alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ambil Formulir Pilkada, Bawaslu Bakal Panggil Anggota TNI

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto- Pemeriksaan terhadap dua ASN, Yoko Priyono dan Kusnan Hariadi, memunculkan banyak spekulasi miring. Karena Bawaslu tampak setengah-setengah dalam mengusut dugaan keterlibatan TNI aktif di politik praktis.

Adalah Wahyu Heminarko. Wahyu adalah anggota TNI aktif yang kini berdinas di Badan Intelijen Strategis (BAIS). Ia masuk dalam penjaringan bacabup-bacawabup dan mengambil formulir di DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Desa Gayaman, Kecamatan Bangsal.

Sekretaris tim penjaringan Akhnu Afandi menegaskan, Wahyu tercatat sebagai kandidat kedelapan yang mengambil formulir di partainya. ’’Pak Wahyu, tercatat di daftar kami sebagai calon terakhir. Dan, sudah kita tutup,’’ ujarnya kemarin. Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, anggota TNI yang kini berpangkat Letnan Kolonel Infanteri ini membenarkan jika dirinya tak main-main terjun ke dunia politik dan mendaftarkan dirinya dalam bacabup di PPP Kabupaten Mojokerto. Wahyu mengaku memiliki sederet alasan. ’’Sebagai warga asli Mojokerto, saya ingin memberikan kontribusi lebih untuk tanah kelahiran,’’ ujar pria asal Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo ini.

Baca Juga :  Optimalkan Penerimaan Pajak, Gelar Gebyar Bulan Panutan

Baginya, Kabupaten Mojokerto memiliki sederet potensi yang tak pernah digali secara maksimal oleh pemerintah. Sehingga perlu tangan-tangan kreatif untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari berbagai sektor. ’’Pertimbangannya, secara geografis dan demografis. Wilayah dengan 18 kecamatan ini dibatasi 7 daerah. Harusnya bisa jauh lebih baik,’’ tambahnya. Keseriusan pria berusia 53 tahun terjun ke dunia politik ini juga akan ditunjukkan dalam waktu dekat. Wahyu memastikan akan mundur jika mengantongi rekom dari sejumlah parpol yang telah diincarnya. ’’Apa pun risiko akan saya ambil. Termasuk mundur dari keanggotaan,’’ pungkasnya.

Langkah Wahyu terjun ke dunia politik praktis dan lolos dan pemeriksaan Bawaslu, tentu menimbulkan kecemburuan bagi calon lain. Karena statusnya sebagai TNI, dinilai melanggar aturan netralitas TNI/Polri, dan ASN. Perihal itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Aris Fakhrudin Asy’at mengaku belum mendapat kabar adanya keterlibatan anggota TNI dalam pilkada kali ini. Namun, ia memastikan jika mendapat kabar itu, ia pun tak segan untuk melakukan pemanggilan. ’’Masyarakat mana saja, bisa melaporkan. Dan, kami tidak akan tutup mata. Saya pastikan, segera mengagendakan (pemanggilan, Red),’’ tandasnya.

Baca Juga :  Derita Tiga Penyakit Sekaligus, Bernapas dengan Alat Bantu

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto- Pemeriksaan terhadap dua ASN, Yoko Priyono dan Kusnan Hariadi, memunculkan banyak spekulasi miring. Karena Bawaslu tampak setengah-setengah dalam mengusut dugaan keterlibatan TNI aktif di politik praktis.

Adalah Wahyu Heminarko. Wahyu adalah anggota TNI aktif yang kini berdinas di Badan Intelijen Strategis (BAIS). Ia masuk dalam penjaringan bacabup-bacawabup dan mengambil formulir di DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Desa Gayaman, Kecamatan Bangsal.

Sekretaris tim penjaringan Akhnu Afandi menegaskan, Wahyu tercatat sebagai kandidat kedelapan yang mengambil formulir di partainya. ’’Pak Wahyu, tercatat di daftar kami sebagai calon terakhir. Dan, sudah kita tutup,’’ ujarnya kemarin. Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, anggota TNI yang kini berpangkat Letnan Kolonel Infanteri ini membenarkan jika dirinya tak main-main terjun ke dunia politik dan mendaftarkan dirinya dalam bacabup di PPP Kabupaten Mojokerto. Wahyu mengaku memiliki sederet alasan. ’’Sebagai warga asli Mojokerto, saya ingin memberikan kontribusi lebih untuk tanah kelahiran,’’ ujar pria asal Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo ini.

Baca Juga :  Penanganan Cepat, Ada Pemeriksaan Suhu dan Bagi Masker Gratis

Baginya, Kabupaten Mojokerto memiliki sederet potensi yang tak pernah digali secara maksimal oleh pemerintah. Sehingga perlu tangan-tangan kreatif untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari berbagai sektor. ’’Pertimbangannya, secara geografis dan demografis. Wilayah dengan 18 kecamatan ini dibatasi 7 daerah. Harusnya bisa jauh lebih baik,’’ tambahnya. Keseriusan pria berusia 53 tahun terjun ke dunia politik ini juga akan ditunjukkan dalam waktu dekat. Wahyu memastikan akan mundur jika mengantongi rekom dari sejumlah parpol yang telah diincarnya. ’’Apa pun risiko akan saya ambil. Termasuk mundur dari keanggotaan,’’ pungkasnya.

Langkah Wahyu terjun ke dunia politik praktis dan lolos dan pemeriksaan Bawaslu, tentu menimbulkan kecemburuan bagi calon lain. Karena statusnya sebagai TNI, dinilai melanggar aturan netralitas TNI/Polri, dan ASN. Perihal itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Aris Fakhrudin Asy’at mengaku belum mendapat kabar adanya keterlibatan anggota TNI dalam pilkada kali ini. Namun, ia memastikan jika mendapat kabar itu, ia pun tak segan untuk melakukan pemanggilan. ’’Masyarakat mana saja, bisa melaporkan. Dan, kami tidak akan tutup mata. Saya pastikan, segera mengagendakan (pemanggilan, Red),’’ tandasnya.

Baca Juga :  PPP Dianggap Langgar Etika Politik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/