alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

18 Pohon Urung Ditebang

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penebangan 18 pohon berukuran besar di kawasan wisata Petirtaan Jolotundo, berpotensi tertunda. Karena, hingga saat ini, Perhutani masih terganjal administrasi.

Administratur KPH Pasuruan Agus Achmad Fadholi mengatakan, Perhutani tengah fokus melakukan pemangkasan 44 pohon yang ada di kawasan Petirtaan Jolotundo. Namun, belum bisa menebang 18 pohon seperti yang sudah direncanakan. ”Jadi saat ini kita masih lakukan pruning saja. Belum bisa tebang pohon,” ujarnya kemarin.

Agus menjelaskan, penundaan penebangan itu karena belum rampungnya administrasi Perhutani dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. ”Karena memang itu kami masih belum dapat tanda tangan dari dinas terkait untuk penebangan itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkab

Kemarin, Perhutani bersama Pemda Mojokerto, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon di sejumlah titik kawasan Petirtaan Jolotundo. Upaya mitigasi tersebut diupayakan rampung hari ini sehingga destinasi wisata itu bisa segera dibuka.

Sementara itu, Plt Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Jatim Wilayah Nganjuk Purnomo Probo Nugroho menjelaskan, pihaknya telah memberikan sinyal lampu hijau untuk dilakukan penebangan pada 18 pohon yang dinilai berpotensi membahayakan pengunjung saat melakukan kunjungan, Kamis (18/11). Namun, menurutnya, hal tersebut baru bisa dilakukan Perhutani bersama pemda setelah merampungkan administrasi. Sebab, sejauh ini, pihaknya belum menerima surat pengajuan verifikasi dari Perhutani. ”Sejauh ini kami masih belum menerima suratnya. Jadi kami masih belum bisa menindak lanjuti. Mungkin oleh pihak perhutani masih diproses ya,” sebutnya.

Baca Juga :  Tempat Ngopi Santai dan Cozy

Purnomo memastikan, pihaknya bakal merespon cepat jika surat tersebut rampung dan telah diterima. Sehingga, upaya mitigasi bencana bisa dilanjutkan dan rampung dalam waktu dekat. ”Pasti akan kita proses. Semisal surat itu masuk sore hari begini, besok paginya kita akan langsung verifikasi ke lokasi,” tegasnya.

Sebelumnya, pohon berukuran besar di Petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, tumbang setelah dilanda angin kencang, Minggu (14/11). Peristiwa ini merenggut tiga korban jiwa dan lima orang mengalami luka-luka. Sejak peristiwa ini, area wisata langsung ditutup dan akan dibuka kembali Sabtu (20/11) nanti. (vad/ron)

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penebangan 18 pohon berukuran besar di kawasan wisata Petirtaan Jolotundo, berpotensi tertunda. Karena, hingga saat ini, Perhutani masih terganjal administrasi.

Administratur KPH Pasuruan Agus Achmad Fadholi mengatakan, Perhutani tengah fokus melakukan pemangkasan 44 pohon yang ada di kawasan Petirtaan Jolotundo. Namun, belum bisa menebang 18 pohon seperti yang sudah direncanakan. ”Jadi saat ini kita masih lakukan pruning saja. Belum bisa tebang pohon,” ujarnya kemarin.

Agus menjelaskan, penundaan penebangan itu karena belum rampungnya administrasi Perhutani dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. ”Karena memang itu kami masih belum dapat tanda tangan dari dinas terkait untuk penebangan itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hindari Jogging dan Melompat

Kemarin, Perhutani bersama Pemda Mojokerto, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon di sejumlah titik kawasan Petirtaan Jolotundo. Upaya mitigasi tersebut diupayakan rampung hari ini sehingga destinasi wisata itu bisa segera dibuka.

Sementara itu, Plt Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Jatim Wilayah Nganjuk Purnomo Probo Nugroho menjelaskan, pihaknya telah memberikan sinyal lampu hijau untuk dilakukan penebangan pada 18 pohon yang dinilai berpotensi membahayakan pengunjung saat melakukan kunjungan, Kamis (18/11). Namun, menurutnya, hal tersebut baru bisa dilakukan Perhutani bersama pemda setelah merampungkan administrasi. Sebab, sejauh ini, pihaknya belum menerima surat pengajuan verifikasi dari Perhutani. ”Sejauh ini kami masih belum menerima suratnya. Jadi kami masih belum bisa menindak lanjuti. Mungkin oleh pihak perhutani masih diproses ya,” sebutnya.

Baca Juga :  Korban Hanya Ngopi, Tanpa Beli Berkarcis

Purnomo memastikan, pihaknya bakal merespon cepat jika surat tersebut rampung dan telah diterima. Sehingga, upaya mitigasi bencana bisa dilanjutkan dan rampung dalam waktu dekat. ”Pasti akan kita proses. Semisal surat itu masuk sore hari begini, besok paginya kita akan langsung verifikasi ke lokasi,” tegasnya.

- Advertisement -

Sebelumnya, pohon berukuran besar di Petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, tumbang setelah dilanda angin kencang, Minggu (14/11). Peristiwa ini merenggut tiga korban jiwa dan lima orang mengalami luka-luka. Sejak peristiwa ini, area wisata langsung ditutup dan akan dibuka kembali Sabtu (20/11) nanti. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/