alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Dari Bujuk Keponakan, Kini Terkumpul Ratusan Buah

IBU satu anak ini sepertinya belum bisa membendung hasratnya untuk membeli mainan anak-anak. Setidaknya, selama tujuh tahun terakhir, telah terkumpul ratusan mainan. Koleksi itu tersimpan rapi di lemari.

Sekilas, rumah milik Novi Dwi Rahmawati, 27, yang dicat dengan perpaduan warna biru dan putih itu tidak ada yang istimewa. Namun, ketika sudah masuk, setiap orang pasti tak bisa mengalihkan pandangan ke sebuah lemari kaca yang berada pojok ruang tamunya.

Mata akan langsung tertuju pada koleksi ratusan mainan yang tertata rapi di dalam lemari. Sedikitnya terdapat 5 rak yang terisi penuh mainan anak-anak. Pada rak yang paling atas, berdiri berjajar robot-robot dengan karakter superhero. Mulai dari Hulk, Captain America, Iron Man, dan beberapa tokoh komik marvel lainnya.

Baca Juga :  Ditetapkan, Tapi Tak Ada Ruangan

Sedangkan rak berikutnya dipenuhi mainan jenis lain. Namun, yang mendominasi adalah koleksi mobil hot wheels dan mainan yang sedang digemari akhir-akhir ini, yakni lego. Hampir semua mainan yang dikoleksi ibu satu anak ini merupakan mainan yang dimainkan oleh anak laki-laki. ’’Ini hasil ngumpulin satu demi satu,’’ ungkap Novi.

Dia menceritakan, semuanya merupakan hasil koleksinya sejak 2009 lalu. Hal itu berawal membelikan mainan untuk salah satu keponakan laki-laki. Tujuannya untuk membujuk agar mau main ke rumahnya. ’’Kalau tidak dibelikan mainan, keponakan saya tidak mau di ajak ke sini (rumahnya, red),’’ ujar perempuan asal Dusun/Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg itu.

Akhirnya menjadi kebiasaan. Dia telah mengeluarkan jutaan rupiah sampai terkumpul ratusan mainan tersebut. Harga mainan bervariasi, ada yang hanya puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. ’’Yang agak mahal mainan lego,’’ paparnya.

Baca Juga :  Mempererat Hubungan Batin dari Ruang Dapur

Meski saat ini keponakannya sudah beranjak dewasa, namun kebiasaan membeli mainan tidak terus dia lakukan. Terlebih pada 22 Januari 2014, dirinya dikaruniai seorang buah hati yang kebetulan berjenis kelamin laki-laki. ’’Akhirnya beli mainannya keterusan, apalagi anak saya laki-laki,’’ tandasnya.

Pasalnya, rata-rata mainan yang menjadi koleksinya adalah mainan bongkar pasang. Sehingga, mainan tersebut tidak bisa dilakukan bagi anak di bawah lima tahun. ’’Sebenarnya yang pengen beli bukan Jo (sapaan Jovi Aziel, anaknya), tetapi saya,’’ candanya.

Bahkan, dia mengaku, mainan yang disimpan dalam lemari tersebut hanya sebagaian. Mainan itu dipilih karena masih dalam kondisi yang baik. Beberapa mainan lainnya disimpan dalam kardus. ’’Mainan yang sudah lusuh dan rusak saya jual ke tukang rongsokan,’’ pungkas dia.

IBU satu anak ini sepertinya belum bisa membendung hasratnya untuk membeli mainan anak-anak. Setidaknya, selama tujuh tahun terakhir, telah terkumpul ratusan mainan. Koleksi itu tersimpan rapi di lemari.

Sekilas, rumah milik Novi Dwi Rahmawati, 27, yang dicat dengan perpaduan warna biru dan putih itu tidak ada yang istimewa. Namun, ketika sudah masuk, setiap orang pasti tak bisa mengalihkan pandangan ke sebuah lemari kaca yang berada pojok ruang tamunya.

Mata akan langsung tertuju pada koleksi ratusan mainan yang tertata rapi di dalam lemari. Sedikitnya terdapat 5 rak yang terisi penuh mainan anak-anak. Pada rak yang paling atas, berdiri berjajar robot-robot dengan karakter superhero. Mulai dari Hulk, Captain America, Iron Man, dan beberapa tokoh komik marvel lainnya.

Baca Juga :  Pohon Waru Timpa Tiga Motor

Sedangkan rak berikutnya dipenuhi mainan jenis lain. Namun, yang mendominasi adalah koleksi mobil hot wheels dan mainan yang sedang digemari akhir-akhir ini, yakni lego. Hampir semua mainan yang dikoleksi ibu satu anak ini merupakan mainan yang dimainkan oleh anak laki-laki. ’’Ini hasil ngumpulin satu demi satu,’’ ungkap Novi.

- Advertisement -

Dia menceritakan, semuanya merupakan hasil koleksinya sejak 2009 lalu. Hal itu berawal membelikan mainan untuk salah satu keponakan laki-laki. Tujuannya untuk membujuk agar mau main ke rumahnya. ’’Kalau tidak dibelikan mainan, keponakan saya tidak mau di ajak ke sini (rumahnya, red),’’ ujar perempuan asal Dusun/Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg itu.

Akhirnya menjadi kebiasaan. Dia telah mengeluarkan jutaan rupiah sampai terkumpul ratusan mainan tersebut. Harga mainan bervariasi, ada yang hanya puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. ’’Yang agak mahal mainan lego,’’ paparnya.

Baca Juga :  Perawatan Mudah, Masa Panen Hanya Butuh 25 Hari Saja

Meski saat ini keponakannya sudah beranjak dewasa, namun kebiasaan membeli mainan tidak terus dia lakukan. Terlebih pada 22 Januari 2014, dirinya dikaruniai seorang buah hati yang kebetulan berjenis kelamin laki-laki. ’’Akhirnya beli mainannya keterusan, apalagi anak saya laki-laki,’’ tandasnya.

Pasalnya, rata-rata mainan yang menjadi koleksinya adalah mainan bongkar pasang. Sehingga, mainan tersebut tidak bisa dilakukan bagi anak di bawah lima tahun. ’’Sebenarnya yang pengen beli bukan Jo (sapaan Jovi Aziel, anaknya), tetapi saya,’’ candanya.

Bahkan, dia mengaku, mainan yang disimpan dalam lemari tersebut hanya sebagaian. Mainan itu dipilih karena masih dalam kondisi yang baik. Beberapa mainan lainnya disimpan dalam kardus. ’’Mainan yang sudah lusuh dan rusak saya jual ke tukang rongsokan,’’ pungkas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/