alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Bekerja, Berbuat, dan Membangun Manfaat

Junaedi Malik adalah politisi berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU). Ia menghabiskan masa sekolah dasar  di tempat kelahirannya, SDN Kendundung 3, melanjutkan ke SMPN 8 Kota Mojokerto, hingga menempuh pendidikan di SMA Islam Brawijaya.

IA menjadi aktivis di beberapa organisasi sejak remaja. Diawali dari kiprahnya menjadi ketua Remaja Masjid (Remas) Alhasyimi di kampungnya, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Selanjutnya terpilih sebagai ketua PC IPNU Kota Mojokerto tahun 2006, sebagai organisasi pelajar kader NU. Berikutnya menjadi ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto tahun 2016. Selain itu, ia juga aktif di bebrapa organisasi badan otonom (Banom) NU lainnya.

Di antaranya LDNU dan ISNU. Selepas tiga tahun menimba ilmu di SMA Islam Brawijaya, Junaedi Malik muda lantas melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Pembangunan Universitas Darul Ulum Jombang.

Jiwa kepemimpinannya mulai berkembang dan semakin terasah semasa menjadi mahasiswa. Di sela menyelesaikan jenjang S-1, Junaedi Malik bersama rekan mahasiswa satu pergerakan mendirikan sebuah lembaga El-Kasem.

El-Kasem adalah lembaga sosial yang bergerak dalam kajian sosial ekonomi publik dengan berbagai peran sosial yang di jalankan. Jiwa kepemimpinannya semakin terasah dan  matang bersama semangatnya dalam berorganisasi.

Baca Juga :  Tunggu Pimpinan Dilantik, Dewan Gagal Bahas Tatib

Baik dalam naungan organisasi NU maupun di dunia kampus, dan di tengah elemen masyarakat. Sejak tahun 2000 Junaedi Malik mulai merintis usaha swasta. Sebagai kontraktor listrik dan perdagangan umum, dengan mengendalikan tiga badan usaha sekaligus.

Termasuk, aktif tergabung di Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia AKLI. Serta menjadi sekretaris DPC AKLI Mojokerto selama 2 periode. Saat ini, dia tengah fokus menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Selama dua periode, Junaedi Malik terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto.  Komitmen dalam menjalankan tugas adalah prinsip dan etos kerja yang harus bisa dijalankan denga maksimal. ”Karena hal itu adalah amanah,’’ ujarnya.

Bekal pengalaman organisasi sejak remaja mengantarkannya terjun ke dunia politik. Bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah kebanggaan bagi Junaedi Malik.

Karena PKB dilahirkan dari rahim NU dengan perjuangan politik rahmatan lil alamin, sesuai dengan latar belakangnya sebagai kader NU yang berhaluan aswaja.

Dengan demikian dia menitir karir dari bawah. Sebagai pengurus ranting, PAC, hingga mendapat amanah menjadi DPC PKB Kota Mojokerto, dari 2010 hingga sekarang. ”Komitmen saya, harus bisa memberikan manfaat bagi sesama dan masyarakat umumnya,’’ tandasnya.

Baca Juga :  DPRD Usik Dana Kelurahan

Dalam menjalankan prinsip hidup untuk berbuat manfaat itu, Junaedi Malik membentuk wadah sosial bernama Joened Foundation, berdiri tahun 2004. Wadah sosial itu sebagai upaya membangun dan menjaga komunikasi, serta interaksi di tengah masyarakat dengan berbagai latar belakang.

Sekaligus sarana menampung aspirasi dalam menjalankan amanah sebagai  wakil rakyat. ”Berpolitik itu ibadah. Dan, itu amanah yang kelak di pertanggungjawabkan, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak,’’ tambahnya.

Joened Foundation tidak semata mata bertujuan sekadar memenangkan pemilihan legislatif (pileg). Namun, lebih kepada kepentingan sosial kemasyarakatan, menerima aspirasi rakyat.

’’Untuk membangun lingkaran kebersamaan di antara sesama, bukan untuk kepentingan kesuksesan di pileg,” imbuhnya.  Dengan kata lain, demi mewujudkan prinsip cita-cita hidup yang mendasar.

”Bersama-sama saling belajar dan melengkapi. Agar terus bisa bekerja memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas wakil ketua DPRD Kota Mojokerto ini. (bas)

 

 

Junaedi Malik adalah politisi berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU). Ia menghabiskan masa sekolah dasar  di tempat kelahirannya, SDN Kendundung 3, melanjutkan ke SMPN 8 Kota Mojokerto, hingga menempuh pendidikan di SMA Islam Brawijaya.

IA menjadi aktivis di beberapa organisasi sejak remaja. Diawali dari kiprahnya menjadi ketua Remaja Masjid (Remas) Alhasyimi di kampungnya, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Selanjutnya terpilih sebagai ketua PC IPNU Kota Mojokerto tahun 2006, sebagai organisasi pelajar kader NU. Berikutnya menjadi ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto tahun 2016. Selain itu, ia juga aktif di bebrapa organisasi badan otonom (Banom) NU lainnya.

Di antaranya LDNU dan ISNU. Selepas tiga tahun menimba ilmu di SMA Islam Brawijaya, Junaedi Malik muda lantas melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Pembangunan Universitas Darul Ulum Jombang.

Jiwa kepemimpinannya mulai berkembang dan semakin terasah semasa menjadi mahasiswa. Di sela menyelesaikan jenjang S-1, Junaedi Malik bersama rekan mahasiswa satu pergerakan mendirikan sebuah lembaga El-Kasem.

El-Kasem adalah lembaga sosial yang bergerak dalam kajian sosial ekonomi publik dengan berbagai peran sosial yang di jalankan. Jiwa kepemimpinannya semakin terasah dan  matang bersama semangatnya dalam berorganisasi.

Baca Juga :  Tunggu Pimpinan Dilantik, Dewan Gagal Bahas Tatib
- Advertisement -

Baik dalam naungan organisasi NU maupun di dunia kampus, dan di tengah elemen masyarakat. Sejak tahun 2000 Junaedi Malik mulai merintis usaha swasta. Sebagai kontraktor listrik dan perdagangan umum, dengan mengendalikan tiga badan usaha sekaligus.

Termasuk, aktif tergabung di Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia AKLI. Serta menjadi sekretaris DPC AKLI Mojokerto selama 2 periode. Saat ini, dia tengah fokus menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

Selama dua periode, Junaedi Malik terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto.  Komitmen dalam menjalankan tugas adalah prinsip dan etos kerja yang harus bisa dijalankan denga maksimal. ”Karena hal itu adalah amanah,’’ ujarnya.

Bekal pengalaman organisasi sejak remaja mengantarkannya terjun ke dunia politik. Bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah kebanggaan bagi Junaedi Malik.

Karena PKB dilahirkan dari rahim NU dengan perjuangan politik rahmatan lil alamin, sesuai dengan latar belakangnya sebagai kader NU yang berhaluan aswaja.

Dengan demikian dia menitir karir dari bawah. Sebagai pengurus ranting, PAC, hingga mendapat amanah menjadi DPC PKB Kota Mojokerto, dari 2010 hingga sekarang. ”Komitmen saya, harus bisa memberikan manfaat bagi sesama dan masyarakat umumnya,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dewan Usulkan Perda Pendidikan, Bakal Sentuh Sekolah Negeri-Swasta

Dalam menjalankan prinsip hidup untuk berbuat manfaat itu, Junaedi Malik membentuk wadah sosial bernama Joened Foundation, berdiri tahun 2004. Wadah sosial itu sebagai upaya membangun dan menjaga komunikasi, serta interaksi di tengah masyarakat dengan berbagai latar belakang.

Sekaligus sarana menampung aspirasi dalam menjalankan amanah sebagai  wakil rakyat. ”Berpolitik itu ibadah. Dan, itu amanah yang kelak di pertanggungjawabkan, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak,’’ tambahnya.

Joened Foundation tidak semata mata bertujuan sekadar memenangkan pemilihan legislatif (pileg). Namun, lebih kepada kepentingan sosial kemasyarakatan, menerima aspirasi rakyat.

’’Untuk membangun lingkaran kebersamaan di antara sesama, bukan untuk kepentingan kesuksesan di pileg,” imbuhnya.  Dengan kata lain, demi mewujudkan prinsip cita-cita hidup yang mendasar.

”Bersama-sama saling belajar dan melengkapi. Agar terus bisa bekerja memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas wakil ketua DPRD Kota Mojokerto ini. (bas)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Sehari, 11 Warga Kota Meninggal

Terapkan Protokol Kesehatan Standar WHO

Artikel Terbaru


/