alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Perayaan Natal, Ajak Jemaat Langsung Aksi Kemanusiaan

Pandemi belum lagi usai. Sedang, bencana alam bermunculan. Itu memantik keprihatinan Pendeta Indro Sujarwo, S. Ag. Bersamaan momen Natal, dia ajak jemaat mengimplementasikan makna natal lewat aksi kemanusiaan membantu korban bencana alam.

Pendeta Grejo Kristen Jawi Wetan (GKJW) jemaat Mojokerto ini mengatakan, kondisi tahun ini terbilang berbeda dengan tahun lalu. Utamanya terkait kondisi pandemi Covid-19. ’’Kalau tahun lalu pandemi itu luar biasa. Agak menakutkan. Menjadi shock terapi juga. Tapi tahun ini cenderung lebih longgar,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Dilanjutkannya, semula perayaan Natal tahun ini bakal diwarnai dengan pemberlakukan PPKM level 3, namun belakangan berubah. Dan, peringatan Hari Raya Natal dapat dilaksanakan oleh jemaat dengan kelonggaran. ’’Walaupun tidak mengadaan pesta perayaan, tapi ibadah untuk anak dan pemuda diperbolehkan. Meski jumlahnya tidak banyak,’’ lanjut dia.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Perpusnas RI

Pendeta Indro menuturkan, hal itu amat disyukurinya. Karena, tahun lalu praktis tidak ada acara perayaan maupun ibadah bersama ketika Hari Raya Natal. ’’Tahun lalu tidak bisa gerak. Tidak ada kegiatan sama sekali,’’ tutur pria 53 tahun ini.

Adanya kelonggaran kegiatan masyarakat yang diberikan pemerintah, sambung Pendeta Indro, menjadikan jemaatnya dapat beribadah secara tatap muka. Meski, untuk kapasitas gereja harus dikepras menjadi 50 persen saja. ’’Yang pertama tentu saja, kami bersyukur pandemi melandai. Walaupun, masih dihantui, pasca Delta kini ada Omicron. Tapi, jemaat kita ajak untuk jangan lengah. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan baik,’’ beber dia.

Pihaknya berpesan, Hari Raya Natal tahun ini terbilang berlangsung di tengah situasi yang masih berat. Karena, akibat pandemi, segala lini kehidupan terdampak. ’’Tetapi seperti tema natal tahun ini ’’Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan’’, tetap kita gemakan,’’ pesannya.

Baca Juga :  Agen-Pengecer Cemas

Pendeta Indro mengaku bagaimana pihaknya membangun persaudaraan tanpa melihat golongan. ’’Terlebih di tengah suasana natal, banyak bencana. Mari kita berbuat. Kita tidak usah gebyar, tapi langsung action dalam tindakan kemanusiaan. Wes gak popo gak perayaan, tapi langsung berbuat,’’ akunya. Pekan lalu, pihaknya bersama jemaat langsung mengirimkan bantuan yang digalang langsung ke lokasi bencana di Lumajang. Bantuan berupa material maupun uang tunai disalurkan langsung ke yang membutuhkan di lokasi. (fen)

Pandemi belum lagi usai. Sedang, bencana alam bermunculan. Itu memantik keprihatinan Pendeta Indro Sujarwo, S. Ag. Bersamaan momen Natal, dia ajak jemaat mengimplementasikan makna natal lewat aksi kemanusiaan membantu korban bencana alam.

Pendeta Grejo Kristen Jawi Wetan (GKJW) jemaat Mojokerto ini mengatakan, kondisi tahun ini terbilang berbeda dengan tahun lalu. Utamanya terkait kondisi pandemi Covid-19. ’’Kalau tahun lalu pandemi itu luar biasa. Agak menakutkan. Menjadi shock terapi juga. Tapi tahun ini cenderung lebih longgar,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Dilanjutkannya, semula perayaan Natal tahun ini bakal diwarnai dengan pemberlakukan PPKM level 3, namun belakangan berubah. Dan, peringatan Hari Raya Natal dapat dilaksanakan oleh jemaat dengan kelonggaran. ’’Walaupun tidak mengadaan pesta perayaan, tapi ibadah untuk anak dan pemuda diperbolehkan. Meski jumlahnya tidak banyak,’’ lanjut dia.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Perpusnas RI

Pendeta Indro menuturkan, hal itu amat disyukurinya. Karena, tahun lalu praktis tidak ada acara perayaan maupun ibadah bersama ketika Hari Raya Natal. ’’Tahun lalu tidak bisa gerak. Tidak ada kegiatan sama sekali,’’ tutur pria 53 tahun ini.

Adanya kelonggaran kegiatan masyarakat yang diberikan pemerintah, sambung Pendeta Indro, menjadikan jemaatnya dapat beribadah secara tatap muka. Meski, untuk kapasitas gereja harus dikepras menjadi 50 persen saja. ’’Yang pertama tentu saja, kami bersyukur pandemi melandai. Walaupun, masih dihantui, pasca Delta kini ada Omicron. Tapi, jemaat kita ajak untuk jangan lengah. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan baik,’’ beber dia.

Pihaknya berpesan, Hari Raya Natal tahun ini terbilang berlangsung di tengah situasi yang masih berat. Karena, akibat pandemi, segala lini kehidupan terdampak. ’’Tetapi seperti tema natal tahun ini ’’Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan’’, tetap kita gemakan,’’ pesannya.

Baca Juga :  Ada Bumblebee Transformers, Captain Amerika hingga Sejarah
- Advertisement -

Pendeta Indro mengaku bagaimana pihaknya membangun persaudaraan tanpa melihat golongan. ’’Terlebih di tengah suasana natal, banyak bencana. Mari kita berbuat. Kita tidak usah gebyar, tapi langsung action dalam tindakan kemanusiaan. Wes gak popo gak perayaan, tapi langsung berbuat,’’ akunya. Pekan lalu, pihaknya bersama jemaat langsung mengirimkan bantuan yang digalang langsung ke lokasi bencana di Lumajang. Bantuan berupa material maupun uang tunai disalurkan langsung ke yang membutuhkan di lokasi. (fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/