alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Dicoret Dari Bacawabup, Jauharoh Legawa

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto- Koalisi PDIP dan PKB berimbas terhadap figur bacawabup. Karena sebagai salah satu syarat koalisi itu, PKB menyodorkan kadernya, Titik Masudah sebagai pendamping Pungkasiadi. Semula, Pung memilih bos travel haji dan umrah Jauharoh Said. Terpilihnya Jauharoh bukan tanpa sebab. Karena ia dikabarkan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pucuk pimpinan Partai Bulan Bintang (PBB).

Di Mojokerto, partai ini sangat diharapkan PDIP sebagai pelengkap satu tiket di pilkada. Dengan koalisi PBB dan PDIP ini, maka batas minimal pencalonan bacalon akan tercukupi. Tak hanya karena koalisi parpol. Jauharoh Said juga sempat diperkenalkan sebagai cawabup di kediaman KH Chusaini Ilyas, Karangnongko, Mojoranu, Sooko. ’’Ini (berpasangan dengan Jauharoh) petunjuk Mbah Yai (KH Chusaini Ilyas),’’ kata Pung Februari lalu.

Baca Juga :  Belajar Menembak, sempat Dicurigai Aliran Teroris

Namun, kini peta politik berubah. PDIP mendadak menggandeng PKB. Partai dengan perolehan kursi terbanyak di Kabupaten Mojokerto, yakni mencapai 10 kursi atau menggenggam tiket pilkada. Lalu, bagaimana dengan nasib Jauharoh? Pung mengaku jika proses politik jelang pilkada kali ini, masih sangat dinamis. Perubahan pun masih sangat memungkinkan. ’’Politik itu dinamis,’’ jelasnya sembari tersenyum.

Terpisah, Jauharoh Said mengaku legawa dengan keputusan tersebut. Ia menyadari, pilihan Pung menggantikan dirinya dengan figur lain, bukan karena keinginannya secara pribadi. ’’Pak Bupati adalah kader PDIP. Tentu pasrah dengan DPP,’’ jelas dia.

Bahkan, Jauharoh mengaku memberikan dukungan terhadap Pung atas pilihannya tersebut. ’’Saya sangat mendukung,’’ imbuhnya. Dengan pencoretan nama dirinya dalam pencalonan, Jauharoh menyebut, hubungannya dengan tak retak sedikit pun. Dan, ia pun bisa lebih fokus ke pendidikan yang tengah dirintisnya. ’’Biar saya fokus kepada dakwah dan mengurusi lembaga pendidikan kami yang sudah maju,’’ beber dia. Perlu diketahui, akhir Februari lalu, Jauharoh mendadak menerima tawaran menjadi bacawabup.

Baca Juga :  Muncul Sosok Putra KH Chusaini Ilyas

Namun, tawaran Pung bukan main-main. Jauharoh Said mengaku, Pung datang dengan membawah titah KH Chusaini Ilyas. Tak hanya berpikir sendiri. Ia pun harus melibatkan suaminya, H Achmad Irfan, anak-anaknya, serta keluarga besarnya. Bahkan, ia mengklarifikasi ke ndalem Kiai Chusaini Ilyas.

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto- Koalisi PDIP dan PKB berimbas terhadap figur bacawabup. Karena sebagai salah satu syarat koalisi itu, PKB menyodorkan kadernya, Titik Masudah sebagai pendamping Pungkasiadi. Semula, Pung memilih bos travel haji dan umrah Jauharoh Said. Terpilihnya Jauharoh bukan tanpa sebab. Karena ia dikabarkan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pucuk pimpinan Partai Bulan Bintang (PBB).

Di Mojokerto, partai ini sangat diharapkan PDIP sebagai pelengkap satu tiket di pilkada. Dengan koalisi PBB dan PDIP ini, maka batas minimal pencalonan bacalon akan tercukupi. Tak hanya karena koalisi parpol. Jauharoh Said juga sempat diperkenalkan sebagai cawabup di kediaman KH Chusaini Ilyas, Karangnongko, Mojoranu, Sooko. ’’Ini (berpasangan dengan Jauharoh) petunjuk Mbah Yai (KH Chusaini Ilyas),’’ kata Pung Februari lalu.

Baca Juga :  Pung Bongkar Pasang Bacawabup

Namun, kini peta politik berubah. PDIP mendadak menggandeng PKB. Partai dengan perolehan kursi terbanyak di Kabupaten Mojokerto, yakni mencapai 10 kursi atau menggenggam tiket pilkada. Lalu, bagaimana dengan nasib Jauharoh? Pung mengaku jika proses politik jelang pilkada kali ini, masih sangat dinamis. Perubahan pun masih sangat memungkinkan. ’’Politik itu dinamis,’’ jelasnya sembari tersenyum.

Terpisah, Jauharoh Said mengaku legawa dengan keputusan tersebut. Ia menyadari, pilihan Pung menggantikan dirinya dengan figur lain, bukan karena keinginannya secara pribadi. ’’Pak Bupati adalah kader PDIP. Tentu pasrah dengan DPP,’’ jelas dia.

Bahkan, Jauharoh mengaku memberikan dukungan terhadap Pung atas pilihannya tersebut. ’’Saya sangat mendukung,’’ imbuhnya. Dengan pencoretan nama dirinya dalam pencalonan, Jauharoh menyebut, hubungannya dengan tak retak sedikit pun. Dan, ia pun bisa lebih fokus ke pendidikan yang tengah dirintisnya. ’’Biar saya fokus kepada dakwah dan mengurusi lembaga pendidikan kami yang sudah maju,’’ beber dia. Perlu diketahui, akhir Februari lalu, Jauharoh mendadak menerima tawaran menjadi bacawabup.

Baca Juga :  PDIP Investigasi Kader Membelot

Namun, tawaran Pung bukan main-main. Jauharoh Said mengaku, Pung datang dengan membawah titah KH Chusaini Ilyas. Tak hanya berpikir sendiri. Ia pun harus melibatkan suaminya, H Achmad Irfan, anak-anaknya, serta keluarga besarnya. Bahkan, ia mengklarifikasi ke ndalem Kiai Chusaini Ilyas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/