alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Lesunya Bisnis Pakaian dan Kudapan Lebaran

LEBARAN sebentar lagi.Di tahun-tahun sebelumnya menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, terlihat betapa padatnya aktivitas traksaksi jual beli di pasar-pasar tradisional.

Ribuan orang silih berganti berbelanja kebutuhan persiapan hari yang fitri. Dari bahan-bahankuliner, busana, pernak-pernik, hinggakudapan siap saji. Akan tetapi, tahun ini sangat berbeda.Satu Minggu menjelang Lebaran, pasar tradisonal, toko busana, bahkan malpun masih terlihat sepi.

Meskipun ada pembeli namun jumlahnya tak seramai tahun lalu.Semuanya merasakan keprihatinan dan dampak ditengah pandemi Covid-19 ini.

Sofiana,penjaga toko busana di Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto, menuturkan, jika di tahun lalu menjelang Lebaran, tokonya sudah mempersiapkan persediaan dagangan dengan berkulakan dari Surabaya hingga Jawa Barat.”Saat ini toko hanya menghabiskan stok lama saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Megengan Jelang Ramadan, Harga Ayam di Pasaran Melonjak Drastis

Karena kebanyakan pasar grosir yang ditutup, hal itu juga berdampak pada rumah-rumah konfeksi.Mereka rata-rata berhenti berproduksi.Tak hanya busana, penjualan makanan juga lesu.

Jajanan khas dihidangkan selama Lebaran yang tahun lalu diserbu pembeli, saat ini dirasakan pedagang biasa-biasa saja. ”Sekarang permintaannya biasa-biasa saja, tidak seperti tahun lalu,” terang Yeni Rahma, pedagang jajanan Lebaran di Pasar Tanjung Anyar.

Semua warga berharap pandemi ini lekas berlalu, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, serta ekonomi berjalan lancar.

 

 

LEBARAN sebentar lagi.Di tahun-tahun sebelumnya menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, terlihat betapa padatnya aktivitas traksaksi jual beli di pasar-pasar tradisional.

Ribuan orang silih berganti berbelanja kebutuhan persiapan hari yang fitri. Dari bahan-bahankuliner, busana, pernak-pernik, hinggakudapan siap saji. Akan tetapi, tahun ini sangat berbeda.Satu Minggu menjelang Lebaran, pasar tradisonal, toko busana, bahkan malpun masih terlihat sepi.

Meskipun ada pembeli namun jumlahnya tak seramai tahun lalu.Semuanya merasakan keprihatinan dan dampak ditengah pandemi Covid-19 ini.

Sofiana,penjaga toko busana di Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto, menuturkan, jika di tahun lalu menjelang Lebaran, tokonya sudah mempersiapkan persediaan dagangan dengan berkulakan dari Surabaya hingga Jawa Barat.”Saat ini toko hanya menghabiskan stok lama saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Butuh Campur Tangan Dewi Fortuna

Karena kebanyakan pasar grosir yang ditutup, hal itu juga berdampak pada rumah-rumah konfeksi.Mereka rata-rata berhenti berproduksi.Tak hanya busana, penjualan makanan juga lesu.

Jajanan khas dihidangkan selama Lebaran yang tahun lalu diserbu pembeli, saat ini dirasakan pedagang biasa-biasa saja. ”Sekarang permintaannya biasa-biasa saja, tidak seperti tahun lalu,” terang Yeni Rahma, pedagang jajanan Lebaran di Pasar Tanjung Anyar.

- Advertisement -

Semua warga berharap pandemi ini lekas berlalu, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, serta ekonomi berjalan lancar.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/