Membuat Yayang jadi makin percaya diri mengajak berkeliling kota. Bahkan Si Pitung tampil sebagai properti saat pre weddingnya beberapa waktu lalu.

SALAH SATU motor produksi Honda yang sukses di pasaran Tanah Air adalah bebek Honda C70. Bahkan sebagian besar penggemarnya mempunyai julukan sendiri buat motor bebek legendaris ini, yakni si Pitung. Mengacu pada jumlah volume silinder yang hanya 70 cc (pitung puluh-Jawa).

Ketenaran si Pitung menerobos segala lapisan generasi. Tak ketinggalan pula generasi milenial juga ikut menggandrunginya. Bentuk desain yang unik, nilai historis serta ketangguhan mesin membuat si Pitung menjadi semacam ikon dan kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Seperti halnya Yang Yang Manunggal Joyonegoro. Meski termasuk generasi milenial, tapi kecintaan pria yang akrab disapa Yayang ini pada si Pitung seakan tak tergantikan. Bahkan oleh motor modern keluaran kekinian.

Baca Juga :  Lemahnya Upaya Penanggulangan Bencana di Mojokerto

’’Bentuknya unik. Juga asyik dikendarai pas nyantai,’’ kata Yayang mengenai alasannya mengkoleksi Honda C70 lansiran tahun 1981 tersebut. Yayang membuktikannya dengan merestorasi si Pitungnya agar tampil muda kembali.

- Advertisement -

Konsep original vintage menjadi pilihannya. Bagian bodi yang kusam langsung dibenahinya. Warna merah asli bawaan motor ini kembali dibikin cerah dengan laburan cat berkualitas. Sayap bawaan aslinya pun tak ketinggalan dibikin putih cerah kembali.

Sedangkan bagian yang berlapis krom, seperti cover mesin, knalpot, teromol depan dan belakang juga tak luput dari pembaruan. Sementara itu bagian mesin tak mengalami sentuhan berarti. Yayang hanya mengganti seal dan gasket yang sudah tidak layak dipakai.

Volume mesin asli 71,8 cc tetap dipertahankan Yayang. Pun demikian dengan sistem pengapian platina bawaan aslinya. Meski terkesan jadul, namun Yayang tak mau mengubah menjadi pengapian CDI yang lebih modern. ’’Masih normal dan biar tetap orisinil,’’ kilahnya.      

Baca Juga :  Jaga Momentum Peningkatan Ekspor, Kemendag Pacu Produk Berdaya Saing

Pernik-pernik asli bawaan motor ini juga kembali dilengkapi Yayang. Spion orisinil, sayap depan putih dan lapisan jok kembali utuh seperti semula. Menyempurnakan penampilan, Yayang menempatkan keranjang kecil di buritan serta lapisan strip pada ban depan dan belakang. Menambah aura kesan klasik ala Eropa.

Hasil restorasi tersebut membuat Si Pitung seakan lahir kembali. Bahkan terkesan jauh lebih menarik. Membuat Yayang jadi makin percaya diri mengajak berkeliling kota. Bahkan Si Pitung tampil sebagai properti saat pre weddingnya beberapa waktu lalu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/