alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Enam Pemain Persem Mundur, Tergiur Bergabung Tim Lain

MOJOKERTO – Aktivitas padat yang ditunjukkan manajemen dan pengurus Persem Mojokerto dalam merubah status hukum, rupanya membawa konsekuensi besar.

Bagaimana, konsentrasi pengurus yang hanya terpusat pada administratif legal formal cukup melenakan situasi dan aktivitas tim yang sebenarnya. Di mana, manajemen klub belum sekalipun memikirkan komposisi tim yang akan mengisi skuad tim di musim 2019.

Hal ini memaksa sejumlah pemain di musim 2018 memilih meninggalkan Laskar Damarwulan untuk mencari klub lain sebagai pelabuhan karir mereka selanjutnya.  Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, setidaknya terdapat lima sampai enam pemain yang sudah berpamitan kepada pengurus.

Mereka pun mencoba peruntungan dengan ikut dalam trial di sejumlah klub Liga 1 maupun Liga 2. Seperti PSIS Semarang maupun PS Tira. Meski belum resmi masuk, namun langkah mereka dianggap cukup berani. Mengingat, Persem sebagai tim asalnya masih berkutat di level terbawah.

Baca Juga :  Rekom PPP Molor

’’Ya, mereka sudah pamitan untuk coba-coba ikut seleksi di tim Liga 2 dan Liga 1. Belum tahu apakah sudah ada kepastian kontrak atau belum,’’ ungkap Eri Prayogo, sekretaris Persem Mojokerto. Eri mengakui jika manajemen sampai saat ini memang belum sempat memikirkan persiapan menuju musim 2019.

Mulai dari seleksi pemain, latihan rutin, uji coba, hingga pemantapan menuju kompetisi Liga 3 zona nasional. Kondisi itu tak lepas dari belum adanya kepastian jadwal kompetisi oleh PSSI dan PT LIB sebagai operator kompetisi.

Apalagi, posisi Persem kini sudah mencapai level nasional. Artinya, masih banyak waktu yang tersedia dalam menyiapkan komposisi tim terbaik demi merealisasikan mimpi naik ke kasta Liga 2. ’’Kepastiannya kan nanti dari hasil Kongres PSSI. Tapi, kalau dari informasi yang beredar, kompetisinya baru akan berjalan pada Juli,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Masak Kita Mau Bersyukur kalau Ada Orang Meninggal

Pengurus sendiri cukup mendukung langkah para pemain dalam menggapai karir lebih baik di klub lain. Bahkan, pengurus juga siap mencabut nama mereka dari komposisi skuad Badai Biru dalam sistem online milik PSSI jika memang dibutuhkan.

Hal tersebut sudah menjadi kewajiban masing-masing klub dalam menyelesaikan proses administrasi pemain jelang kompetisi. ’’Memang, secara status, para pemain sudah tidak ada ikatan kontrak lagi karena tim sudah dibubarkan. Tapi, kalau soal etika, kan harus pamitan dulu sekaligus mencabut status mereka dalam sistem online tim milik PSSI,’’ pungkasnya. 

MOJOKERTO – Aktivitas padat yang ditunjukkan manajemen dan pengurus Persem Mojokerto dalam merubah status hukum, rupanya membawa konsekuensi besar.

Bagaimana, konsentrasi pengurus yang hanya terpusat pada administratif legal formal cukup melenakan situasi dan aktivitas tim yang sebenarnya. Di mana, manajemen klub belum sekalipun memikirkan komposisi tim yang akan mengisi skuad tim di musim 2019.

Hal ini memaksa sejumlah pemain di musim 2018 memilih meninggalkan Laskar Damarwulan untuk mencari klub lain sebagai pelabuhan karir mereka selanjutnya.  Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, setidaknya terdapat lima sampai enam pemain yang sudah berpamitan kepada pengurus.

Mereka pun mencoba peruntungan dengan ikut dalam trial di sejumlah klub Liga 1 maupun Liga 2. Seperti PSIS Semarang maupun PS Tira. Meski belum resmi masuk, namun langkah mereka dianggap cukup berani. Mengingat, Persem sebagai tim asalnya masih berkutat di level terbawah.

Baca Juga :  Jodoh Ketigaku Ternyata Orang Malas

’’Ya, mereka sudah pamitan untuk coba-coba ikut seleksi di tim Liga 2 dan Liga 1. Belum tahu apakah sudah ada kepastian kontrak atau belum,’’ ungkap Eri Prayogo, sekretaris Persem Mojokerto. Eri mengakui jika manajemen sampai saat ini memang belum sempat memikirkan persiapan menuju musim 2019.

Mulai dari seleksi pemain, latihan rutin, uji coba, hingga pemantapan menuju kompetisi Liga 3 zona nasional. Kondisi itu tak lepas dari belum adanya kepastian jadwal kompetisi oleh PSSI dan PT LIB sebagai operator kompetisi.

- Advertisement -

Apalagi, posisi Persem kini sudah mencapai level nasional. Artinya, masih banyak waktu yang tersedia dalam menyiapkan komposisi tim terbaik demi merealisasikan mimpi naik ke kasta Liga 2. ’’Kepastiannya kan nanti dari hasil Kongres PSSI. Tapi, kalau dari informasi yang beredar, kompetisinya baru akan berjalan pada Juli,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Rekom PPP Molor

Pengurus sendiri cukup mendukung langkah para pemain dalam menggapai karir lebih baik di klub lain. Bahkan, pengurus juga siap mencabut nama mereka dari komposisi skuad Badai Biru dalam sistem online milik PSSI jika memang dibutuhkan.

Hal tersebut sudah menjadi kewajiban masing-masing klub dalam menyelesaikan proses administrasi pemain jelang kompetisi. ’’Memang, secara status, para pemain sudah tidak ada ikatan kontrak lagi karena tim sudah dibubarkan. Tapi, kalau soal etika, kan harus pamitan dulu sekaligus mencabut status mereka dalam sistem online tim milik PSSI,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Kualitas Saja Tak Cukup

DLH Getol Lakukan Pemangkasan

Artikel Terbaru

Polisi Bongkar Arena Sabung Ayam

Eks Kades Mengadu Ke Polisi

Pemkab Bakal Gunakan BTT

/