alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Bebas Berimajinasi, Bangkitkan Aura Raja Majapahit

Pelukis dari Jombang dan Mojokerto melukis di lokasi dengan tema Majapahit. Masing-masing membawa imajinasi tentang situs-situs di Mojokerto untuk kemudian divisualisasikan di selembar kanvas. 

SEKITAR enam puluh pelukis berkumpul di kawasan Situs Klinterejo Petilasan Tribuana Tunggadewi, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu (16/12) pagi.

Dari segala kalangan, bahkan anak-anak, masing-masing telah membawa imajinasi untuk kemudian dituangkan dalam bentuk visual berupa lukisan.

satu per satu mengambil kanvas yang disediakan para penyelenggara. Mereka bebas mencari tempat untuk menggoreskan kuas dan memvisualisasikan imajinasi.

Bahkan ada yang mengunjungi lokasi candi-candi di wilayah Trowulan. Dengan konsep on the spot painting, para pelukis dari dua penjuru Bang Joker alias Jombang Mojokerto melukis situs-situs Mojokerto.

’’On the spot painting ini sangat menarik. Dengan begini, secara otomatis kita bisa berinteraksi dan bersilaturahmi antarpelukis. Disamping kita mempelajari apa bentuk tema yang diangkat. Misalnya yang diangkat adalah situs Tribuana Tunggadewi, ya kita berkenalan dengan itu,’’ kata salah satu peserta on the spot painting, Lukman Hakim, sembari sesekali menggoreskan kuasnya di kanvas.

Selain itu, menurutnya, konsep tersebut merupakan hal yang bagus terutama untuk anak-anak terhadap situs yang memang notabenya jarang orang tahu. ’’Untuk pengenalan dengan cara melukis bersama itu memang bagus,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan KPM di Trowulan Belum Cairkan BST

Di lokasi, Lukman tengah melukis Tribuwana Tunggadewi. ’’Ini penggambaran Tribuana Tunggadewi menurut versi saya. Ada beberapa ilustrasi tentang beberapa pergolakan di masa itu. Ada tentara Bhayangkara Majapahit,’’ papar Lukman yang juga tergabung dalam Komunitas Pelukis (Kopi) Jombang.

Lukman yang datang bersama 15 pelukis lainnya dari Kopi Jombang, melukis di lokasi dengan menggunakan media akrilik pada kanvas berukuran 90 x 70 sentimeter.

Selain Lukman, peserta on the spot painting juga ada yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Yaitu, Andita Shevia, 8. Di lokasi, dia melukis Candi Brahu. ’’Saya melukis Candi Brahu pakai cat acrilik,’’ katanya polos sambil sibuk merampungkan goresannya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Mpu Harrys Purwa, mengatakan, bahwa ini adalah event perdana. ’’Kami sengaja mengundang dua wilayah yang saya kasih nama Bang Joker atau Jombang Mojokerto.

Dengan harapan di dua wilayah ini akan semakin tumbuh. Paling tidak memberikan seonggok kiprahnya sesuai bidang masing-masing,’’ ungkapnya. Dengan konsep on the spot painting, para pelukis bisa melukis di lokasi Klinterejo, lokasi Sitinggil, Candi Gentong, Candi Brahu, dan lain-lain.

Baca Juga :  Butuh Kejelian untuk Hindari Kekurangan dan Kerusakan Logistik

Yang terpenting adalah melukis situs yang ada di Mojokerto. ’’Saya juga memberi kesempatan peserta untuk melukis figurnya bunda Ratu Tribuana versi mereka sesuai dengan konsepsinya masing-masing,’’ katanya.

Menurutnya, dengan cara tersebut mudah-mudahan bisa memicu dan memacu generasi muda untuk semakin ingin mengetahui bagaimana kebesaran Majapahit di masa lalu.

Ketua Yayasan Majapahit Baru, Indra Moesaffa, mengutarakan tujuan dari acara ini adalah agar para seniman dan pelukis terutama Mojokerto dan Jombang bisa berimajinasi tentang bagaimana Majapahit.

’’Dengan situs-situs yang ada itu, nantinya semoga bisa menyatukan bangsa Indonesia,’’ katanya. Menurutnya, melalui seni lukis inilah semua orang terbebas dari perbedaan agama, antarras serta antarsuku.

Sehingga, semua bisa bersatu. Lokasi Klinterejo dipilih karena lokasi tersebut merupakan tempat pendarmaan dari abu jenazah Tribuana Tunggadewi yang melahirkan Maharaja Majapahit Hayam Wuruk yang telah dikenal seluruh Asia bahkan seluruh Madagaskar.

’’Kita ingin aura tersebut bisa bangkit untuk menyatukan nusantara kembali. Serta mengembalikan perekonomian yang gemah ripah loh jinawi,’’ pungkasnya. (sad)

Pelukis dari Jombang dan Mojokerto melukis di lokasi dengan tema Majapahit. Masing-masing membawa imajinasi tentang situs-situs di Mojokerto untuk kemudian divisualisasikan di selembar kanvas. 

SEKITAR enam puluh pelukis berkumpul di kawasan Situs Klinterejo Petilasan Tribuana Tunggadewi, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu (16/12) pagi.

Dari segala kalangan, bahkan anak-anak, masing-masing telah membawa imajinasi untuk kemudian dituangkan dalam bentuk visual berupa lukisan.

satu per satu mengambil kanvas yang disediakan para penyelenggara. Mereka bebas mencari tempat untuk menggoreskan kuas dan memvisualisasikan imajinasi.

Bahkan ada yang mengunjungi lokasi candi-candi di wilayah Trowulan. Dengan konsep on the spot painting, para pelukis dari dua penjuru Bang Joker alias Jombang Mojokerto melukis situs-situs Mojokerto.

- Advertisement -

’’On the spot painting ini sangat menarik. Dengan begini, secara otomatis kita bisa berinteraksi dan bersilaturahmi antarpelukis. Disamping kita mempelajari apa bentuk tema yang diangkat. Misalnya yang diangkat adalah situs Tribuana Tunggadewi, ya kita berkenalan dengan itu,’’ kata salah satu peserta on the spot painting, Lukman Hakim, sembari sesekali menggoreskan kuasnya di kanvas.

Selain itu, menurutnya, konsep tersebut merupakan hal yang bagus terutama untuk anak-anak terhadap situs yang memang notabenya jarang orang tahu. ’’Untuk pengenalan dengan cara melukis bersama itu memang bagus,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Permukiman Abad 15 Masehi Ditemukan, Diperkirakan Masa Dinasti Ming

Di lokasi, Lukman tengah melukis Tribuwana Tunggadewi. ’’Ini penggambaran Tribuana Tunggadewi menurut versi saya. Ada beberapa ilustrasi tentang beberapa pergolakan di masa itu. Ada tentara Bhayangkara Majapahit,’’ papar Lukman yang juga tergabung dalam Komunitas Pelukis (Kopi) Jombang.

Lukman yang datang bersama 15 pelukis lainnya dari Kopi Jombang, melukis di lokasi dengan menggunakan media akrilik pada kanvas berukuran 90 x 70 sentimeter.

Selain Lukman, peserta on the spot painting juga ada yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Yaitu, Andita Shevia, 8. Di lokasi, dia melukis Candi Brahu. ’’Saya melukis Candi Brahu pakai cat acrilik,’’ katanya polos sambil sibuk merampungkan goresannya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Mpu Harrys Purwa, mengatakan, bahwa ini adalah event perdana. ’’Kami sengaja mengundang dua wilayah yang saya kasih nama Bang Joker atau Jombang Mojokerto.

Dengan harapan di dua wilayah ini akan semakin tumbuh. Paling tidak memberikan seonggok kiprahnya sesuai bidang masing-masing,’’ ungkapnya. Dengan konsep on the spot painting, para pelukis bisa melukis di lokasi Klinterejo, lokasi Sitinggil, Candi Gentong, Candi Brahu, dan lain-lain.

Baca Juga :  Harga Lebih Mahal dan Barang Disunat

Yang terpenting adalah melukis situs yang ada di Mojokerto. ’’Saya juga memberi kesempatan peserta untuk melukis figurnya bunda Ratu Tribuana versi mereka sesuai dengan konsepsinya masing-masing,’’ katanya.

Menurutnya, dengan cara tersebut mudah-mudahan bisa memicu dan memacu generasi muda untuk semakin ingin mengetahui bagaimana kebesaran Majapahit di masa lalu.

Ketua Yayasan Majapahit Baru, Indra Moesaffa, mengutarakan tujuan dari acara ini adalah agar para seniman dan pelukis terutama Mojokerto dan Jombang bisa berimajinasi tentang bagaimana Majapahit.

’’Dengan situs-situs yang ada itu, nantinya semoga bisa menyatukan bangsa Indonesia,’’ katanya. Menurutnya, melalui seni lukis inilah semua orang terbebas dari perbedaan agama, antarras serta antarsuku.

Sehingga, semua bisa bersatu. Lokasi Klinterejo dipilih karena lokasi tersebut merupakan tempat pendarmaan dari abu jenazah Tribuana Tunggadewi yang melahirkan Maharaja Majapahit Hayam Wuruk yang telah dikenal seluruh Asia bahkan seluruh Madagaskar.

’’Kita ingin aura tersebut bisa bangkit untuk menyatukan nusantara kembali. Serta mengembalikan perekonomian yang gemah ripah loh jinawi,’’ pungkasnya. (sad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/