alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Diduduki Orang Eropa, Berakhir di Masa Jepang

SEMENTARA itu, kekosongan jabatan Wawali Kota Mojokerto berlangsung selama setahun. Pada 1933, Pemerintah Belanda memutuskan untuk melakukan pengisian kursi loco-burgemeester dengan pejabat Eropa.

Ayuhanafiq menuturkan, ancaman pengunduran diri anggota dewan rupanya tidak mampu mengubah kebijakan pemerintahan kolonial. Sebab, Belanda mengangkat Klay dari partai Inlands Europesche Vereeniging (IEV) untuk mengisi kekosongan jabatan Wawali Kota Mojokerto.

Pengisian jabatan loco-burgemeester itu dilakukan pada Februari 1933. ”Dengan diangkatnya Wakil Wali Kota Mojokerto dari orang Eropa tersebut, maka pemerintah kolonial menolak keinginan anggota dewan yang sebelumnya mengusulkan dari pribumi,” imbuhnya.

Kebijakan Pemerintah Belanda tersebut sempat mendapatkan sorotan dari sejumlah surat kabar. Dalam pemberitaannya, media massa mengulas tentang jabatan bupati yang bisa dijabat pribumi. Namun, kondisi berbeda diperlakukan pada pemerintah kota yang tidak diberikan kesempatan untuk diduduki oleh bumiputra. Termasuk pada kursi jabatan wawali.

Baca Juga :  Nikmatnya Daging Rendah Kolesterol

Langkah politik juga ditempuh anggota dewan rakyat yang menyampaikan aspirasi ke DPR pusat. Volksraad berpandangan pemerintahan kota dapat mengakomodir tokoh pribumi untuk menduduki jabatan wawali. Khususnya bagi kota yang penduduk Eropa dengan jumlah terbatas seperti di Kota Mojokerto.

Namun, sebut Yuhan, berbagai upaya tersebut tidak membuat pemerintah kolonial bergeming. Selama masa penjajahan Belanda, struktur pemerintahan kota tetap diberikan kepada warga asing dari Eropa. ”Pribumi baru dapat menjabat sebagai wali kota pada masa pendudukan Jepang,” ulasnya.

Adalah Rekso Amitprodjo yang menjadi pribumi pertama yang diangkat menjadi Sicho atau Wali Kota Mojokerto. Di periode yang sama, tokoh tersebut juga merangkap jabatan sebagai Kencho atau Bupati Mojokerto hingga 1945. (ram/ron)

Baca Juga :  Pemain tanpa Ikatan Kontrak, Persem Mojokerto Vakum

 

SEMENTARA itu, kekosongan jabatan Wawali Kota Mojokerto berlangsung selama setahun. Pada 1933, Pemerintah Belanda memutuskan untuk melakukan pengisian kursi loco-burgemeester dengan pejabat Eropa.

Ayuhanafiq menuturkan, ancaman pengunduran diri anggota dewan rupanya tidak mampu mengubah kebijakan pemerintahan kolonial. Sebab, Belanda mengangkat Klay dari partai Inlands Europesche Vereeniging (IEV) untuk mengisi kekosongan jabatan Wawali Kota Mojokerto.

Pengisian jabatan loco-burgemeester itu dilakukan pada Februari 1933. ”Dengan diangkatnya Wakil Wali Kota Mojokerto dari orang Eropa tersebut, maka pemerintah kolonial menolak keinginan anggota dewan yang sebelumnya mengusulkan dari pribumi,” imbuhnya.

Kebijakan Pemerintah Belanda tersebut sempat mendapatkan sorotan dari sejumlah surat kabar. Dalam pemberitaannya, media massa mengulas tentang jabatan bupati yang bisa dijabat pribumi. Namun, kondisi berbeda diperlakukan pada pemerintah kota yang tidak diberikan kesempatan untuk diduduki oleh bumiputra. Termasuk pada kursi jabatan wawali.

Baca Juga :  Masuk Pelatnas Bulu Tangkis, Moncer di Tangan Roy Joyo Efendi

Langkah politik juga ditempuh anggota dewan rakyat yang menyampaikan aspirasi ke DPR pusat. Volksraad berpandangan pemerintahan kota dapat mengakomodir tokoh pribumi untuk menduduki jabatan wawali. Khususnya bagi kota yang penduduk Eropa dengan jumlah terbatas seperti di Kota Mojokerto.

Namun, sebut Yuhan, berbagai upaya tersebut tidak membuat pemerintah kolonial bergeming. Selama masa penjajahan Belanda, struktur pemerintahan kota tetap diberikan kepada warga asing dari Eropa. ”Pribumi baru dapat menjabat sebagai wali kota pada masa pendudukan Jepang,” ulasnya.

- Advertisement -

Adalah Rekso Amitprodjo yang menjadi pribumi pertama yang diangkat menjadi Sicho atau Wali Kota Mojokerto. Di periode yang sama, tokoh tersebut juga merangkap jabatan sebagai Kencho atau Bupati Mojokerto hingga 1945. (ram/ron)

Baca Juga :  Buket Uang Paling Diburu

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/