alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Kuliner Legendaris dengan Varian Rasa

Bakso Moro Seneng (BMS) milik H. Ponadi dikenal sebagai kuliner legendaris. Berdiri sejak 1983, kini pengelolaannya telah diwariskan kepada anak bungsunya, Dewi Alfiani, 27. Bersama sang suami, Tauvan Suhartanto, 31, Dewi sukses menjadikan BMS ini kian melejit. 

DENGAN tetap mengusung nama BMS, warisan sang ayah, pasangan suami istri (pasutri) tersebut kemudian melakukan inovasi dengan menciptakan varian bakso aneka rasa. Mulai dari sajian bakso jumbo, bakso beranak, bakso mercon, bakso telur puyuh, bakso ranjau, bakso jamur, bakso keju, bakso urat, bakso alus, bakso jagung, hingga bakso rendang.

Dan yang terbaru sekaligus menjadi andalan saat ini adalah bakso iga, bakso cumi, bakso gurita, dan bakso lobster. Tampilan sajian yang unik dan memikat selera membuat para pengunjung selalu berfoto dengan menu bakso pilihan mereka sebelum menyantapnya.

Baca Juga :  Jalur Alami dengan View Menawan

Kendati begitu, Dewi selalu mematok harga yang ramah di kantong. Rata-rata harga varian bakso ini sangat terjangkau. Bahkan, untuk menu favorit yang bisa disantap beramai-ramai karena ukurannya yang tergolong besar dalam satu porsi bakso. Mulai ukuran bakso terkecil hingga bakso terbesar berjejer rapi setiap hari untuk melayani para pengunjung yang ingin merasakan bakso hits legendaris di Mojokerto ini.

”Di sini para pengunjung dapat memilih sendiri varian bakso yang ingin disantap. Karena bakso ini tersaji di tempat yang sudah kami modifikasi secara khusus,” terang Dewi. Agar kualitas selalu terjaga, Dewi dan suami mengaku selalu terjun langsung mengawasi proses produksinya. Mulai dari pemilihan bahan baku, penggilingan, pengolahan, hingga penyajiannya.

Baca Juga :  Gagal ke Babak Utama Porprov, Wasit Jadi Kambing Hitam

”Selain untuk menjaga cita rasa, kita juga mengawasi agar proses pembuatannya selalu higienis,” tegas Dewi. Lokasi yang sangat strategis di depan sebuah pabrik rokok di kawasan Gondang, Kabupaten Mojokerto juga memudahkan para pengunjung yang ingin berkunjung merasakan sensasi kelezatan bakso di warung yang tak pernah sepi dari pelanggan tersebut.

Tak heran, hingga saat ini, warung yang buka sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB itu selalu menjadi jujukan pemburu kuliner. Bahkan, Dewi juga melayani pembelian untuk dikirim ke rumah pelanggan alias COD (cash on delivery) melalui jasa kurir yang disediakan secara khusus. (dwi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bakso Moro Seneng (BMS) milik H. Ponadi dikenal sebagai kuliner legendaris. Berdiri sejak 1983, kini pengelolaannya telah diwariskan kepada anak bungsunya, Dewi Alfiani, 27. Bersama sang suami, Tauvan Suhartanto, 31, Dewi sukses menjadikan BMS ini kian melejit. 

DENGAN tetap mengusung nama BMS, warisan sang ayah, pasangan suami istri (pasutri) tersebut kemudian melakukan inovasi dengan menciptakan varian bakso aneka rasa. Mulai dari sajian bakso jumbo, bakso beranak, bakso mercon, bakso telur puyuh, bakso ranjau, bakso jamur, bakso keju, bakso urat, bakso alus, bakso jagung, hingga bakso rendang.

Dan yang terbaru sekaligus menjadi andalan saat ini adalah bakso iga, bakso cumi, bakso gurita, dan bakso lobster. Tampilan sajian yang unik dan memikat selera membuat para pengunjung selalu berfoto dengan menu bakso pilihan mereka sebelum menyantapnya.

Baca Juga :  Honor Pengawasan Pilbup di Kabupaten Mojokerto Stagnan

Kendati begitu, Dewi selalu mematok harga yang ramah di kantong. Rata-rata harga varian bakso ini sangat terjangkau. Bahkan, untuk menu favorit yang bisa disantap beramai-ramai karena ukurannya yang tergolong besar dalam satu porsi bakso. Mulai ukuran bakso terkecil hingga bakso terbesar berjejer rapi setiap hari untuk melayani para pengunjung yang ingin merasakan bakso hits legendaris di Mojokerto ini.

”Di sini para pengunjung dapat memilih sendiri varian bakso yang ingin disantap. Karena bakso ini tersaji di tempat yang sudah kami modifikasi secara khusus,” terang Dewi. Agar kualitas selalu terjaga, Dewi dan suami mengaku selalu terjun langsung mengawasi proses produksinya. Mulai dari pemilihan bahan baku, penggilingan, pengolahan, hingga penyajiannya.

Baca Juga :  Jalur Alami dengan View Menawan

”Selain untuk menjaga cita rasa, kita juga mengawasi agar proses pembuatannya selalu higienis,” tegas Dewi. Lokasi yang sangat strategis di depan sebuah pabrik rokok di kawasan Gondang, Kabupaten Mojokerto juga memudahkan para pengunjung yang ingin berkunjung merasakan sensasi kelezatan bakso di warung yang tak pernah sepi dari pelanggan tersebut.

- Advertisement -

Tak heran, hingga saat ini, warung yang buka sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB itu selalu menjadi jujukan pemburu kuliner. Bahkan, Dewi juga melayani pembelian untuk dikirim ke rumah pelanggan alias COD (cash on delivery) melalui jasa kurir yang disediakan secara khusus. (dwi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/