alexametrics
22.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ada Nilai Seni dan Kepuasan

Pandemi Covid-19 mengubah signifikan kebiasaan orang. Anjuran work from home (WFH) yang sempat digencarkan pemerintah memaksa orang harus betah berada di rumah. Kondisi ini pun turut memengaruhi hobi seseorang yang lebih banyak dihabiskan di dalam rumah. Salah satunya bercocok tanam atau budidaya tanaman unik yang mulai digemari kaum milenial. Terbaru, bercocok tanam dengan teknik bonsai pun tengah ramai diperbincangkan.

Di mana, keberhasilan mengkerdilkan jenis tanaman dianggap punya nilai kepuasan tersendiri terhadap seni bercocok tanam. Selain itu, teknik bonsai juga mampu mengalirkan pundi-pundi rupiah dengan nomimal lumayan. Hal ini pun turut menambah nilai manfaat hobi bercocok tanam yang tidak sekadar menambah kebugaran tubuh, tapi juga bisa mempertebal dompet pecintanya. ’’Karena membuat bonsai membutuhkan seni dan keterampilan yang tidak semua orang berhasil melakukannya. Ada kepuasan tersendiri ketika tanaman yang susah dikerdilkan, tapi kita berhasil melakukannya,’’ tutur Debby Faradilla, staf salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Mojokerto ini.

Baca Juga :  Atlet Paralayang Ini Bermodal Pinjam Parasut

Debby mengakui, tidak semua tanaman bisa dikerdilkan sesuai yang kita harapkan. Hal ini tak lepas dari penanganannya yang membutuhkan sentuhan paksaan baik lewat irisan, pemangkasan, hingga lilitan kawat untuk mendapatkan bentuk yang sempurna.

Khususnya tanaman jenis monokotil, seperti kelapa, bambu, semak hingga perdu. Mereka dinilai mampu bertahan dengan pola hidup menderita di atas media tanam yang tak terlalu luas. ’’Ada beberapa yang tahan hidup. Khususnya tanaman yang tahan hujan dan panas. Selain itu, juga harus tahan terhadap kondisi wadah yang sempit dan terbatas,’’ ujar ibu satu anak ini.

Debby kini memiliki beberapa koleksi tanaman bonsai yang sudah ia rawat sejak Februari lalu. Di antaranya, kelapa, bunga kertas (bougenville), santigi, hingga kawista. Memanfaatkan media tanam pot kecil dan batu karang, koleksi istri Agastya Yoga ini mampu dihargai hingga Rp 2 juta. Meski belum ingin menjualnya, namun Debby cukup puas dengan hasil kerja kerasnya selama di rumah saat masa pandemi.

Baca Juga :  Jatah Makan Pasien Covid, Setara Pasien BPJS

’’Kalau yang bentuk kelapa kecil, bisa Rp 500 ribu perpohon. Tapi, kalau yang seperti santigi bisa sampai Rp 2 juta. Karena perawatannya juga susah, media tanamnya di karang.Jadi, setiap dua hari sekali harus disiram air garam,’’ pungkasnya.

Pandemi Covid-19 mengubah signifikan kebiasaan orang. Anjuran work from home (WFH) yang sempat digencarkan pemerintah memaksa orang harus betah berada di rumah. Kondisi ini pun turut memengaruhi hobi seseorang yang lebih banyak dihabiskan di dalam rumah. Salah satunya bercocok tanam atau budidaya tanaman unik yang mulai digemari kaum milenial. Terbaru, bercocok tanam dengan teknik bonsai pun tengah ramai diperbincangkan.

Di mana, keberhasilan mengkerdilkan jenis tanaman dianggap punya nilai kepuasan tersendiri terhadap seni bercocok tanam. Selain itu, teknik bonsai juga mampu mengalirkan pundi-pundi rupiah dengan nomimal lumayan. Hal ini pun turut menambah nilai manfaat hobi bercocok tanam yang tidak sekadar menambah kebugaran tubuh, tapi juga bisa mempertebal dompet pecintanya. ’’Karena membuat bonsai membutuhkan seni dan keterampilan yang tidak semua orang berhasil melakukannya. Ada kepuasan tersendiri ketika tanaman yang susah dikerdilkan, tapi kita berhasil melakukannya,’’ tutur Debby Faradilla, staf salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Mojokerto ini.

Baca Juga :  Ikfina Incar Putra Kiai Chusain

Debby mengakui, tidak semua tanaman bisa dikerdilkan sesuai yang kita harapkan. Hal ini tak lepas dari penanganannya yang membutuhkan sentuhan paksaan baik lewat irisan, pemangkasan, hingga lilitan kawat untuk mendapatkan bentuk yang sempurna.

Khususnya tanaman jenis monokotil, seperti kelapa, bambu, semak hingga perdu. Mereka dinilai mampu bertahan dengan pola hidup menderita di atas media tanam yang tak terlalu luas. ’’Ada beberapa yang tahan hidup. Khususnya tanaman yang tahan hujan dan panas. Selain itu, juga harus tahan terhadap kondisi wadah yang sempit dan terbatas,’’ ujar ibu satu anak ini.

Debby kini memiliki beberapa koleksi tanaman bonsai yang sudah ia rawat sejak Februari lalu. Di antaranya, kelapa, bunga kertas (bougenville), santigi, hingga kawista. Memanfaatkan media tanam pot kecil dan batu karang, koleksi istri Agastya Yoga ini mampu dihargai hingga Rp 2 juta. Meski belum ingin menjualnya, namun Debby cukup puas dengan hasil kerja kerasnya selama di rumah saat masa pandemi.

Baca Juga :  Atlet Paralayang Ini Bermodal Pinjam Parasut

’’Kalau yang bentuk kelapa kecil, bisa Rp 500 ribu perpohon. Tapi, kalau yang seperti santigi bisa sampai Rp 2 juta. Karena perawatannya juga susah, media tanamnya di karang.Jadi, setiap dua hari sekali harus disiram air garam,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/