alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Persem Targetkan Sapu Bersih, Awas Tergelincir Lagi

MOJOKERTO – Kekalahan kedua yang diterima Skuad Persem Mojokerto di laga lanjutan babak penyisihan grup F regional Jatim musim 2018, Minggu (15/4) menjadi tamparan keras bagi segenap pemain dan pelatih.

Hampir menguasai seluruh jalannya pertandingan, Laskar Damarwulan, julukan Persem, justru harus pulang dengan tertunduk malu setelah tuan rumah Persikoba mampu mencuri tiga gol di sisa waktu yang berjalan. Kekalahan tersebut tak ayal semakin menahan laju Persem di posisi tiga dari bawah klasemen sementara grup F dengan 4 poin.

Posisi ini yang semakin mendesak tim pelatih untuk segera melakukan perubahan cepat terhadap kualitas permainan tim demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Salah satunya dengan memberikan target wajib menang di dua laga sisa jelang berakhirnya putaran pertama babak penyisihan grup F.

”Ya otomatis harus menang. Mau tidak mau kita harus merebut poin penuh untuk menjaga jarak dengan puncak klasemen,” terang manajer teknik Persem, Bambang Puji, kemarin. Ya, tuntutan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, jarak poin antara Persem dengan dua tim di posisi dua besar kini semakin jauh.

Baca Juga :  Jika Terpapar Covid-19, PPK-PPS Pilkada Harus Mundur

Di mana, PSID Jombang dan Arema Indonesia sukses nangkring di posisi juara dan runner-up setelah berhasil mengumpulkan 12 poin dari 4 kali laga. Sedangkan posisi tiga dan empat dihuni Persikoba dan Sumbersari FC dengan poin sama 5. Hanya saja, mereka defisit satu pertandingan jika dibandingkan dengan tim lain dengan 5 kali laga yang telah dijalani.

”Kalau kita bisa menang di dua laga sisa, kemungkinan jarak poin dengan Arema dan PSID hanya selisih dua poin. Karena kedua tim itu juga akan sama-sama bersua di laga terakhir nanti,” imbuhnya. Nah, dari hasil evaluasi sementara, tim pelatih menilai kelemahan yang tengah menghinggapi David Aprilianto dkk saat ini adalah soal lambannya penyesuaian formasi baru.

Baca Juga :  Tren Oversize; Timeless & Fashionable

Di mana, masa transisi dari formasi 4-3-3 ke 4-4-2 belum sepenuhnya efektif diterapkan di lapangan hijau. Terutama saat pertandingan memasuki babak kedua atau setelah Persem kemasukan banyak gol. Nah, untuk menyelesaikan persoalan itu, tim pelatih harus memfokuskan materi latihan pada pembenahan mental dan visi bermain. Di mana, lambannya masa transisi akan bisa secepatnya teratasi jika arah permainan semakin matang.

”Seharusnya materi latihannya kini difokuskan pada game saja. Karena kalau kita paksakan pada materi fisik atau strategi, sudah tidak ngatasi waktunya. Sekarang waktu persiapannya hanya ada dua sampai tiga hari saja,” tambahnya.

Sementara itu, dari jadwal yang tertera, putaran pertama babak penyisihan grup F kini tinggal menyisakan dua laga saja. Yakni, saat dijamu Sumbersari FC Malang pada Rabu besok (18/4) serta menjamu Arema Indonesia di Gelora A. Yani Kota Mojokerto, Minggu (22/4).

MOJOKERTO – Kekalahan kedua yang diterima Skuad Persem Mojokerto di laga lanjutan babak penyisihan grup F regional Jatim musim 2018, Minggu (15/4) menjadi tamparan keras bagi segenap pemain dan pelatih.

Hampir menguasai seluruh jalannya pertandingan, Laskar Damarwulan, julukan Persem, justru harus pulang dengan tertunduk malu setelah tuan rumah Persikoba mampu mencuri tiga gol di sisa waktu yang berjalan. Kekalahan tersebut tak ayal semakin menahan laju Persem di posisi tiga dari bawah klasemen sementara grup F dengan 4 poin.

Posisi ini yang semakin mendesak tim pelatih untuk segera melakukan perubahan cepat terhadap kualitas permainan tim demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Salah satunya dengan memberikan target wajib menang di dua laga sisa jelang berakhirnya putaran pertama babak penyisihan grup F.

”Ya otomatis harus menang. Mau tidak mau kita harus merebut poin penuh untuk menjaga jarak dengan puncak klasemen,” terang manajer teknik Persem, Bambang Puji, kemarin. Ya, tuntutan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, jarak poin antara Persem dengan dua tim di posisi dua besar kini semakin jauh.

Baca Juga :  Tren Oversize; Timeless & Fashionable

Di mana, PSID Jombang dan Arema Indonesia sukses nangkring di posisi juara dan runner-up setelah berhasil mengumpulkan 12 poin dari 4 kali laga. Sedangkan posisi tiga dan empat dihuni Persikoba dan Sumbersari FC dengan poin sama 5. Hanya saja, mereka defisit satu pertandingan jika dibandingkan dengan tim lain dengan 5 kali laga yang telah dijalani.

”Kalau kita bisa menang di dua laga sisa, kemungkinan jarak poin dengan Arema dan PSID hanya selisih dua poin. Karena kedua tim itu juga akan sama-sama bersua di laga terakhir nanti,” imbuhnya. Nah, dari hasil evaluasi sementara, tim pelatih menilai kelemahan yang tengah menghinggapi David Aprilianto dkk saat ini adalah soal lambannya penyesuaian formasi baru.

Baca Juga :  Hobi kok Gegeran
- Advertisement -

Di mana, masa transisi dari formasi 4-3-3 ke 4-4-2 belum sepenuhnya efektif diterapkan di lapangan hijau. Terutama saat pertandingan memasuki babak kedua atau setelah Persem kemasukan banyak gol. Nah, untuk menyelesaikan persoalan itu, tim pelatih harus memfokuskan materi latihan pada pembenahan mental dan visi bermain. Di mana, lambannya masa transisi akan bisa secepatnya teratasi jika arah permainan semakin matang.

”Seharusnya materi latihannya kini difokuskan pada game saja. Karena kalau kita paksakan pada materi fisik atau strategi, sudah tidak ngatasi waktunya. Sekarang waktu persiapannya hanya ada dua sampai tiga hari saja,” tambahnya.

Sementara itu, dari jadwal yang tertera, putaran pertama babak penyisihan grup F kini tinggal menyisakan dua laga saja. Yakni, saat dijamu Sumbersari FC Malang pada Rabu besok (18/4) serta menjamu Arema Indonesia di Gelora A. Yani Kota Mojokerto, Minggu (22/4).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/