alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

GL Pro 2006 Bermetamorfosa Japstyle

GL Pro memiliki daya tarik bagi para penggemar otomotif. Motor ini pernah menjadi idola lantaran kegarangan saat melaju di jalanan. Karena, motor keluaran honda ini pertama kalinya menerapkan tipe mesin 4 tak DOHC pendingin udara yang memiliki kapasitas 144.7 cc.

Tak hanya itu saja, kendaraan ini juga mampu memberikan torsi maksimal mencapai 1.3 Kgm. Sedangkan untuk transmisi yang digunakan adalah 5 percepatan manual menggunakan tipe kopling manual.

Namun, motor dengan sistem suplai bahan bakar karburator ini sempat tenggelam setelah banyak pabrikan mengeluarkan motor dengan ketangguhan dan sistem mesin yang lebih canggih.

Kini, GL pro kembali menjadi incaran kalangan modifikator. Bagian kerangka menjadi salah satu alasannya. Motor ini telah menggunakan kerangka diamond steel yang terkenal dengan ketangguhannya.

Seperti yang dilakukan Filla Muji Utomo. Pria asal Tambakagung, Kecamatan Puri, ini telah memodifikasi motor keluaran 2006 itu menjadi japstyle. Motor dengan ciri khas tangki berbentuk semitrail, single seater dengan posisi lebih rendah dari tangki standar.

Filla mengubah tampilan motor ini dengan sangat detail dan berkelas. Lihat saja, di bagian tangki ia menggunakan Benly tahun 1969 original. Untuk memasang ini, bukan sekadar mahal. Namun, barang klasik ini juga sangat sulit ditemukan di pasaran. ’’Dapat dari seorang teman di Gresik,’’ katanya.

Baca Juga :  Keseimbangan Baru

Baginya, motor yang dimodifikasi itu harus nampak indah dan puas. Sehingga, ia pun rela menggeluarkan biaya yang tak sebanding dengan harga di pasaran.

Tak hanya tangki, bagian jok juga diubah. GL Pro standar yang menerapkan double seater dilepas dan digunakan single seater. ’’Motor ini terkesan egois. Karena gak bisa buat boncengan,’’ tandasnya sembari tertawa.

Untuk memasang jok ini, ia pun harus memangkas rangka GL Pro miliknya. Rangka itu hanya dipakai di bagian depan saja. Sementara, di bagian belakang, ia membuat custom ke bengkel langganannya.

Untuk mengimbangi single seater yang telah terpasang, Filla mengubah melepas shockbreaker belakang dan menggantinya dengan honda Tiger Revo. Selain lebih elok, shockbreaker ini juga memiliki tingkat elastisitas yang lebih tinggi.

Penampakan di bagian depan juga tak kalah sempurna. Mantan Kades Tambakagung, Kecamatan Puri, ini pun memasang headlamp daymaker di bagian pencahayaan. Untuk menguatkan kesan klasik, batok headlamp menggunakan Juke.

Baca Juga :  Cabor Sepatu Roda Ditantang Ketatnya Kompetisi

Untuk mendukung kesan Japstyle, juga terlihat di bagian setir. Hampir sisi bagian depan kendaraan ini menggunakan custom. Seperti tromol badak yang dicetak lebih jumbo, dan T dengan ukuran yang tak lumrah. Satu T setir saja, beratnya tembus 20 kg.

Dengan berat berlebih di bagian depan, shockbreaker depan jauh lebih empuk dan keseimbangan kendaraan di jalanan lebih sempurna. Shockbreaker depan, ia menggunakan Bison dengan tampilan yang lebih gagah dan garang. Di banding shockbreaker bawaan yang nampak kerempeng.

Kesempurnaan kendaraan ini juga terlihat di bagian ekteriornya. Hampir seluruh sisi part telah menggunakan krom. Sehingga, kendaraan nampak selalu bersih dan terawat. ’’Sehingga, lebih good looking,’’ tambah dia.

Filla menuturkan, meski semua bagian di kendaraannya sudah custom, namun proses modifikasi belum tuntas. Karena, suara yang dihasilkan kendaraan ini masih jauh dari harapan. Untuk menghasilkan suara lebih garang, ia menggunakan knalpot Kawasaki Ninja. 

GL Pro memiliki daya tarik bagi para penggemar otomotif. Motor ini pernah menjadi idola lantaran kegarangan saat melaju di jalanan. Karena, motor keluaran honda ini pertama kalinya menerapkan tipe mesin 4 tak DOHC pendingin udara yang memiliki kapasitas 144.7 cc.

Tak hanya itu saja, kendaraan ini juga mampu memberikan torsi maksimal mencapai 1.3 Kgm. Sedangkan untuk transmisi yang digunakan adalah 5 percepatan manual menggunakan tipe kopling manual.

Namun, motor dengan sistem suplai bahan bakar karburator ini sempat tenggelam setelah banyak pabrikan mengeluarkan motor dengan ketangguhan dan sistem mesin yang lebih canggih.

Kini, GL pro kembali menjadi incaran kalangan modifikator. Bagian kerangka menjadi salah satu alasannya. Motor ini telah menggunakan kerangka diamond steel yang terkenal dengan ketangguhannya.

Seperti yang dilakukan Filla Muji Utomo. Pria asal Tambakagung, Kecamatan Puri, ini telah memodifikasi motor keluaran 2006 itu menjadi japstyle. Motor dengan ciri khas tangki berbentuk semitrail, single seater dengan posisi lebih rendah dari tangki standar.

Filla mengubah tampilan motor ini dengan sangat detail dan berkelas. Lihat saja, di bagian tangki ia menggunakan Benly tahun 1969 original. Untuk memasang ini, bukan sekadar mahal. Namun, barang klasik ini juga sangat sulit ditemukan di pasaran. ’’Dapat dari seorang teman di Gresik,’’ katanya.

Baca Juga :  Manuver Joker
- Advertisement -

Baginya, motor yang dimodifikasi itu harus nampak indah dan puas. Sehingga, ia pun rela menggeluarkan biaya yang tak sebanding dengan harga di pasaran.

Tak hanya tangki, bagian jok juga diubah. GL Pro standar yang menerapkan double seater dilepas dan digunakan single seater. ’’Motor ini terkesan egois. Karena gak bisa buat boncengan,’’ tandasnya sembari tertawa.

Untuk memasang jok ini, ia pun harus memangkas rangka GL Pro miliknya. Rangka itu hanya dipakai di bagian depan saja. Sementara, di bagian belakang, ia membuat custom ke bengkel langganannya.

Untuk mengimbangi single seater yang telah terpasang, Filla mengubah melepas shockbreaker belakang dan menggantinya dengan honda Tiger Revo. Selain lebih elok, shockbreaker ini juga memiliki tingkat elastisitas yang lebih tinggi.

Penampakan di bagian depan juga tak kalah sempurna. Mantan Kades Tambakagung, Kecamatan Puri, ini pun memasang headlamp daymaker di bagian pencahayaan. Untuk menguatkan kesan klasik, batok headlamp menggunakan Juke.

Baca Juga :  Alat Peraga Bernada Satir Bermunculan di Perkampungan

Untuk mendukung kesan Japstyle, juga terlihat di bagian setir. Hampir sisi bagian depan kendaraan ini menggunakan custom. Seperti tromol badak yang dicetak lebih jumbo, dan T dengan ukuran yang tak lumrah. Satu T setir saja, beratnya tembus 20 kg.

Dengan berat berlebih di bagian depan, shockbreaker depan jauh lebih empuk dan keseimbangan kendaraan di jalanan lebih sempurna. Shockbreaker depan, ia menggunakan Bison dengan tampilan yang lebih gagah dan garang. Di banding shockbreaker bawaan yang nampak kerempeng.

Kesempurnaan kendaraan ini juga terlihat di bagian ekteriornya. Hampir seluruh sisi part telah menggunakan krom. Sehingga, kendaraan nampak selalu bersih dan terawat. ’’Sehingga, lebih good looking,’’ tambah dia.

Filla menuturkan, meski semua bagian di kendaraannya sudah custom, namun proses modifikasi belum tuntas. Karena, suara yang dihasilkan kendaraan ini masih jauh dari harapan. Untuk menghasilkan suara lebih garang, ia menggunakan knalpot Kawasaki Ninja. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/