alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Ditata agar Tambah Mood saat Menyantap

Membawa bekal saat beraktivitas kini sudah menjadi gaya hidup sehat. Khususnya bagi para pekerja karir yang turut memperhatikan tatanan makanan dan minumannya di sela-sela mobilitasnya. Bahkan, estetika dan komposisi bekal di dalam food storage sebagai tempat menyimpan bekal juga menjadi prioritas utama agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Hal ini yang tak dipungkiri mengingat kian marak produk food storage asal-asalan yang justru berisiko mengganggu kesehatan. Apalagi, bermacam wadah yang berbahan plastik kini memungkinkan transfer bahan kimia berbahaya ke dalam makanan atau minuman. Khususnya ketika makanan atau minuman tersebut dituangkan dalam kondisi panas, berlemak dan mengandung asam atau asin.

’’Pastinya ada aturan tersediri. Tentunya memakai bahan plastik yang bebas Bisphenol A (BPA) dan phthalates, ujar Kepala Bidang Perindustrian DiskopukmPerindag Kota Mojokerto, Fibriyanti kemarin. Tidak hanya bahan, Yanti, sapaan akrabnya juga turut menata atau men-display makanan yang ia sajikan. Tujuan utamanya untuk menambah mood saat akan menyantap. Sehingga bekal yang ia siapkan tidak terkesan sia-sia. Hal ini menjadi penting mengingat pola hidup sehat tidak sekedar slogan. Tapi sudah kebiasaan dan tradisi yang harus dijaga betul.

Baca Juga :  Arungi Liga 3, Badai Biru Kesulitan Dana

’’Dengan ditata yang estetik, bikin mood lebih bagus saat makannya. Tapi juga tidak meninggalkan komposisi makanan sehat itu sendiri,’’ ujar warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan ini. Untuk komposisi sendiri, Yanti juga memberikan aturan yang lebih detail. Yakni, yang berbahan karbohidrat rendah, non oil dan memperbanyak sayuran berwarna hijau.

Tak hanya itu, Yanti turut menakar kadar gizi makanannya tak kurang dari 1.200 kalori. Takaran sebanyak itu, bisa ia wujudkan berupa lauk ayam goreng dada seperempat, nasi merah satu kepal, dan sayur brokoli sekali makan.

’’Biasanya digoreng pakai olive oil. Sekali makan bisa ditakar cukup 500 kalori karena saya juga diet. Biasanya, bekal yang dibawa saya konsumsi untuk makan siang,’’ pungkasnya. (far/fen)

Baca Juga :  Stamina Pesilat Belum Siap

Membawa bekal saat beraktivitas kini sudah menjadi gaya hidup sehat. Khususnya bagi para pekerja karir yang turut memperhatikan tatanan makanan dan minumannya di sela-sela mobilitasnya. Bahkan, estetika dan komposisi bekal di dalam food storage sebagai tempat menyimpan bekal juga menjadi prioritas utama agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Hal ini yang tak dipungkiri mengingat kian marak produk food storage asal-asalan yang justru berisiko mengganggu kesehatan. Apalagi, bermacam wadah yang berbahan plastik kini memungkinkan transfer bahan kimia berbahaya ke dalam makanan atau minuman. Khususnya ketika makanan atau minuman tersebut dituangkan dalam kondisi panas, berlemak dan mengandung asam atau asin.

’’Pastinya ada aturan tersediri. Tentunya memakai bahan plastik yang bebas Bisphenol A (BPA) dan phthalates, ujar Kepala Bidang Perindustrian DiskopukmPerindag Kota Mojokerto, Fibriyanti kemarin. Tidak hanya bahan, Yanti, sapaan akrabnya juga turut menata atau men-display makanan yang ia sajikan. Tujuan utamanya untuk menambah mood saat akan menyantap. Sehingga bekal yang ia siapkan tidak terkesan sia-sia. Hal ini menjadi penting mengingat pola hidup sehat tidak sekedar slogan. Tapi sudah kebiasaan dan tradisi yang harus dijaga betul.

Baca Juga :  Objek Wisata Sejarah Ditutup, Candi-Candi Disemprot Disinfektan

’’Dengan ditata yang estetik, bikin mood lebih bagus saat makannya. Tapi juga tidak meninggalkan komposisi makanan sehat itu sendiri,’’ ujar warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan ini. Untuk komposisi sendiri, Yanti juga memberikan aturan yang lebih detail. Yakni, yang berbahan karbohidrat rendah, non oil dan memperbanyak sayuran berwarna hijau.

Tak hanya itu, Yanti turut menakar kadar gizi makanannya tak kurang dari 1.200 kalori. Takaran sebanyak itu, bisa ia wujudkan berupa lauk ayam goreng dada seperempat, nasi merah satu kepal, dan sayur brokoli sekali makan.

’’Biasanya digoreng pakai olive oil. Sekali makan bisa ditakar cukup 500 kalori karena saya juga diet. Biasanya, bekal yang dibawa saya konsumsi untuk makan siang,’’ pungkasnya. (far/fen)

Baca Juga :  Dikelilingi Bata Kuno, Berlapis Kuningan Mengkilap

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/