alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Menikmati Kopi Senilai “Jutaan Rupiah” di Candi Wringin Lawang

Berawal dari sekadar hobi ngopi bersama teman selama masa kuliah di Surabaya, Adityo Tri Wicaksono, 24,kini serius mendalami ilmu meracik kopi. Setelah dua tahun berlalu, ia lantas memiliki ide memiliki usaha kafedengan menyajikan kopi yang nikmat, namun berharga miring.

HINGGA berdirilah Trilogy Coffee Shop di kawasan Candi Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Para pengunjung kafe Trilogy dipastikan bakal terperanjat saat disodori daftar menu.

Pasalnya, harga yang tercantum di tiap menu nilainya cukup fantastis, mencapai “jutaan rupiah”. Secangkir kopi tubruk spesial, misalnya. Harga kopi ini di menu dibanderol Rp 7 juta. Namun, pengunjung tak perlu khawatir.

Harga yang dicantumkan dalam menu tersebut sebatas sindiran guyonan ala kafe Trilogy saja. ”Harga yang sebenarnya adalah Rp 7 ribu. Memang sengaja kita cantumkan harga jutaan sebagai guyonan saja,” kata Tyo, panggilan akrab pemuda asal Jatirejo tersebut.

Baca Juga :  Bawaslu Awasi Rekrutmen PPK

Tetapi, dibalik guyonan tersebut, sebenarnya terselip makna bahwa kopi yang enak tak perlu mahal. Hal itu pula yang menjadi taglinekafe ini. ”Jutaan rupiah itu juga untuk menggambarkan kualitas kopi kita. Padahal, semua harganya di bawah Rp 10 ribu,” terang Tyo sembari tersenyum.

Dia mengaku tak mau sembarangan dalam mengembangkan kafenya. Untuk secangkir kopi yang nikmat, ia memilih biji kopi langsung dari wilayah Trawas. Sementarauntuk rosting atau penyaringan, ia menyerahkan pada seorang ahli roasting kopi dari wilayah Gresik.

Lokasi kafe yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari Candi Wringin Lawang ini juga membuat kreativitas Tyo makin berkembang. Ia membuat konsep bagaimana menikmati secangkir kopi sembari memandang indahnya view Candi Wringin Lawang.

Baca Juga :  29 DPC Demokrat Dukung Bayu Airlangga

Konsep ini rupanya cukup manjur. Banyak pengunjung kafe yang tertarik dengan konsep ini. Tak melulu berpikir soal bisnis, dalam mengembangkan usahanya Tyo juga ingin memberikan edukasi soal dunia perkopian.

Ia berharap para kawula muda tak hanya menjadi penikmat kopi semata. Namun, juga paham jenis dan cara pengolahan kopi yang benar. Beragam istilah yang asing di telinga pecinta kopi diterjemahkan dengan bahasa sederhana oleh Tyo dengan dibantu dua karyawannya.

”Karena tidak semua penikmat kopi mengerti istilah dalam penyebutan cara penyajian, serta peracikan kopi,” tegas Tyo. (dwi)

 

 

 

Berawal dari sekadar hobi ngopi bersama teman selama masa kuliah di Surabaya, Adityo Tri Wicaksono, 24,kini serius mendalami ilmu meracik kopi. Setelah dua tahun berlalu, ia lantas memiliki ide memiliki usaha kafedengan menyajikan kopi yang nikmat, namun berharga miring.

HINGGA berdirilah Trilogy Coffee Shop di kawasan Candi Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Para pengunjung kafe Trilogy dipastikan bakal terperanjat saat disodori daftar menu.

Pasalnya, harga yang tercantum di tiap menu nilainya cukup fantastis, mencapai “jutaan rupiah”. Secangkir kopi tubruk spesial, misalnya. Harga kopi ini di menu dibanderol Rp 7 juta. Namun, pengunjung tak perlu khawatir.

Harga yang dicantumkan dalam menu tersebut sebatas sindiran guyonan ala kafe Trilogy saja. ”Harga yang sebenarnya adalah Rp 7 ribu. Memang sengaja kita cantumkan harga jutaan sebagai guyonan saja,” kata Tyo, panggilan akrab pemuda asal Jatirejo tersebut.

Baca Juga :  Warga Ngoro Sukses Bikin Aplikasi Digital Layanan Pesan Antar

Tetapi, dibalik guyonan tersebut, sebenarnya terselip makna bahwa kopi yang enak tak perlu mahal. Hal itu pula yang menjadi taglinekafe ini. ”Jutaan rupiah itu juga untuk menggambarkan kualitas kopi kita. Padahal, semua harganya di bawah Rp 10 ribu,” terang Tyo sembari tersenyum.

Dia mengaku tak mau sembarangan dalam mengembangkan kafenya. Untuk secangkir kopi yang nikmat, ia memilih biji kopi langsung dari wilayah Trawas. Sementarauntuk rosting atau penyaringan, ia menyerahkan pada seorang ahli roasting kopi dari wilayah Gresik.

- Advertisement -

Lokasi kafe yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari Candi Wringin Lawang ini juga membuat kreativitas Tyo makin berkembang. Ia membuat konsep bagaimana menikmati secangkir kopi sembari memandang indahnya view Candi Wringin Lawang.

Baca Juga :  Bawaslu Awasi Rekrutmen PPK

Konsep ini rupanya cukup manjur. Banyak pengunjung kafe yang tertarik dengan konsep ini. Tak melulu berpikir soal bisnis, dalam mengembangkan usahanya Tyo juga ingin memberikan edukasi soal dunia perkopian.

Ia berharap para kawula muda tak hanya menjadi penikmat kopi semata. Namun, juga paham jenis dan cara pengolahan kopi yang benar. Beragam istilah yang asing di telinga pecinta kopi diterjemahkan dengan bahasa sederhana oleh Tyo dengan dibantu dua karyawannya.

”Karena tidak semua penikmat kopi mengerti istilah dalam penyebutan cara penyajian, serta peracikan kopi,” tegas Tyo. (dwi)

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/