alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Coret Satu Pebiliar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kurang enam bulan jelang Porprov VIII, komposisi atlet biliar Kota Mojokerto kembali berubah. Satu pebiliar terpaksa dicoret Pengkot POBSI Mojokerto dan digantikan pebiliar baru yang lebih fresh. Pergantian ini ditengarai sikap indisipliner selama proses training center (TC).

Ahmad Randy, pebiliar yang direkrut Pengkot POBSI sejak tahun 2020 terpaksa dikeluarkan dari TC lantaran sering absen saat latihan rutin berjalan sebulan terakhir. Bahkan, absennya Randy tanpa dibarengi alasan yang jelas dan sikap yang terpuji. Sehingga mendorong Pengkot POBSI mendepaknya dari komposisi tim biliar Kota onde-onde untuk proyeksi Porprov Juli nanti.

’’Kami keluarkan karena sering tidak latihan dan tidak ada keterangan. Kami pun memiliki aturan untuk mencoretnya,’’ tegas Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki kemarin.

Baca Juga :  Karyanya Dipesan Bule Amerika, Sempatkan Melukis di Sekolah Anak

Meski harus kehilangan satu anak asuhnya, namun Bagus tak kekurangan atlet yang siap diterjunkan di ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut. Akhzal, pebiliar asal Prajurit Kulon direkrut Pengkot POBSI sebagai pengganti Randy.

Pemuda berusia 21 tahun ini diplot sebagai pebiliar yang akan diterjunkan di nomor double bola 9 dan 10. Ia akan dipasangkan dengan Mochammad Taufik yang sempat menjadi tandem Randy saat awal-awal TC berjalan. ’’Dia (Akhzal, Red) punya skill dasar yang lumayan. Kebetulan dulu dia sempat mengikuti pembinaan berjenjang dan sekarang kami tarik sebagai atlet proyeksi Porprov,’’ tegas pria yang akrab disapa Bejo ini.

Meski waktu persiapan tersisa 6 bulan lagi, Bejo optimis anak asuhnya tetap bisa memberikan performa terbaik. Pergantian komposisi atlet juga dinilai tak terlalu mempengaruhi kualitas permainan dan target yang sudah dipasang. Bahkan, proses TC semakin ketat dengan porsi latihan yang lebih intensif. Sehingga memacu atlet lebih berkualitas lagi hingga pelaksanaan Porprov tiba. ’’Setiap hari tetap latihan dengan durasi 2 sampai 3 jam. Kecuali hari sabtu kami liburkan,’’ pungkasnya. (far/ron)

Baca Juga :  Berharap Bisa Istirahat

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kurang enam bulan jelang Porprov VIII, komposisi atlet biliar Kota Mojokerto kembali berubah. Satu pebiliar terpaksa dicoret Pengkot POBSI Mojokerto dan digantikan pebiliar baru yang lebih fresh. Pergantian ini ditengarai sikap indisipliner selama proses training center (TC).

Ahmad Randy, pebiliar yang direkrut Pengkot POBSI sejak tahun 2020 terpaksa dikeluarkan dari TC lantaran sering absen saat latihan rutin berjalan sebulan terakhir. Bahkan, absennya Randy tanpa dibarengi alasan yang jelas dan sikap yang terpuji. Sehingga mendorong Pengkot POBSI mendepaknya dari komposisi tim biliar Kota onde-onde untuk proyeksi Porprov Juli nanti.

’’Kami keluarkan karena sering tidak latihan dan tidak ada keterangan. Kami pun memiliki aturan untuk mencoretnya,’’ tegas Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki kemarin.

Baca Juga :  Saatnya Kota Mojokerto Punya Rehabilitasi Narkoba Sendiri

Meski harus kehilangan satu anak asuhnya, namun Bagus tak kekurangan atlet yang siap diterjunkan di ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut. Akhzal, pebiliar asal Prajurit Kulon direkrut Pengkot POBSI sebagai pengganti Randy.

Pemuda berusia 21 tahun ini diplot sebagai pebiliar yang akan diterjunkan di nomor double bola 9 dan 10. Ia akan dipasangkan dengan Mochammad Taufik yang sempat menjadi tandem Randy saat awal-awal TC berjalan. ’’Dia (Akhzal, Red) punya skill dasar yang lumayan. Kebetulan dulu dia sempat mengikuti pembinaan berjenjang dan sekarang kami tarik sebagai atlet proyeksi Porprov,’’ tegas pria yang akrab disapa Bejo ini.

Meski waktu persiapan tersisa 6 bulan lagi, Bejo optimis anak asuhnya tetap bisa memberikan performa terbaik. Pergantian komposisi atlet juga dinilai tak terlalu mempengaruhi kualitas permainan dan target yang sudah dipasang. Bahkan, proses TC semakin ketat dengan porsi latihan yang lebih intensif. Sehingga memacu atlet lebih berkualitas lagi hingga pelaksanaan Porprov tiba. ’’Setiap hari tetap latihan dengan durasi 2 sampai 3 jam. Kecuali hari sabtu kami liburkan,’’ pungkasnya. (far/ron)

Baca Juga :  Ada Rumah Pohon Terbalik hingga Kursi Raksasa
- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/