alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Cuaca Buruk, Pembinaan Mandeg

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selain faktor minimnya sarana dan prasarana, vakumnya pembinaan paralayang tiga bulan terakhir juga tak lepas dari cuaca buruk yang melanda Kabupaten Mojokerto akhir-akhir ini. Curah hujan tinggi yang menggelayuti langit Mojokerto memaksa Pengkab FASI Mojokerto harus menghentikan sementara latihan yang sudah berjalan setahun terakhir.

Rehatnya program latihan ini menjadi pilihan efektif Pengkab FASI agar keselamatan atlet tetap terjaga. ’’Sementara ini libur dulu karena cuaca memang sedang tidak bersahabat. Kadang panas, kadang pula hujan. Khusus saat hujan, sangat membahayakan keselamatan atlet jika harus dipaksakan terbang,’’ ujar pelatih paralayang Kabupaten Mojokerto, Mukhammad Nur Akbar kemarin.

Meski begitu, Ilung, sapaan akrab Nur Akbar mengaku tiga anak asuhnya tetap diminta tetap menjaga performanya lewat latihan mandiri. Sehingga ketika mereka dibutuhkan untuk kejuaraan, performa mereka sudah siap.

Baca Juga :  Masuk Pelatnas Bulu Tangkis, Moncer di Tangan Roy Joyo Efendi

Khususnya soal fisik yang wajib dijaga agar tetap prima meski tanpa latihan terbang. ’’Meskipun libur, mereka tetap kami minta latihan menjaga kebugaran fisik. Meskipun paralayang menggunakan alat bantu terbang, namun kekuatan fisik juga modal utama untuk bisa berlaga,’’ tambahnya.

Ilung menambahkan, faktor cuaca memang bukan satu-satunya alasan vakumnya latihan. Nihilnya parasut sebagai sarana utama latihan juga menjadi penyebab latihan tidak bisa berjalan efektif. Hal ini tak lepas dari keterbatasan anggaran yang dirasakan Pengkab FASI sejak setahun mengawali kembali aktivitasnya.

Sehingga atlet tidak bisa mengembangkan skill terbangnya seperti saat mengikuti diklat awal tahun 2021 lalu. ’’Kami tidak ada alat yang memadai. Parasut harganya memang mahal namun tidak ada satupun yang bisa kami pakai untuk terbang,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Cabor Menembak Minim Atlet Putri

Sebelumnya, tiga atlet dikrim Pengkab FASI mengikuti diklat dasar yang digelar Pengprov FASI Jatim, Januari 2021. Mereka digembleng dengan materi terbang profesional di pantai Modangan, Malang. Tiga atlet baru tersebut terdiri dari satu putra dan putri. Yakni, Arjun Langgeng Wijaya, Sekar Arum Salsa Febrianty dan Aulia Nabilah Andriani. Mereka merupakan atlet rekrutmen baru di tahun 2021 yang didapat Pengkab FASI usai sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat SMA tahun 2020 lalu. (far/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selain faktor minimnya sarana dan prasarana, vakumnya pembinaan paralayang tiga bulan terakhir juga tak lepas dari cuaca buruk yang melanda Kabupaten Mojokerto akhir-akhir ini. Curah hujan tinggi yang menggelayuti langit Mojokerto memaksa Pengkab FASI Mojokerto harus menghentikan sementara latihan yang sudah berjalan setahun terakhir.

Rehatnya program latihan ini menjadi pilihan efektif Pengkab FASI agar keselamatan atlet tetap terjaga. ’’Sementara ini libur dulu karena cuaca memang sedang tidak bersahabat. Kadang panas, kadang pula hujan. Khusus saat hujan, sangat membahayakan keselamatan atlet jika harus dipaksakan terbang,’’ ujar pelatih paralayang Kabupaten Mojokerto, Mukhammad Nur Akbar kemarin.

Meski begitu, Ilung, sapaan akrab Nur Akbar mengaku tiga anak asuhnya tetap diminta tetap menjaga performanya lewat latihan mandiri. Sehingga ketika mereka dibutuhkan untuk kejuaraan, performa mereka sudah siap.

Baca Juga :  Awalnya, Pemasaran Dari Mulut-Mulut, Kini Tembus Pasar Luar Negeri

Khususnya soal fisik yang wajib dijaga agar tetap prima meski tanpa latihan terbang. ’’Meskipun libur, mereka tetap kami minta latihan menjaga kebugaran fisik. Meskipun paralayang menggunakan alat bantu terbang, namun kekuatan fisik juga modal utama untuk bisa berlaga,’’ tambahnya.

Ilung menambahkan, faktor cuaca memang bukan satu-satunya alasan vakumnya latihan. Nihilnya parasut sebagai sarana utama latihan juga menjadi penyebab latihan tidak bisa berjalan efektif. Hal ini tak lepas dari keterbatasan anggaran yang dirasakan Pengkab FASI sejak setahun mengawali kembali aktivitasnya.

Sehingga atlet tidak bisa mengembangkan skill terbangnya seperti saat mengikuti diklat awal tahun 2021 lalu. ’’Kami tidak ada alat yang memadai. Parasut harganya memang mahal namun tidak ada satupun yang bisa kami pakai untuk terbang,’’ tandasnya.

Baca Juga :  PPP Dianggap Langgar Etika Politik
- Advertisement -

Sebelumnya, tiga atlet dikrim Pengkab FASI mengikuti diklat dasar yang digelar Pengprov FASI Jatim, Januari 2021. Mereka digembleng dengan materi terbang profesional di pantai Modangan, Malang. Tiga atlet baru tersebut terdiri dari satu putra dan putri. Yakni, Arjun Langgeng Wijaya, Sekar Arum Salsa Febrianty dan Aulia Nabilah Andriani. Mereka merupakan atlet rekrutmen baru di tahun 2021 yang didapat Pengkab FASI usai sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat SMA tahun 2020 lalu. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

137 Ribu Peserta BPJS Menunggak

PAN Gabung ke Ikbar

Artikel Terbaru


/