alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Setahun Diplot Rp 350 Juta

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keputusan mempertahankan skuad proyeksi Porprov Kota Mojokerto bukannya tanpa pertimbangan matang. Selain faktor regenerasi dan pembinaan pemain, dukungan anggaran yang besar dari KONI dan Pemkot Mojokerto juga menjadi dasar Askot PSSI Mojokerto menyertakan tim asuhan Komariyono itu pada gelaran Porprov.

Tak tanggung-tanggung, anggaran senilai Rp 350 juta diploting khusus untuk kegiatan sepak bola selama tahun ini. Termasuk futsal sebagai cabor yang baru eksis setahun terakhir. Ketua Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto mengatakan, anggaran sebanyak itu tidak sekedar untuk agenda sepak bola saja. Futsal juga masuk bagian dari keanggotan Askot PSSI yang turut dibiayai pembinaannya. Bahkan, di porprov nanti, Askot PSSI dituntut mampu memenuhi kebutuhan operasional untuk tiga tim. Yakni satu tim sepak bola dan dua tim putra/putri futsal Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Modifikasi Honda NSR-150R Tahun 1997

Bahkan, pemenuhan kebutuhan operasional sudah dimulai Askot PSSI sejak awal bulan ini. Di mana, ketiga tim memfokuskan diri untuk persiapan menuju Praporprov bulan depan. ’’Ya ada tiga tim yang harus kami kirim di Praporprov sampai Porprov. Semuanya juga dipenuhi kebutuhannya mulai dari persiapan sampai nanti pelaksanaan pertandingan,’’ ujarnya.

Meski terhitung besar, namun anggaran sebanyak itu tidak hanya diperuntukkan pada persiapan dan pelaksaan porprov saja. Pria yang akrab disapa Ook ini juga mempertimbangkan kebutuhan untuk agenda pembinaan lain, seperti subsidi rutin kepada klub hingga pemenuhan fasilitas serta sarana dan prasarana. Termasuk juga untuk gelaran kompetisi internal dan usia dini sebagai agenda wajib setiap tahunnya.

Baca Juga :  Hikmah di Tengah Ketidakbiasaan

’’Ada juga untuk kebutuhan lain. Anggaran sebanyak tidak hanya untuk porprov saja, tapi juga untuk seluruh kegiatan pembinaan selama setahun penuh,’’ tambahnya. Saat ini, tiga tim sudah bersiap kembali menatap babak kualifikasi Porprov. Termasuk tim sepak bola yang komposisinya mengalami degradasi sejak awal tahun.

Minimnya jumlah pemain mulai diatasi Askot PSSI dan manajemen dengan pendekatan persuasif terhadap penggawa lama. Pendekatan ini untuk mengembalikan keutuhan tim seperti pertama kali dibentuk Juli 2021 lalu. ’’Saat ini manajemen dan pengurus sedang melakukan pendekatan agar mereka (pemain lama, Red) mau bergabung kembali dalam pemusatan latihan,’’ pungkasnya. (far/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keputusan mempertahankan skuad proyeksi Porprov Kota Mojokerto bukannya tanpa pertimbangan matang. Selain faktor regenerasi dan pembinaan pemain, dukungan anggaran yang besar dari KONI dan Pemkot Mojokerto juga menjadi dasar Askot PSSI Mojokerto menyertakan tim asuhan Komariyono itu pada gelaran Porprov.

Tak tanggung-tanggung, anggaran senilai Rp 350 juta diploting khusus untuk kegiatan sepak bola selama tahun ini. Termasuk futsal sebagai cabor yang baru eksis setahun terakhir. Ketua Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto mengatakan, anggaran sebanyak itu tidak sekedar untuk agenda sepak bola saja. Futsal juga masuk bagian dari keanggotan Askot PSSI yang turut dibiayai pembinaannya. Bahkan, di porprov nanti, Askot PSSI dituntut mampu memenuhi kebutuhan operasional untuk tiga tim. Yakni satu tim sepak bola dan dua tim putra/putri futsal Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Malam Ini, Grand Final Gus Yuk Kota Mojokerto

Bahkan, pemenuhan kebutuhan operasional sudah dimulai Askot PSSI sejak awal bulan ini. Di mana, ketiga tim memfokuskan diri untuk persiapan menuju Praporprov bulan depan. ’’Ya ada tiga tim yang harus kami kirim di Praporprov sampai Porprov. Semuanya juga dipenuhi kebutuhannya mulai dari persiapan sampai nanti pelaksanaan pertandingan,’’ ujarnya.

Meski terhitung besar, namun anggaran sebanyak itu tidak hanya diperuntukkan pada persiapan dan pelaksaan porprov saja. Pria yang akrab disapa Ook ini juga mempertimbangkan kebutuhan untuk agenda pembinaan lain, seperti subsidi rutin kepada klub hingga pemenuhan fasilitas serta sarana dan prasarana. Termasuk juga untuk gelaran kompetisi internal dan usia dini sebagai agenda wajib setiap tahunnya.

Baca Juga :  Watercolor Nail Art, Lebih dari Cantik

’’Ada juga untuk kebutuhan lain. Anggaran sebanyak tidak hanya untuk porprov saja, tapi juga untuk seluruh kegiatan pembinaan selama setahun penuh,’’ tambahnya. Saat ini, tiga tim sudah bersiap kembali menatap babak kualifikasi Porprov. Termasuk tim sepak bola yang komposisinya mengalami degradasi sejak awal tahun.

Minimnya jumlah pemain mulai diatasi Askot PSSI dan manajemen dengan pendekatan persuasif terhadap penggawa lama. Pendekatan ini untuk mengembalikan keutuhan tim seperti pertama kali dibentuk Juli 2021 lalu. ’’Saat ini manajemen dan pengurus sedang melakukan pendekatan agar mereka (pemain lama, Red) mau bergabung kembali dalam pemusatan latihan,’’ pungkasnya. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/